Peran Notaris dan PPAT dalam Proses Peralihan Hak atas Tanah

  • Rifky Astriansyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia
  • Habieb Ahmad Al Musyaddady Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia
Keywords: Legal Certainty; Land Deed Official (PPAT), Land Rights Transfer; Notary

Abstract

The transfer of land rights is a cornerstone of Indonesian land law, designed to guarantee legal certainty and protect the rights of the community. This process, whether facilitated through sales, grants, or inheritance, relies heavily on the expertise of notaries and Land Deed Officials (PPAT), who are tasked with ensuring the legitimacy of these transactions. Notaries are responsible for drafting authentic deeds and offering legal counsel, while PPATs specialize in creating land rights transfer deeds and overseeing administrative compliance, including the payment of the Land and Building Acquisition Duty (BPHTB). This study employs a qualitative approach with descriptive analysis, drawing on a comprehensive review of existing literature and regulations. By analyzing these sources, the research highlights the pivotal role notaries and PPATs play in fostering a land system that is transparent, accountable, and less prone to disputes. The findings underscore that the responsibilities of notaries and PPATs extend beyond deed creation to include land status verification, abuse prevention, and adapting to digital administration systems. Professionalism, integrity, and technological adaptability are essential in ensuring that land rights transfers are legally sound, efficient, and offer certainty to all stakeholders.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah, S. (2023). Batasan Kewenangan dan Tanggung Jawab Notaris-PPAT dalam Edukasi Prosedur Pembuatan Akta Otentik Ditinjau dari Pasal 51 KUHP. Journal of Education Research, 4(1), 67–72. https://doi.org/10.37985/jer.v4i1.125

Amal, H. L., & Yunanto, Y. (2024). Pelaksanaan Tugas dan Kewenangan Notaris dalam Membuat Akta yang Berhubungan dengan Pertanahan. Notarius, 17(3), 1836–1854. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/nts.v17i3.65741

Ariesta Rahman, F. (2018). Penerapan Prinsip Kehati-Hatian Notaris Dalam Mengenal Para Penghadap. Jurnal Lex Renaissance, 3(2), 423–440. https://doi.org/10.20885/jlr.vol3.iss2.art11

Ariyanti, S. (2006). Pemungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam Jual Beli Tanah Danatau Bangunan di Kota Semarang [Universitas Dipenegoro Semarang]. https://eprints.undip.ac.id/18266/1/SRI__ARIYANTI.pdf

Chandra, I., Salim, A., & Isnaeni, B. (2024). Tanggung Jawab PPAT Terhadap Pendaftaran Peralihan Hak Atas Tanah yang Menjadi Objek Sengketa Ditinjau dari PP Nomor 24 Tahun 2016. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(5), 3747. https://doi.org/https://doi.org/10.56799/jceki.v3i5.4770

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. In Writing Center Talk over Time (5th ed.). SAGE Publication. https://doi.org/10.4324/9780429469237-3

Dewi, R. A. R. M., & Susantio, C. (2024). Penggunaan Sertifikat Elektronik untuk Meningkatkan Efisiensi Pendaftaran Tanah dalam Upaya Pencegahan Mafia Tanah. Jurnal Syntax Admiration, 5(9), 3382–3392. https://doi.org/10.46799/jsa.v5i9.1441

Eva Husnun Nabila Octavyani. (2025). Perlindungan Hukum Terhadap Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam Peralihan Hak Atas Tanah Kavling Perumahan yang Menjadi Objek Sengketa. Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik Dan Humaniora, 2(2), 21–31. https://doi.org/10.62383/progres.v2i2.1585

Fahrurrozie, M. A., & Priyono, E. A. (2024). Peranan Notaris Dan PPAT Dalam Perjanjian Melalui Media Elektronik (Menghadapi Revolusi Industri 4.0). Notarius, 17(1), 531–546. https://doi.org/10.14710/nts.v17i1.45534

Khair, V. M., & Assyahri, W. (2024). Optimalisasi Administrasi Pertanahan di Indonesia: Tantangan dan Strategi Menuju Kepastian Hukum. JPAMS : Journal of Public Administration and Management Studies, 2(2), 55–62. https://journal.umnyarsi.ac.id/index.php/JPAMS/article/view/114

