KESADARAN GURU UNTUK MENGOPERASIKAN SIMPATIKA DI MTS NEGERI BATU

  • Ianatut Tazkiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Keywords: Teacher, Teacher Certification, SIMPATIKA

Abstract

The Teacher Professional Education Program (PPG) is one of the efforts to improve the quality of teachers to be more professional. In addition, the government's efforts to reward teachers who have passed PPG to get teacher certification allowances. this isa policy through the consideration that teachers as educators who teach and transfer knowledge is a noble thing. The government provides a policy for teachers who have passed PPG to be submitted for teacher certification, apart from being a professional teacher, they also receive additional allowances in addition to the basic salary. After doing PPG and getting teacher certification, many teachers are not aware that to get teacher allowances, they have to fulfill administrative requirements again with a periodic period (routine). This awareness is sometimes not understood by madrasa teachers, especially teachers who are old to operate SIMPATIKA as a means of information for employees and education personnel. Researchers are interested in researching related to this through street vendors held at MTsN Batu, this problem is unique and it is hoped that it will become a Madrasah Follow-Up Plan. The formulation of the problem is, first: how is the process for applying for teacher honoraria at SIMPATIKA? Two: what is the problem with teacher limitations in completing the application for disbursement of teacher certification fees at SIMPATIKA? The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques of observation, interviews and documentation. The results of this study are one: the certification application process is quite long and involves the cooperationof the Head, Administration, Deputy Head and the teacher himself. Two, there is a lack of understanding and awareness from every teacher that in order to get a liquidated teacher certification fee, several files must be prepared by a teacher who is sitting, and some teachers understand that these files are only needed at the beginning when they get teacher certification.

Abstrak

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah salah satu upaya meningkatkan mutu guru agar lebih profesional. Selain itu usaha pemerintah untuk memberi reward kepada guru yang sudah lulus PPG untuk bisa mendapat tunjangan sertifikasi guru. hal ini merupakan kebijakan melalui pertimbangan bahwa guru sebagai pendidik yang mengajari dan mentransfer ilmu adalah hal yang mulia. Namun, banyak orang yang mengatakan bahwa usaha guru dalam mendidik tidak sepadan dengan apa yang didapat. Dalam hal ini berbicara terkait honor. Pemerintah memberi kebijakan untuk guru yang telah lulus PPG untuk diajukan mendapat sertifikasi guru, selain karena untuk predikat guru profesional, juga mendapat tambahan tunjangan selain gaji pokok. Setelah melakukan PPG dan mendapat sertifikasi guru, banyak guru yang kurang sadar bahwa untuk mendapat tunjangan guru adalah harus memenuhi syarat administrasi lagi dengan jangka waktu berkala (rutinitas). Kesadaran inilah yang kadang kurang dipahami oleh guru madrasah, khususnya guru yang sudah sepuh (tua) untuk mengoperasikan SIMPATIKA sebagai sarana informasi Pegawai dan Tenaga Kependidikan. Peneliti tertarik untuk meneliti terkait hal ini melalui PKL yang dilaksanakan di MTsN Batu, permasalahan ini yang unik diteliti dan harapannya nanti bisa menjadi sebuh Rencana Tindak Lanjut madrasah. Adapun rumusan masalahnya adalah, pertama: bagaimana proses pengajuan honorer guru di SIMPATIKA? Dua: apa problem keterbatasan guru dalam melengkapi berkas pengajuan pencairan honor guru sertifikasi di SIMPATIKA? Untuk metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah satu: proses pengajuan sertifikasi yang cukup panjang dan melibatkan kerjasama Kepala, Tata Usaha, Wakil Kepala dan guru sendiri. Dua, kurangnya paham dan kesadaran dari setiap guru bahwa untuk mendapat cair honor sertifikasi guru diperlukan beberapa berkas yang harus disiapkan oleh guru yang bersangkuran, dan beberapa guru memahami bahwa berkas tersebut hanya perlu di awal ketika mendapat sertifikasi guru.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anonim. (2021). Rizki: Guru Honorer Bersertifikat Pendidik Belum Terima TPG, Ada Apa?Jpnn.Com. https://www.jpnn.com/news/rizki-guru-honorer-bersertifikat-pendidik-belum-terima-tpg-ada-apa

Dosen Pendidikan. (n.d.). Sertifikasi Guru. https://www.dosenpendidikan.co.id/sertifikasi-guru/

Handoko, T. H. (n.d.). Manajemen(2nd ed.).BPEF.Hermawan, D. (2007). Profesionalisasi dan Sertifikasi Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal Administrasi Pendidikan, 5(1). file:///C:/Users/user/Downloads/6179-12201-1-SM.pdf

Kementerian Agama. (n.d.). SIMPATIKA. Kementerian Agama. https://simpatika.kemenag.go.id/madrasah

Kurniadin, D. (2016). Manajemen Pendidikan. Ar-ruzz Media.

Marno. (2013). Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam. PT Refika Aditama.

Mubarak. (2019). Implementasi Sistem Informasi Dan Manajemen Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (Simpatika) Dalam Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Madrasah(Di Kantor Kementerian Agama Kota Binjai).

Prihatin, E. (2011). Teori Administrasi Pendidikan. Alfabeta.

Rohman, M. (2012). Manajemen Pendidikan. Prestasi Pustakaraya.

Suhardan, D. (2011). Manajemen Pendidikan. Alfabeta.Sule, E. T. (2014). Pengantar Manajemen. Prenadamedia Group.

Published
2022-06-27