Pengulangan Surah Al-Fatihah Ayat Kelima dalam Doa Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur’an Asy-Syafi’iyyah Malang

  • Wilda Rahmatin Nuzuliyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Keywords: Al-Fatihah; Doa; Living Qur’an

Abstract

Kajian ini bertolak dari sebuah fenomena Living Qur’an terkait praktik pengulangan surah al-Fatihah ayat kelima di PPIQ Asy-Syafi’iyyah Malang. Pada prinsipnya, praktik pembacaan surah al-Fatihah tersebut tidak hanya diberlakukan untuk mengharapkan pahala atas pembacaannya, akan tetapi pada praktik tersebut banyak mengandung keistimewaan lain bagi para pembacanya. Dalam penelitian ini, ada dua poin yang ingin penulis jawab, yaitu : “Bagaimana praktik pengulangan surah al-Fatihah ayat kelima di PPIQ Asy-Syafi’iyyah Malang?” dan “Bagaimana pemaknaan warga pesantren terhadap praktik tersebut?”. Kajian ini menggunakan metode kualititif dengan jenis field reseach  yang menggunakan pendekatan sosiologis. Berdasarkan penelitian, penulis menemukan bahwa praktik tersebut telah dimulai sejak tahun 2013. Ada tiga makna yang dapat dipetik dari praktik tersebut. Pertama, makna objektif, yakni pengalaman pribadi Abuya Abror selaku pengasuh yang telah merasakan sendiri kenikmatan dari pembacaan surah al-Fatihah kemudian mengijazahkannya kepada para santri. Kedua, makna ekspresif, menurut pengasuh praktik ini bertujuan untuk mencukupi segala urusan dan memudahkan santri mencari ilmu. Sedangkan makna ekspresif santri ialah suatu keyakinan akan tercapainya hajat, memperoleh ketenangan hati dan mempermudah datangnya rezeki. Ketiga, makna dokumenter, menunjukkan bahwa praktik tersebut telah menjadi sebuah kebudayaan secara menyeluruh dalam ruang lingkup PPIQ Asy-Syafi’iyyah Malang.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-12-31
Section
Articles