https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/issue/feed Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial 2026-06-22T16:14:36+00:00 Saiful Amin dinamikasosial@uin-malang.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (<a title="EISSN" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2828-4763">E-ISSN: 2828-4763</a>)</strong> adalah sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari hasil penelitian di bidang pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial, baik literatur (<em>library research</em>) maupun lapangan (<em>field research</em>), dengan berbagai pendekatan. Jurnal ini&nbsp;terbit empat kali dalam setahun di bulan Januari-Maret, April-Juni, Juli-September dan Oktober-Desember. Bahasa yang digunakan adalah Indonesia dan Inggris.&nbsp;<strong>Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial</strong>&nbsp;dikelola oleh <a title="Tarbiyah" href="https://fitk.uin-malang.ac.id/">Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang</a></p> <p><strong>Journal Template:</strong> <a title="template" href="https://docs.google.com/document/d/10BiCNOVEplEs4ZsJnqRcPRjxGRriA4gk/edit?usp=sharing&amp;ouid=105763978610795099692&amp;rtpof=true&amp;sd=true">Download Here</a></p> https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/17898 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN VISUAL THINKING PADA MATERI IPS 2026-05-16T05:13:35+00:00 Nimas Yuhyih Wakindiyah nimasywakindiyah@gmail.com Alfiana Yuli Efiyanti alfi_huda@pips.uin-malang.ac.id <p>One of the essential cognitive skills required by students to comprehend academic content is the ability to think visually. Employing suitable edu cational media can significantly enhance this cognitive capability. Observations conducted at MTs Al Maarif 02 Singosari revealed that students exhibited underdeveloped visual thinking skills. This shortcoming was attributed to the use of media that lacked engagement and interactivity. Hence, there is a pressing need to implement more dynamic and stimulating learning tools that can strengthen students’ visual thinking, particularly in the context of social studies. The purpose of this research is to explore how media integrating Augmented Reality (AR) influences learners' visual thinking in social studies. Such a skill is vital in this subject area, as it enables students to interpret spatial data and examine social issues more effectively. This investigation adopted a quasi-experimental approach with a design that involved only a post-test phase. Data was gathered using objective tests composed of multiple-choice questions reflecting several dimensions of visual thinking: Looking, Seeing, Imagining, Showing, and Telling. For data analysis, the independent samples t-test was employed with the aid of SPSS version 26. The findings indicated a statistically significant difference (p &lt; 0.05) between the visual thinking performance of students exposed to AR media and those who experienced conventional instruction. Learners in the AR-enhanced group consistently achieved higher average scores across all visual thinking indicators. These results suggest that integrating AR into educational media can foster deeper, more interactive, and meaningful comprehension of social studies material.&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kemampuan <em>visual thinking </em>menjadi salah satu kemampuan yang sangat penting di era saat ini merupakan salah satu keterampilan berpikir yang penting. Untuk membantu kemampuan tersebut, butuh penggunaan media pembelajaran yang tepat. hasil observasi di MTs Al Maarif 02 Singosari menunjukan kemampuan <em>Visual thinking</em> yang kurang maksimal. Hal ini terjadi karena penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik dan interaktif. Oleh karena itu media pembelajaran yang tepat sangat diperlukan dengan tujuan membantu siswa memiliki kemampuan <em>Visual thinking</em>, terutama pada materi IPS. Penelitian ini hadir untuk memahami bagaimana <em>Augmented Reality </em>(AR) terhadap kemampuan <em>visual thinking</em> siswa pada materi IPS. Kemampuan <em>visual thinking</em> dinilai penting dalam pembelajaran IPS karena membantu siswa memahami informasi spasial, menganalisis fenomena sosial. Penelitian memanfaatkan metode penelitian yakni dengan kuasi eksperimen desain <em>post-test only</em>. Teknik pengumpulan data melalui tes. Tes yang diberikan berupa soal pilihan ganda yang mencakup indikator <em>Looking, Seeing, Imagining dan Showing and Telling</em>, guna mengukur kemampuan <em>Visual thinking</em> siswa. Data dianalisis menggunakan uji <em>Independent Sample T-Test</em> berbantuan aplikasi SPSS 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan (p &lt; 0,05) antara kemampuan <em>visual thinking</em> siswa yang belajar menggunakan media AR dibandingkan ] menggunakan media konvensional. Skor tinggi ditujukan Siswa pada kelompok eksperimen, kelas ini berhasil menempuh seluruh indikator kemampuan <em>visual thinking</em>. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media berbasis AR dapat meningkatkan kemampuan berpikir visual siswa dalam memahami materi IPS secara lebih interaktif dan bermakna.