Khesly, S. (2025). Peran Notaris dalam Mencegah dan Melaporkan Tindak Pidana Pencucian Uang dalam Transaksi Keuangan Mencurigakan. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik, 5(3), 2629–2638. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i3.3586

Klau, R. G., Muhammad Saiful Fahmi, & Andi Ervin Novara Jaya. (2024). Kepastian Hukum Akta Notaris Pengganti: Tinjauan Atas Legalitas Dan Keabsahan. Collegium Studiosum Journal, 7(1), 96–101. https://doi.org/10.56301/csj.v7i1.1301

Kurnia, I., Fernandha, R. D., & Goldwen, F. (2023). Peralihan Hak Milik Atas Tanah Melalui Hibah Dalam Hukum Islam. Jurnal Serina Abdimas, 1(3), 1089–1093. https://doi.org/https://doi.org/10.24912/jsa.v1i3.26151

Limbong, T. M., Dewi, A. T., & Sitompul, R. M. (2022). Tanggung Jawab Ppat Atas Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (Bphtb) Pada Akta Jual Beli Tanah Dan Bangunan Di Kota Medan. Law Jurnal, 3(1), 57–69. https://doi.org/10.46576/lj.v3i1.2297

Lubis, D. (2021). Peralihan Hak Atas Tanah Yang Tidak Diketahui Keberadaan Pemiliknya. Recital Review, 3(1), 106–121. https://doi.org/10.22437/rr.v3i1.10654

Maghribi, M. F., & Ispriyarso, B. (2022). Peran PPAT Terhadap Aspek Perpajakan Dalam Transaksi Jual Beli Tanah Dan Bangunan. Notarius, 15(1), 105–119. https://doi.org/10.14710/nts.v15i1.46027

Maulidi, M. J., Arba, M., & Kaharuddin, K. (2017). Analisis Hukum Tentang Peralihan Hak Milik Atas Tanah Dengan Bukti Akta Di Bawah Tangan Sebagai Dasar Pendaftaran Tanah Untuk Pertama Kali (Studi Di Kabupaten Lombok Tengah). Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 5(3), 414. https://doi.org/10.29303/ius.v5i3.504

Nadilatunnisa, N. (2025). Peran Notaris Dalam Pengalihan Hak Atas Tanah Yang Ditetapkan Sebagai Tanah Terlantar. Unes Journal of Swara Justisia, 9(2), 232–242. https://doi.org/10.31933/83h87g61

Novita Sari, I. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. UNISMA Press. https://www.researchgate.net/profile/Supriyono-Supriyono-10/publication/369906887_METODE_PENELITIAN_KUALITATIF/links/6432c74520f25554da1d3649/METODE-PENELITIAN-KUALITATIF.pdf

Prihandini, A. D., & Cahyarini, L. L. (2023). Peran Tanggung Jawab PPAT dalam Perhitungan Pajak BPHTB Demi Mewujudkan Kepastian Hukum. Notarius, 16(3), 1294–1308. https://doi.org/10.14710/nts.v16i3.41297

Rahayu, A. (2018). Pengaturan Kewenangan Pembuatan Akta Pertanahan Antara Notaris Dan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Recital Review, 1(1), 96–107. https://doi.org/10.22437/rr.v1i1.6111

Redhawati, D., & Roza, D. (2025). Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Tanah Karena Pewarisan Dalam Rangka Menjamin Kepastian Hukum. Ekasakti Legal Science Journal, 2(2), 152–163. https://doi.org/10.60034/qc446855

Saputri, D. A., Aribie, D. C., & Hartono, F. (2024). Jurnal Tata Kelola Hukum. Jurnal Tata Kelola Hukum, 8(4), 1–3. https://law.ojs.co.id/index.php/jtkh/article/view/171

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, R&D. Alfabeta.

Wonte, A. F., Sondakh, J., & Muaja, H. S. (2022). Peranan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Dalam Pembuatan Akta Tanah Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Lex Administratum, 10(2), 1–11. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/administratum/article/view/40467

PlumX Metrics

Published
2026-03-30
How to Cite
Astriansyah, R., & Al Musyaddady, H. (2026). Peran Notaris dan PPAT dalam Proses Peralihan Hak atas Tanah. MLIJo: Journal of Law and Islamic Thought, 1(1), 35-45. https://doi.org/10.18860/mlijo.v1i1.12334
Section
Articles