Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips <p><strong>Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (<a title="EISSN" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2828-4763">E-ISSN: 2828-4763</a>)</strong> adalah sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari hasil penelitian di bidang pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial, baik literatur (<em>library research</em>) maupun lapangan (<em>field research</em>), dengan berbagai pendekatan. Jurnal ini&nbsp;terbit empat kali dalam setahun di bulan Januari-Maret, April-Juni, Juli-September dan Oktober-Desember. Bahasa yang digunakan adalah Indonesia dan Inggris.&nbsp;<strong>Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial</strong>&nbsp;dikelola oleh <a title="Tarbiyah" href="https://fitk.uin-malang.ac.id/">Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang</a></p> <p><strong>Journal Template:</strong> <a title="template" href="https://docs.google.com/document/d/10BiCNOVEplEs4ZsJnqRcPRjxGRriA4gk/edit?usp=sharing&amp;ouid=105763978610795099692&amp;rtpof=true&amp;sd=true">Download Here</a></p> Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang en-US Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial 2828-4763 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP BOOK DIGITAL BERBASIS QR CODE MATERI KEARIFAN LOKAL MALANG https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/21635 <p>This research focuses on innovating educational tools by developing a QR Code-based Digital Pop-up Book as an interactive learning medium for the IPAS subject in grade IV elementary school, employing the ADDIE model through its five key stages: Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation, to create an engaging resource that actively involves students in the learning process. Initial observations and interviews at SDN Wonoagung 2 Malang revealed that IPAS instruction remains predominantly teacher- centered and relies on conventional media, often resulting in student disinterest and boredom; thus, this new medium integrates elements of a physical interactive book with accessible digital content via QR Codes to transform traditional lessons into more dynamic and enjoyable experiences. Validation by experts in content, language, and media yielded an average feasibility score of 92.6%, categorizing it as highly suitable, while implementation feedback indicated strong practicality, with teachers rating it at 94% and students between 90% and 93%, although a full effectiveness evaluation was not completed due to constraints in time and resources. Overall, the Digital Pop-up Book effectively boosts student interest, presents material in a more tangible manner, and fosters an interactive classroom atmosphere, positioning it as an innovative alternative that aligns with 21st-century educational demands and holds potential for broader application in enhancing IPAS teaching quality</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini difokuskan pada inovasi pembelajaran dengan mengembangkan <em>Pop-up Book</em> Digital berbasis QR Code sebagai media interaktif untuk mata pelajaran IPAS di kelas IV sekolah dasar, di mana model ADDIE melalui tahapan <em>Analyze, Design, Development, Implementation,</em> dan <em>Evaluation</em> digunakan sebagai kerangka pengembangan utama untuk menciptakan alat yang menarik dan mendorong partisipasi siswa secara aktif. Di SDN Wonoagung 2 Malang, analisis awal melalui observasi dan wawancara mengungkapkan bahwa pendekatan pembelajaran IPAS masih dominan berorientasi pada guru serta bergantung pada media konvensional, yang sering kali mengakibatkan penurunan minat dan kebosanan di kalangan siswa; oleh karena itu, media baru ini dirancang untuk mengintegrasikan elemen buku fisik interaktif dengan konten digital yang dapat diakses mudah melalui <em>QR Code</em>, guna mentransformasi proses belajar menjadi lebih dinamis dan menyenangkan. Hasil validasi oleh pakar materi, bahasa, dan media menunjukkan tingkat kelayakan rata-rata 92,6%, yang termasuk kategori sangat layak, sementara penerapan di lapangan memperoleh penilaian kepraktisan tinggi dari guru (94%) dan siswa (90%–93%), meskipun evaluasi efektivitas belum sepenuhnya selesai akibat keterbatasan sumber daya. Secara keseluruhan, inovasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar, menyajikan materi secara lebih konkret, dan membangun suasana kelas yang interaktif, sehingga menawarkan alternatif pembelajaran inovatif yang selaras dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 dan berpotensi diterapkan lebih luas untuk meningkatkan kualitas pengajaran IPAS.