</p> 2026-05-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/25219 PENGARUH PENDAMPINGAN PENGAWAS SEKOLAH, LITERASI GURU, DAN PEMANFAATAN AI TERHADAP KOMPETENSI GURU IPS 2026-05-16T05:05:17+00:00 Nanang Dwyanti nanangdwyanti20@gmail.com Endah Andayani endahandayani@unikama.ac.id Rusno Rusno rusno@unikama.ac.id <p>This study aims to determine the effect of school supervisor mentoring, teacher literacy, and the use of AI (Artificial Intelligence) on the competence of social studies teachers in developing differentiated teaching modules. The research method uses a quantitative approach with a correlational survey method, with a research instrument in the form of a questionnaire using a five-point Likert scale. The location of this research was carried out in six public secondary schools in Baubau City, namely SMP Negeri 1 Baubau, SMP Negeri 2 Baubau, SMP Negeri 4 Baubau, SMP Negeri 5, SMP Negeri 7 Baubau, and SMP Negeri 18 Baubau, which are located in two sub-districts, namely Wolio District and Murhum District. The subjects of the study were social studies teachers who received mentoring from school supervisors, had utilized AI (Artificial Intelligence) in learning and had a high level of literacy. Data analysis techniques used descriptive and inferential statistics, using questionnaire scores from the independent and dependent variables. Multiple linear regression analysis was used to analyze the data. The results indicate that school supervisor mentoring, teacher literacy, and the use of AI (Artificial Intelligence) simultaneously and partially influence social studies teachers' competency in developing differentiated teaching modules.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan pengawas sekolah, literasi guru, dan penggunaan AI (Kecerdasan Buatan) terhadap kompetensi guru IPS dalam mengembangkan modul pembelajaran diferensiasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional, dengan instrumen penelitian berupa kuesioner menggunakan skala Likert lima poin. Lokasi penelitian ini dilakukan di enam sekolah menengah negeri di Kota Baubau, yaitu SMP Negeri 1 Baubau, SMP Negeri 2 Baubau, SMP Negeri 4 Baubau, SMP Negeri 5, SMP Negeri 7 Baubau, dan SMP Negeri 18 Baubau, yang terletak di dua kecamatan, yaitu Kabupaten Wolio dan Kabupaten Murhum. Subjek penelitian adalah guru IPS yang menerima pendampingan dari pengawas sekolah, telah menggunakan AI (Kecerdasan Buatan) dalam pembelajaran dan memiliki tingkat literasi yang tinggi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial, dengan menggunakan skor kuesioner dari variabel independen dan dependen. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan pengawas sekolah, literasi guru, dan penggunaan AI (Kecerdasan Buatan) secara simultan dan parsial memengaruhi kompetensi guru IPS dalam mengembangkan modul pembelajaran yang terdiferensiasi.</p> 2026-05-16T05:05:17+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/18444 INTERNALISASI NILAI NASIONALISME MELALUI PENDIDIKAN NONFORMAL: STUDI KASUS DI SANGGAR BIMBINGAN SUNGAI MULIA MALAYSIA 2026-05-16T12:14:57+00:00 Hikmah Wifaqi hikmahifaa@gmail.com <p>Indonesian migrant workers' children in Malaysia experience limitations in accessing formal education because they do not have official documents. This condition makes non-formal education the main alternative, one of which is at the Sungai Mulia 5 Guidance Center, Malaysia. This study aims to analyze the process of internalizing nationalistic values and students' perceptions of national identity at this institution. The method used is qualitative with a case study approach through observation, documentation, and interviews with administrators, teachers, and seven students from the islands of Java, Sumatra, and Sulawesi. The results of the study show the internalization of nationalistic values through three stages, namely value transformation through the use of the Indonesian language and social science materials, value transaction through interaction at flag ceremonies, and value transinternalization through the habit of speaking Indonesian, respect for state symbols, and Independence Day celebrations. The students' perceptions were positive, as demonstrated by their pride in being Indonesian despite living in Malaysia, as well as their aspirations to continue their education in their homeland. This study confirms that non-formal education plays an important role in strengthening the national identity of Indonesian migrant workers' children in Malaysia.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia mengalami keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal karena tidak memiliki dokumen yang resmi. Kondisi ini menjadikan pendidikan nonformal sebagai alternatif utama, salah satunya di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai nasionalisme dan persepsi siswa terhadap identitas kebangsaan di lembaga tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui Observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan pengelola, guru, dan tujuh siswa yang berasal dari pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Hasil penelitian menunjukkan internalisasi nilai nasionalisme dilakukan melalui tiga tahap, yaitu transformasi nilai dengan penggunaan bahasa Indonesia dan materi Ilmu Pengetahuan Sosial, transaksi nilai melalui interaksi pada upacara bendera, serta transinternalisasi nilai melalui kebiasaan berbahasa Indonesia, penghormatan simbol negara, dan perayaan Hari Kemerdekaan. Persepsi siswa bersifat positif, ditunjukkan dengan rasa bangga menjadi orang Indonesia meskipun hidup di Malaysia, serta adanya cita-cita melanjutkan pendidikan di tanah air. