https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/issue/feedDinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial2026-01-24T17:03:17+00:00Saiful Amindinamikasosial@uin-malang.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (<a title="EISSN" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2828-4763">E-ISSN: 2828-4763</a>)</strong> adalah sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari hasil penelitian di bidang pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial, baik literatur (<em>library research</em>) maupun lapangan (<em>field research</em>), dengan berbagai pendekatan. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun di bulan Januari-Maret, April-Juni, Juli-September dan Oktober-Desember. Bahasa yang digunakan adalah Indonesia dan Inggris. <strong>Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial</strong> dikelola oleh <a title="Tarbiyah" href="https://fitk.uin-malang.ac.id/">Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang</a></p> <p><strong>Journal Template:</strong> <a title="template" href="https://docs.google.com/document/d/10BiCNOVEplEs4ZsJnqRcPRjxGRriA4gk/edit?usp=sharing&ouid=105763978610795099692&rtpof=true&sd=true">Download Here</a></p>https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/21635PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP BOOK DIGITAL BERBASIS QR CODE MATERI KEARIFAN LOKAL MALANG2026-01-14T13:50:58+00:00Siti Halimatus Sakdiyahhalimatus@unikama.ac.idDwi Kurniawatidwikur@unikama.ac.idTriwahyudianto Triwahyudiantotriwahyudianto@unikama.ac.idResky Wahyu Permadiwresky@gmail.com<p>This research focuses on innovating educational tools by developing a QR Code-based Digital Pop-up Book as an interactive learning medium for the IPAS subject in grade IV elementary school, employing the ADDIE model through its five key stages: Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation, to create an engaging resource that actively involves students in the learning process. Initial observations and interviews at SDN Wonoagung 2 Malang revealed that IPAS instruction remains predominantly teacher- centered and relies on conventional media, often resulting in student disinterest and boredom; thus, this new medium integrates elements of a physical interactive book with accessible digital content via QR Codes to transform traditional lessons into more dynamic and enjoyable experiences. Validation by experts in content, language, and media yielded an average feasibility score of 92.6%, categorizing it as highly suitable, while implementation feedback indicated strong practicality, with teachers rating it at 94% and students between 90% and 93%, although a full effectiveness evaluation was not completed due to constraints in time and resources. Overall, the Digital Pop-up Book effectively boosts student interest, presents material in a more tangible manner, and fosters an interactive classroom atmosphere, positioning it as an innovative alternative that aligns with 21st-century educational demands and holds potential for broader application in enhancing IPAS teaching quality</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini difokuskan pada inovasi pembelajaran dengan mengembangkan <em>Pop-up Book</em> Digital berbasis QR Code sebagai media interaktif untuk mata pelajaran IPAS di kelas IV sekolah dasar, di mana model ADDIE melalui tahapan <em>Analyze, Design, Development, Implementation,</em> dan <em>Evaluation</em> digunakan sebagai kerangka pengembangan utama untuk menciptakan alat yang menarik dan mendorong partisipasi siswa secara aktif. Di SDN Wonoagung 2 Malang, analisis awal melalui observasi dan wawancara mengungkapkan bahwa pendekatan pembelajaran IPAS masih dominan berorientasi pada guru serta bergantung pada media konvensional, yang sering kali mengakibatkan penurunan minat dan kebosanan di kalangan siswa; oleh karena itu, media baru ini dirancang untuk mengintegrasikan elemen buku fisik interaktif dengan konten digital yang dapat diakses mudah melalui <em>QR Code</em>, guna mentransformasi proses belajar menjadi lebih dinamis dan menyenangkan. Hasil validasi oleh pakar materi, bahasa, dan media menunjukkan tingkat kelayakan rata-rata 92,6%, yang termasuk kategori sangat layak, sementara penerapan di lapangan memperoleh penilaian kepraktisan tinggi dari guru (94%) dan siswa (90%–93%), meskipun evaluasi efektivitas belum sepenuhnya selesai akibat keterbatasan sumber daya. Secara keseluruhan, inovasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar, menyajikan materi secara lebih konkret, dan membangun suasana kelas yang interaktif, sehingga menawarkan alternatif pembelajaran inovatif yang selaras dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 dan berpotensi diterapkan lebih luas untuk meningkatkan kualitas pengajaran IPAS.</p>2026-01-14T13:50:16+00:00##submission.copyrightStatement##https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/24913PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS WEBSITE UNTUK EDUKASI PENDIDIKAN POLITIK BAGI SISWA2026-01-24T14:17:02+00:00Elvaretta Raisy Ismailelvarettaismail@gmail.comAini Risma Wardhaniainirismawardhani@gmail.comAbdul Wafiabdulwafi432@gmail.comDwi Prasetyo Wijayadwipw75@gmail.comUmi Julaihahjulaihah@pips.uin-malang.ac.id<p>Political literacy among Indonesia's younger generation, especially Gen Z, is still relatively low. This is indicated by low public awareness of and concern about politics, especially among younger people. As for the younger generation, especially Gen Z, interactive media, such as websites, are usually used. Thus, this study aims to enhance Gen Z's political literacy by developing website-based