</p> Siti Halimatus Sakdiyah Dwi Kurniawati Triwahyudianto Triwahyudianto Resky Wahyu Permadi ##submission.copyrightStatement## 2026-01-14 2026-01-14 5 1 1 12 10.18860/dsjpips.v5i1.21635 PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS WEBSITE UNTUK EDUKASI PENDIDIKAN POLITIK BAGI SISWA https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/24913 <p>Political literacy among Indonesia's younger generation, especially Gen Z, is still relatively low. This is indicated by low public awareness of and concern about politics, especially among younger people. As for the younger generation, especially Gen Z, interactive media, such as websites, are usually used. Thus, this study aims to enhance Gen Z's political literacy by developing website-based learning media with comprehensive and concise materials tailored to Gen Z's needs at the high school level. This study uses a Research and Development (R&amp;D) approach to refine existing innovations with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. The study's results indicate that almost all students are satisfied with the learning on the website (with an average rating of 4.57 out of a maximum scale of 5). Many students understand the learning on the website because we use formal yet relaxed language that is easy to understand. The website can still be further developed by measuring its effectiveness over a longer period and by improving visuals and language to better support students' understanding of political literacy more broadly. It is suggested that this website can be widely accessed as a means of political education for the general younger generation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Literasi politik di kalangan generasi muda Indonesia, khususnya Gen Z, masih relatif rendah. Hal ini ditunjukkan oleh rendahnya kesadaran dan kepedulian publik terhadap politik, terutama di kalangan anak muda. Sedangkan untuk generasi muda, khususnya Gen Z, media interaktif, seperti situs web, biasanya digunakan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi politik Gen Z dengan mengembangkan media pembelajaran berbasis situs web dengan materi yang komprehensif namun ringkas dan disesuaikan dengan kebutuhan Gen Z di tingkat sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan Riset dan Pengembangan (R&amp;D) untuk menyempurnakan inovasi yang ada dengan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua siswa merasa puas dengan pembelajaran di situs web tersebut (dengan rata-rata 4,57 dari skala maksimum 5). Banyak siswa memahami pembelajaran di situs web karena media menggunakan bahasa formal namun santai yang mudah dipahami. Situs web ini masih dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mengukur efektivitasnya dalam jangka waktu yang lebih lama dan dengan meningkatkan visual dan bahasa untuk lebih mendukung pemahaman siswa tentang literasi politik secara lebih luas. Disarankan agar website ini dapat diakses secara luas sebagai sarana pendidikan politik bagi generasi muda secara umum.</p> Elvaretta Raisy Ismail Aini Risma Wardhani Abdul Wafi Dwi Prasetyo Wijaya Umi Julaihah ##submission.copyrightStatement## 2026-01-24 2026-01-24 5 1 13 29 10.18860/dsjpips.v5i1.24913 PENGARUH PROGRAM ADIWIYATA, PENDIDIKAN LINGKUNGAN, DAN PERAN GURU TERHADAP SIKAP PEDULI LINGKUNGAN SISWA https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/24919 <p>Environmental awareness is an important aspect in the formation of students' character to support environmental sustainability. The instillation of this attitude can be done through the implementation of the Adiwiyata Program, environmental education, and the role of teachers in schools. However, in Adiwiyata schools such as SMAN 1 Dampit, student behavior is still found to be less reflective of environmental awareness. This study aims to analyze the influence of the Adiwiyata Program, environmental education, and the role of teachers on the environmental awareness attitudes of grade XI students. The study used a descriptive quantitative approach with a sample of 69 students. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression, correlation tests, F tests, and coefficients of determination. The results showed that partially environmental education had a significant effect on students' environmental awareness attitudes, while the Adiwiyata Program and the role of teachers did not show a significant effect. However, simultaneously, the three variables had a significant effect on environmental awareness attitudes with a contribution of 37.7%. These findings indicate that environmental education plays a dominant role in shaping students' environmental awareness. Therefore, schools need to strengthen the integration of environmental education into learning, improve teacher role models, and optimize student active involvement in the Adiwiyata Program to ensure more effective and sustainable environmental character development.