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan nonformal berperan penting dalam memperkuat identitas nasional anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.</p> 2026-05-16T12:14:57+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/25501 PENGARUH MEDIA CHROMEBOOK TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SEKOLAH INKLUSI 2026-05-16T14:29:23+00:00 Holifah Wahyuni radentiyodiningrat@gmail.com Sudi Dul Aji sudi@unikama.ac.id Endang Surjati endang_unikama@unikama.ac.id <p>This study aims to analyze the influence of Chromebook media use on learning interests and learning outcomes of inclusive school students. The approach used is quantitative with a <em>quasi-experimental design</em> method using <em>a pretest-posttest nonequivalent control group design</em>. The research subjects amounted to 32 grade V students in three inclusion elementary schools in Cluster 02 of Kraksaan District, which were divided into experimental groups and control groups. Data collection was carried out through learning interest questionnaires, learning outcome tests, and observation of student involvement. Data analysis used descriptive and inferential tests, including normality, homogeneity, <em>paired sample t-test</em>, and <em>independent sample t-test</em>. The results showed that there was a significant difference between the experimental and control groups. The use of Chromebook media was shown to increase students' interest in learning, which was shown by a higher increase in scores compared to the control group. In addition, student learning outcomes also increased with an N-Gain value of 0.60 (medium category) in the experimental group, higher than the control group of 0.24 (low category). These findings suggest that Chromebook media is effective in increasing student interest and learning outcomes in inclusive schools. Therefore, the use of technology-based learning media is recommended as an alternative to adaptive and innovative learning strategies.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media Chromebook terhadap minat belajar dan hasil belajar siswa sekolah inklusi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (<em>quasi-experimental design</em>) menggunakan desain&nbsp;<em>pretest-posttest nonequivalent control group</em>. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa kelas V pada tiga Sekolah Dasar inklusi di Gugus 02 Kecamatan Kraksaan, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui angket minat belajar, tes hasil belajar, serta observasi keterlibatan siswa. Analisis data menggunakan uji deskriptif dan inferensial, meliputi uji normalitas, homogenitas,&nbsp;<em>paired sample t-test</em>, dan&nbsp;<em>independent sample t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Penggunaan media Chromebook terbukti meningkatkan minat belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Selain itu, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dengan nilai N-Gain sebesar 0,60 (kategori sedang) pada kelompok eksperimen, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 0,24 (kategori rendah). Temuan ini menunjukkan bahwa media Chromebook efektif dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa di sekolah inklusi. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang adaptif dan inovatif.</p> 2026-05-16T14:29:23+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/21588 INTERNALISASI NILAI KEPEDULIAN SOSIAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER TANGGUNG JAWAB MAHASISWA DI ERA MODERN 2026-05-16T15:11:22+00:00 Lukas Sri Utami 220102110098@student.uin-malang.ac.id Saiful Amin amin.geo87@pips.uin-malang.ac.id <p>This study aims to describe the internalisation of social care values among students and its impact on the formation of responsible character in the modern era. The research method uses a mixed method approach with quantitative data collection in the form of a Likert scale questionnaire distributed to 110 students, with data analysis techniques using descriptive statistics, normality tests, and nonparametric test. Qualitative data was collected through in-depth interviews with six informants from different universities. The results showed that social awareness was reflected in academic assistance, emotional support, social solidarity, and involvement in environmental activities. Factors that encouraged social awareness included family values, personal experiences, empathy, religion, and a positive social environment. The study also found that the internalisation of social concern values contributes to the formation of students' responsible character, as seen in their disciplined attitude, ability to uphold commitments, and awareness of maintaining trust. Academic activities, organisations, and campus social activities also strengthen the character-building process. The results of this study indicate that the campus environment supports the development of social values as part of character building for students in the modern era. Recommendations for further research include expanding the sample size, using direct observation methods, and strengthening additional related variables.