Tradisi Yasinan Sebelum Salat Jumat (Studi Living Qur’an di Masjid Taaroful Muslimin)

  • Ahmad Naufal Hafidh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Keywords: resepsi; yasinan; etnografi; Karl Mannheim

Abstract

Naskah Resepsi umat Muslim terhadap Al-Qur’an saat ini terjadi dalam berbagai lini kehidupan sehari-hari. Tradisi yasinan menjadi contoh resepsi terhadap Al-Qur’an yang paling populer dan berkembang di masyarakat. Di Masjid Taaroful Muslimin Sumbersari Kota Malang, yasinan justru menjadi kegiatan rutin setiap sebelum pelaksanaan Salat Jumat. Tujuan dari penelitian untuk meneliti: (1) bagaimana pelaksanaan tradisi ini berjalan dan ;(2) makna dari tradisi ini dari kacamata pelaku maupun teori sosiologi pengetahuan milik Karl Mannheim. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif-empiris dengan mendeskripsikan hasil temuan di lapangan. Pendekatan yang digunakan ialah etnografi, tujuannya untuk memperhatikan makna-makna dari tindakan yang dilakukan orang atau kelompok. Hasil dari penelitian ini bahwa tradisi ini telah berlangsung lama dan punya tujuan hampir sama dengan yasinan pada umumnya, selain tujuan lainya sebagai media mengajak warga segera mendatangi Salat Jumat. Adapun pemaknaan jika dilihat dari kacamata teori Mannheim meliputi makna objektif, bahwa tradisi ini menjadi sarana pengingat untuk mendoakan leluhur, pengingat untuk merutinkan membaca Al-Qur’an, menantikan azan Salat Jumat, sekaligus menarik jamaah dari luar untuk Salat Jumat di Masjid Taaroful Muslimin; makna ekspresif  menurut takmir masjid maupun jamaah serupa yakni sebagai media tadzkirah mendoakan leluhur dan bagi takmir sendiri merupakan media mengundang jamaah; sedangkan makna dokumenter ialah merupakan sebuah kebudayaan yang menyeluruh.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-12-31
Section
Articles