learning media with comprehensive and concise materials tailored to Gen Z's needs at the high school level. This study uses a Research and Development (R&D) approach to refine existing innovations with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. The study's results indicate that almost all students are satisfied with the learning on the website (with an average rating of 4.57 out of a maximum scale of 5). Many students understand the learning on the website because we use formal yet relaxed language that is easy to understand. The website can still be further developed by measuring its effectiveness over a longer period and by improving visuals and language to better support students' understanding of political literacy more broadly. It is suggested that this website can be widely accessed as a means of political education for the general younger generation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Literasi politik di kalangan generasi muda Indonesia, khususnya Gen Z, masih relatif rendah. Hal ini ditunjukkan oleh rendahnya kesadaran dan kepedulian publik terhadap politik, terutama di kalangan anak muda. Sedangkan untuk generasi muda, khususnya Gen Z, media interaktif, seperti situs web, biasanya digunakan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi politik Gen Z dengan mengembangkan media pembelajaran berbasis situs web dengan materi yang komprehensif namun ringkas dan disesuaikan dengan kebutuhan Gen Z di tingkat sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan Riset dan Pengembangan (R&D) untuk menyempurnakan inovasi yang ada dengan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua siswa merasa puas dengan pembelajaran di situs web tersebut (dengan rata-rata 4,57 dari skala maksimum 5). Banyak siswa memahami pembelajaran di situs web karena media menggunakan bahasa formal namun santai yang mudah dipahami. Situs web ini masih dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mengukur efektivitasnya dalam jangka waktu yang lebih lama dan dengan meningkatkan visual dan bahasa untuk lebih mendukung pemahaman siswa tentang literasi politik secara lebih luas. Disarankan agar website ini dapat diakses secara luas sebagai sarana pendidikan politik bagi generasi muda secara umum.</p>2026-01-24T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/24919PENGARUH PROGRAM ADIWIYATA, PENDIDIKAN LINGKUNGAN, DAN PERAN GURU TERHADAP SIKAP PEDULI LINGKUNGAN SISWA2026-01-24T17:03:17+00:00Aris Efendiarise025@gmail.comYuli Ifana Sariifana@unikama.ac.idRoni Alim Ba’diyah Kusufaroniabk@unikama.ac.id<p>Environmental awareness is an important aspect in the formation of students' character to support environmental sustainability. The instillation of this attitude can be done through the implementation of the Adiwiyata Program, environmental education, and the role of teachers in schools. However, in Adiwiyata schools such as SMAN 1 Dampit, student behavior is still found to be less reflective of environmental awareness. This study aims to analyze the influence of the Adiwiyata Program, environmental education, and the role of teachers on the environmental awareness attitudes of grade XI students. The study used a descriptive quantitative approach with a sample of 69 students. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression, correlation tests, F tests, and coefficients of determination. The results showed that partially environmental education had a significant effect on students' environmental awareness attitudes, while the Adiwiyata Program and the role of teachers did not show a significant effect. However, simultaneously, the three variables had a significant effect on environmental awareness attitudes with a contribution of 37.7%. These findings indicate that environmental education plays a dominant role in shaping students' environmental awareness. Therefore, schools need to strengthen the integration of environmental education into learning, improve teacher role models, and optimize student active involvement in the Adiwiyata Program to ensure more effective and sustainable environmental character development.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Sikap peduli lingkungan merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter siswa guna mendukung keberlanjutan lingkungan hidup. Penanaman sikap tersebut dapat dilakukan melalui implementasi Program Adiwiyata, pendidikan lingkungan hidup, serta peran guru di sekolah. Namun, pada sekolah Adiwiyata seperti SMAN 1 Dampit masih ditemukan perilaku siswa yang kurang mencerminkan kepedulian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program Adiwiyata, pendidikan lingkungan hidup, dan peran guru terhadap sikap peduli lingkungan siswa kelas XI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 69 siswa. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji korelasi, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pendidikan lingkungan hidup berpengaruh signifikan terhadap sikap peduli lingkungan siswa, sedangkan Program Adiwiyata dan peran guru belum menunjukkan pengaruh signifikan. Namun, secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap sikap peduli lingkungan dengan kontribusi sebesar 37,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan memiliki peran dominan dalam membentuk sikap peduli lingkungan siswa. Oleh karena itu, sekolah perlu memperkuat integrasi pendidikan lingkungan dalam pembelajaran, meningkatkan keteladanan guru, serta mengoptimalkan pelibatan aktif siswa dalam Program Adiwiyata agar pembentukan karakter peduli lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.</p>2026-01-24T17:03:17+00:00##submission.copyrightStatement##