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan internalisasi nilai kepedulian sosial pada mahasiswa serta dampaknya terhadap pembentukan karakter tanggung jawab di era modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan <em>mix method</em> dengan pengumpulan data kuantitatif berupa angket skala <em>likert</em> yang disebarkan kepada 110 mahasiswa, dengan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji nonparametrik. Data kualitatif melalui wawancara mendalam kepada enam narasumber dari universitas berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepedulian sosial tercermin melalui bantuan akademik, dukungan emosional, solidaritas sosial, dan keterlibatan dalam kegiatan lingkungan. Faktor yang mendorong munculnya kepedulian meliputi nilai keluarga, pengalaman pribadi, empati, agama, serta lingkungan pertemanan yang positif. Penelitian juga menemukan bahwa internalisasi nilai kepedulian sosial berkontribusi pada pembentukan karakter tanggung jawab mahasiswa, yang terlihat dari sikap disiplin, kemampuan memegang komitmen, serta kesadaran menjaga amanah. Aktivitas akademik, organisasi, dan kegiatan sosial kampus turut memperkuat proses pembentukan karakter tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan lingkungan kampus yang mendukung pengembangan nilai sosial sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa di era modern. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya mencakup perluasan sampel, penggunaan metode observasi langsung, serta penguatan variabel tambahan yang terkait dengan pembentukan karakter generasi muda.</p> 2026-05-16T15:07:28+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/25365 PENANAMAN NILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI MADRASAH ALIYAH 2026-05-27T09:35:51+00:00 Ilmi Firdausi Nuzula ilmifirdausi117@gmail.com <p>This study aims to describe the instillation of environmental care character values through Geography learning and to identify the supporting and inhibiting factors at MA Ahmad Yani Jabung Malang, a madrasah located in an industrial area. The research uses a qualitative method with a case study approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with Geography teachers, homeroom teachers, and students, as well as document analysis of teaching modules, schedules, and activity photographs. The findings reveal that the instillation of environmental care character values is carried out through three stages: planning through the development of teaching modules that integrate environmental care values; implementation using lectures, group discussions, presentations, and the habituation of the "LISA" (See Trash, Take It) slogan; and evaluation through AMBAK (What Does It Mean to Me?) reflection and digital poster assignments using Canva. Supporting factors include interactive learning methods and adequate facilities. Inhibiting factors include time constraints of two times thirty minutes per session and fluctuations in student focus. This study recommends strengthening the consistency of habituation and optimizing the supervision of gadget use.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman nilai karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran Geografi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MA Ahmad Yani Jabung Malang, sebuah madrasah yang berada di kawasan industri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru Geografi, wali kelas, dan siswa, serta analisis dokumen berupa modul ajar, jadwal, dan foto kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai karakter peduli lingkungan dilakukan melalui tiga tahap: perencanaan melalui penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan nilai peduli lingkungan; pelaksanaan menggunakan metode ceramah, diskusi kelompok, presentasi, serta pembiasaan slogan LISA (Lihat Sampah Ambil); dan evaluasi melalui refleksi AMBAK (Apa Manfaatnya Bagiku) serta penugasan poster digital menggunakan Canva. Faktor pendukung meliputi metode pembelajaran interaktif dan sarana prasarana yang memadai. Faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu dua kali tiga puluh menit per pertemuan dan fluktuasi fokus belajar peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan konsistensi pembiasaan dan optimalisasi pengawasan penggunaan gawai.