https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/albalad/issue/feed Al-Balad: Journal of Constitutional Law 2026-07-08T11:05:14+00:00 Yayuk Whindari albalad@syariah.uin-malang.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Al-Balad: Journal of Constitutional Law</strong> merupakan sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari riset-riset mahasiswa di bidang hukum tata negara dengan berbagai aspek dan pendekatan. <strong>Al-Balad</strong> terbit empat kali dalam setahun. <strong>Al-Balad</strong> dikelola oleh Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.</p> <table width="100%"> <tbody> <tr> <td> <p>E-ISSN: 2775-6267</p> </td> </tr> </tbody> </table> <p>&nbsp;</p> https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/albalad/article/view/18259 Telaah Yuridis Pemidanaan Pencucian Uang yang Dilakukan dari Balik Lapas: Putusan Nomor 125/Pid.Sus/2019/PN Mad 2026-07-07T17:41:24+00:00 Ahsin Dinal Mustofa ahsin_dm@uin-malang.ac.id Sru Handaru sruhandaru@gmail.com Athiyyah Salsabila athiyyahsalsabila39@gmail.com Adelia Putri Calista adelptri33@gmail.com Nor Hasmina hasmina5564@gmail.com Dinda Febrilia dindafebrilia63@gmail.com <p>Fenomena tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dikendalikan dari balik jeruji besi mencerminkan masalah struktural sistematik dalam sistem peradilan pidana dan penegakan hukum di tanah air. Artikel ini mengkaji putusan pengadilan negeri setempat Nomor 125/Pid.Sus/2019/PN.Mad sebagai obyek kajian untuk menganalisa bagaimana hukum pidana merespons tindak kejahatan terorganisir yang dilakukan oleh narapidana pecandu narkoba. Melalui pendekatan yuridis normatif dan tinjauan putusan, penelitian ini menyoroti konstruksi hukum terhadap perbuatan TPPU yang dilakukan dari kejauhan, penggunaan orang ketiga dalam transaksi keuangan, serta penerapan prinsip tanggung jawab pidana berdasarkan penguasaan dan pengendalian atas dana haram. Temuan mengindikasikan bahwa meskipun pelakunya berada di balik pintu sel, guna memastikan konsistensi dan efektivitas dalam penegakan hukum TPPU. Dengan demikian, sistem pemidanaan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan edukatif dalam memutus rantai kejahatan terorganisir yang merusak integritas ekonomi dan hukum nasional.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-07-03T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/albalad/article/view/25246 Penerapan Asas Salus Populi Suprema Lex Esto pada Pengaturan Fiskal dan Kesehatan dalam Cukai Rokok Perspektif Maslahah Mursalah 2026-07-08T11:05:14+00:00 Nasywa Nur Azizah nasywaazizah27@gmail.com Abdul Kadir abdulkadir@uin-malang.ac.id <p>Cukai Hasil Tembakau (CHT) merupakan pungutan negara dan menjadi salah satu sumber penerimaan negara terhadap barang yang pemakaiannya menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup serta konsumsinya perlu dikendalikan. Namun, di tengah keterbatasan ruang fiskal dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan program prioritas nasional, pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif CHT pada tahun 2025 serta menunda kenaikan hingga tahun 2026. Kebijakan ini menimbulkan perdebatan mengenai arah pengaturan fiskal dan kesehatan dalam cukai rokok di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asas salus populi suprema lex esto pada pengaturan fiskal dan kesehatan dalam cukai rokok serta ditinjau perspektif <em>maslahah mursalah</em>. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (<em>statute approach</em>) dan pendekatan konseptual (<em>conceptual approach</em>). Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara yuridis kualitatif dengan menafsirkan serta mengkaji norma hukum yang berlaku dan mengaitkannya dengan konsep <em>maslahah mursalah</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan fiskal dan kesehatan dalam cukai rokok masih menimbulkan disharmonisasi antara kepentingan penerimaan negara dan perlindungan kesehatan masyarakat. Cukai rokok belum optimal sebagai instrumen pengendalian konsumsi karena harga rokok masih relatif terjangkau dan aksesnya mudah. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan asas <em>Salus Populi Suprema Lex Esto </em>serta belum memenuhi prinsip maslahah mursalah karena manfaat kebijakan belum terdistribusi secara adil dan belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan umum.</p> 2026-07-08T11:03:02+00:00 ##submission.copyrightStatement##