</p> 2026-05-27T09:35:51+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/25829 STRATEGI GURU DALAM MENUMBUHKAN COMPETITIVENESS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS 2026-05-27T10:05:22+00:00 Rahmania Ramadhani Dzikrullooh 220102110097@student.uin-malang.ac.id <p>This study aims to analyze the planning of teacher strategies in fostering student <em>competitiveness</em>, the implementation of those strategies in the classroom, and the evaluation methods used by teachers to cultivate student <em>competitiveness</em> within Social Studies lessons. This study employs a qualitative approach with a field research design, conducted at MTs Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Research subjects were selected through purposive sampling, including the headmaster, vice-head of curriculum, Social Studies teachers, and students actively involved in the learning process. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data validity was ensured through source and technique triangulation, while data analysis followed the Miles and Huberman model, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The research findings indicate that teacher strategy planning is carried out through the preparation of instructional tools, the setting of clear classroom goals, and the design of activities that encourage student participation and learning challenges. Furthermore, the implementation of these strategies is realized through interactive learning such as discussions, quizzes, and the provision of competitive stimuli capable of fully activating student engagement. Evaluation is utilized not only to measure learning outcomes but also as a foundation for reflection and the continuous improvement of instructional strategies. This study contributes to the strengthening of teaching practices in madrasas, the enrichment of academic studies at universities, and the development of Social Studies learning oriented toward student <em>competitiveness</em>.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk pertama, menganalisis perencanaan strategi guru dalam menumbuhkan <em>competitiveness</em> siswa, kedua menganalisis pelaksanaan strategi guru dalam menumbuhkan <em>competitiveness</em> siswa, dan strategi guru dalam mengevaluasi pembelajaran untuk menumbuhkan <em>competitiveness</em> siswa pada pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Lokasi penelitian di MTs Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Subjek penelitian dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>, meliputi kepala madrasah, waka kurikulum, guru IPS dan siswa yang terlibat aktif dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, perencanaan strategi guru dilakukan melalui penyusunan perangkat pembelajaran, penetapan tujuan kelas yang jelas, serta perancangan aktivitas yang mendorong partisipasi dan tantangan belajar siswa. Kedua, pelaksanaan strategi diwujudkan melalui pembelajaran interaktif seperti diskusi, kuis, dan pemberian stimulus kompetitif yang mampu mengaktifkan keterlibatan siswa secara menyeluruh. Ketiga, evaluasi dimanfaatkan tidak hanya untuk mengukur hasil belajar, tetapi juga sebagai dasar refleksi dan perbaikan strategi pembelajaran secara berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi dalam penguatan praktik pembelajaran di madrasah, pengayaan kajian akademik di universitas, serta pengembangan pembelajaran IPS yang berorientasi pada daya saing siswa.</p> 2026-05-27T10:05:22+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/29282 ANALISIS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT: STUDI KASUS EVENT JEMBER FASHION CARNAVAL 2026-06-21T06:40:34+00:00 Kurnia Maulidi Noviantoro maulidinovan.fkip@unej.ac.id Inaz Khusnul Khotimah inazkkhotimah@unej.ac.id Chalia Chistella chalia@unej.ac.id <p>The creative economy has become a crucial sector in the Indonesian economy, with the Jember Fashion Carnival (JFC) being a prominent example of an event contributing to local economic growth. This study aims to analyze the impact of JFC on the economy of Jember Regency, particularly on the tourism and UMKM sectors. This study employed a qualitative approach with observation, interviews, and literature review methods to collect data related to the economic impact before, during, and after the JFC. The research results show that JFC plays a significant role in increasing tourist visits, which has a positive impact on income in various sectors such as tourism and business actors in the culinary, service and handicraft sectors. Furthermore, JFC also encourages the promotion of local cultural potential at the national and international levels. JFC is not only a cultural event but also plays a role as a driver of regional economic growth. The sustainability of JFC needs to be supported through collaboration between the government, business actors, and the community to maintain its economic benefits for Jember Regency. This research is expected to serve as a reference for the development of culture-based events as a strategy to improve the creative economy in other regions.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Ekonomi kreatif telah menjadi sektor penting dalam perekonomian Indonesia, dengan <em>Jember Fashion Carnaval</em> (JFC) sebagai salah satu contoh event yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak JFC terhadap perekonomian Kabupaten Jember, khususnya pada sektor pariwisata dan UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan studi literatur untuk mengumpulkan data terkait dampak ekonomi sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan JFC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JFC berperan signifikan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, yang berdampak positif pada pendapatan di berbagai sektor seperti sektor pariwisata maupun pelaku UMKM di bidang kuliner, jasa, dan kerajinan tangan. Selain itu, JFC juga mendorong promosi potensi budaya lokal ke tingkat nasional dan internasional. JFC tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga berperan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Keberlanjutan JFC perlu didukung melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat guna menjaga manfaat ekonominya bagi Kabupaten Jember. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan <em>event</em> berbasis budaya sebagai strategi peningkatan ekonomi kreatif di daerah lain.</p> 2026-06-21T06:40:34+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/25278 KAJIAN GEOGRAFI BUDAYA TRADISI NYADRAN MASYARAKAT DESA SONOAGENG 2026-06-22T12:51:03+00:00 Pradya Purbhorini ppurbho@gmail.com Suwito Suwito suwito@unikama.ac.id Roni Alim Ba’diyah Kusufa roniabk@unikama.ac.id <p><em>Nyadran</em> is a traditional ritual that continues to this day. The <em>Nyadran</em> tradition is generally carried out as a means of expressing gratitude to God for abundant crops. This study aims to determine the activities included in the <em>Nyadran</em> ritual, especially in Sonoageng Village. Furthermore, it also examines the <em>Nyadran</em> ritual from a cultural geography perspective. The research method used in this study is descriptive qualitative. Data collection in this study was conducted through interviews, observation, documentation, and literature review. The results of this study have obtained data that the <em>Nyadran</em> tradition in Sonoageng Village has several series of events, including cleaning graves (besik), praying together at the punden (pillar), a tumpeng (rice cone) procession, and cultural performances. The <em>Nyadran</em> activity has numerous positive impacts and should be preserved and introduced to future generations. This article concludes and emphasizes the importance of maintaining local wisdom as a means of sustainable human interaction with the environment and offers recommendations for future research and policy.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Nyadran</em> secara umum merupakan kegiatan turun menurun yang terus dijalankan hingga saat ini. Tradisi <em>Nyadran</em> umumnya dilaksanakan dengan tujuan sebagai sarana mengucapkan syukur kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang ada pada rangkaian acara ritual <em>Nyadran</em> khususnya di desa Sonoageng. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji ritual <em>Nyadran</em> jika dilihat dari sudut pandang geografi budaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini telah didapatkan data bahwa tradisi <em>Nyadran</em> di desa Sonoageng memiliki beberapa rangkaian acara, diantaranya membersihkan makam (besik), doa bersama di punden, arak-arakan tumpeng, dan pertunjukan budaya. Kegiatan <em>Nyadran</em> membawa dampak positif yang sangat banyak dan sudah selayaknya terus dilestarikan dan juga dikenalkan kepada generasi mendatang. Artikel ini menyimpulkan dan juga menekankan bahwa menajaga kearifan lokal sangat penting sebagai wadah interaksi manusia dengan lingkungan yang berkelanjutan serta menawarkan rekomendasi untuk penelitian serta kebijakan di masa mendatang.</p> 2026-06-22T12:51:03+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/25565 KONTRIBUSI MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY, MODEL PBL, DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPS 2026-06-22T15:08:19+00:00 Dherig Singgah Pratama zigcr7@gmail.com Sulistyo Sulistyo sulistyo@unikama.ac.id Yuli Ifana Sari fatimahtitim77@gmail.com <p>This study aims to analyze the contribution of <em>Augmented Reality</em> (AR) learning media, <em>Problem Based Learning</em> (PBL) models, and school environment to the social studies learning motivation of elementary school students. This study uses a quantitative approach with an ex post facto type of research. The population in this study is all grade V students in Cluster III of Lumbang District, Probolinggo Regency, with a sample of 66 students taken using saturated sampling techniques. The data collection technique uses a questionnaire with a Likert scale that has been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using multiple linear regression to determine the simultaneous and partial contribution between variables. The results of the study showed that AR media, PBL models, and school environment simultaneously contributed significantly to the social studies learning motivation of students with a very strong category. Partially, each variable also showed a significant contribution, with the school environment as the most dominant variable. These findings show that the integration of technology-based learning media, active learning models, and a conducive school environment is very important in increasing student learning motivation. The implications of this research are expected to be a reference for teachers and schools in developing more innovative and effective learning strategies.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi media pembelajaran <em>Augmented Reality</em> (AR), model <em>Problem Based Learning</em> (PBL), dan lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar IPS siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo, dengan jumlah sampel sebanyak 66 siswa yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui kontribusi secara simultan dan parsial antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media AR, model PBL, dan lingkungan sekolah secara simultan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap motivasi belajar IPS siswa dengan kategori sangat kuat. Secara parsial, masing-masing variabel juga menunjukkan kontribusi yang signifikan, dengan lingkungan sekolah sebagai variabel yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi media pembelajaran berbasis teknologi, model pembelajaran aktif, dan lingkungan sekolah yang kondusif sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif.</p> 2026-06-22T15:08:19+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/30705 PEMBELAJARAN GEODIVERSITAS BERBASIS LAPANGAN BAGI GENERASI MUDA: STUDI EVALUATIF DI IJEN UNESCO GLOBAL GEOPARK 2026-06-22T16:14:36+00:00 Muhammad Asyroful Mujib mujib@unej.ac.id Tri Rafika Diyah Indartin trirafika_dyah@polije.ac.id Firda Diartika firda_diartika@polije.ac.id Hablana Rizka hablana@polije.ac.id Kurnia Maulidi Noviantoro maulidinovan.fkip@unej.ac.id <p>Ijen UNESCO Global Geopark has volcanic landscapes, distinctive geological formations, cultural heritage, and interconnected geosites that provide strong potential for geoscience education. However, this potential has not been fully accompanied by young people’s ability to understand Ijen as a geoheritage system that requires scientific interpretation and conservation. This study aims to evaluate field-based geodiversity learning for young people in Ijen UNESCO Global Geopark. An evaluative case study design was applied using descriptive quantitative and qualitative approaches. The research involved 50 participants, consisting of senior high school students, undergraduate students, master’s students, and young teachers. The learning activities were conducted over three days and two nights through field observation and interpretation at four main geosites: Kawah Wurung, Kalipait, Plalangan Black Lava, and Kawah Ijen. Data were collected through post-tests, geosite observation sheets, participant reflection notes, and field documentation. The results show that the average participant understanding score reached 79 out of 100. The highest score was obtained for understanding regional geosite values, at 82, followed by geoconservation and sustainable tourism, at 80, geopark functions, at 79, and geoheritage, at 75. These findings indicate that field-based learning effectively strengthens participants’ understanding of concrete and observable geosite aspects. However, geoheritage understanding still requires further reinforcement because it involves more abstract scientific, historical, educational, and conservation values. Field-based geodiversity learning is therefore relevant as a geopark education model for strengthening geoscience literacy, geoconservation awareness, and sustainable geotourism understanding among young people.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Ijen UNESCO Global Geopark memiliki lanskap vulkanik, formasi geologi khas, warisan budaya, dan jejaring geosite yang berpotensi sebagai ruang pendidikan geosains. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan generasi muda dalam memahami Ijen sebagai sistem geoheritage yang memerlukan interpretasi ilmiah dan konservasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pembelajaran geodiversitas berbasis lapangan bagi generasi muda di Ijen UNESCO Global Geopark. Penelitian menggunakan desain studi kasus evaluatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 50 peserta, terdiri atas siswa SMA, mahasiswa S1, mahasiswa S2, dan guru muda. Pembelajaran dilaksanakan selama tiga hari dua malam melalui observasi dan interpretasi lapangan pada empat geosite utama, yaitu Kawah Wurung, Kalipait, Plalangan Black Lava, dan Kawah Ijen. Data dikumpulkan melalui post-test, lembar observasi, catatan refleksi, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pemahaman peserta mencapai 79 dari 100. Skor tertinggi terdapat pada pemahaman nilai geosite kawasan sebesar 82, diikuti geokonservasi dan pariwisata berkelanjutan sebesar 80, fungsi geopark sebesar 79, dan geoheritage sebesar 75. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis lapangan efektif memperkuat pemahaman peserta terhadap aspek geosite yang konkret dan mudah diamati. Namun, pemahaman geoheritage masih memerlukan penguatan karena berkaitan dengan nilai ilmiah, historis, edukatif, dan konservasi yang lebih abstrak. Pembelajaran geodiversitas berbasis lapangan relevan sebagai model edukasi geopark untuk membangun literasi kebumian, kesadaran geokonservasi, dan pemahaman geowisata berkelanjutan pada generasi muda.</p> 2026-06-22T16:14:36+00:00 ##submission.copyrightStatement##