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Sikap peduli lingkungan merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter siswa guna mendukung keberlanjutan lingkungan hidup. Penanaman sikap tersebut dapat dilakukan melalui implementasi Program Adiwiyata, pendidikan lingkungan hidup, serta peran guru di sekolah. Namun, pada sekolah Adiwiyata seperti SMAN 1 Dampit masih ditemukan perilaku siswa yang kurang mencerminkan kepedulian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program Adiwiyata, pendidikan lingkungan hidup, dan peran guru terhadap sikap peduli lingkungan siswa kelas XI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 69 siswa. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji korelasi, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pendidikan lingkungan hidup berpengaruh signifikan terhadap sikap peduli lingkungan siswa, sedangkan Program Adiwiyata dan peran guru belum menunjukkan pengaruh signifikan. Namun, secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap sikap peduli lingkungan dengan kontribusi sebesar 37,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan memiliki peran dominan dalam membentuk sikap peduli lingkungan siswa. Oleh karena itu, sekolah perlu memperkuat integrasi pendidikan lingkungan dalam pembelajaran, meningkatkan keteladanan guru, serta mengoptimalkan pelibatan aktif siswa dalam Program Adiwiyata agar pembentukan karakter peduli lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.</p> Aris Efendi Yuli Ifana Sari Roni Alim Ba’diyah Kusufa ##submission.copyrightStatement## 2026-01-24 2026-01-24 5 1 30 40 ANALISIS EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM CINTA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL SISWA https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/21492 <p>This study aims to examine the effectiveness of the Love-Based Curriculum (KBC) in shaping students' social awareness at MTs Negeri 3 Malang, as well as to describe the process and impact of its implementation. This study uses a mixed methods approach that combines quantitative and qualitative approaches. Qualitatively, KBC proved to be effective in fostering voluntary initiatives through a policy of freedom for teachers to be creative, which resulted in affective methods such as role-playing simulations and case studies. The qualitative impact achieved was a deep sense of empathy and independent contributions such as donations, cleaning the classroom without being asked, etc. Quantitative data was taken from the results of a questionnaire completed by 65 students, which was analyzed using simple linear regression. The results of the analysis show that KBC has a positive and significant effect on social awareness, with a contribution of 40.1%. It can be concluded that KBC is effective in shaping students' social awareness because it successfully facilitates the fulfillment of Maslow's psychological needs and realizes Adler's dimension of social awareness.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam membentuk karakter Kepedulian Sosial siswa di MTs Negeri 3 Malang, serta mendeskripsikan proses dan dampak implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode <em>mixed methods</em> yang memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Secara kualitatif, KBC terbukti efektif dalam menumbuhkan inisiatif sukarela melalui kebijakan kebebasan guru dalam berkreasi yang menghasilkan metode afektif seperti simulasi <em>role-playing</em> dan studi kasus. Dampak kualitatif yang dicapai adalah rasa empati mendalam dan kontribusi mandiri seperti donasi, membersihkan kelas tanpa disuruh, dsb. Data kuantitatif diambil dari hasil angket 65 siswa yang dianalisis menggunakan Regresi Linier Sederhana. Hasil analisis menunjukkan KBC memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepedulian Sosial, dengan kontribusi sebesar 40.1%. Disimpulkan bahwa KBC efektif dalam membentuk karakter peduli sosial siswa karena berhasil memfasilitasi pemenuhan kebutuhan psikologis Maslow dan mewujudkan dimensi Kepedulian Sosial Adler.</p> Muhammad Mafaza Aqil Al Fikri Wahidmurni Wahidmurni Alfiana Yuli Efiyanti ##submission.copyrightStatement## 2026-02-04 2026-02-04 5 1 41 55 10.18860/dsjpips.v5i1.21492 PERAN TEMAN SEBAYA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPS PADA SISWA SMP https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/21352 <p>This study aims to determine the role of peers in increasing the learning motivation of eighth-grade students at SMP Islam Bani Hasyim Singosari. Learning motivation is an important aspect in determining the success of the learning process, while peers are a social factor that influences the development of students' behavior and enthusiasm for learning. This study uses a convergent parallel mixed method by combining quantitative data through questionnaires and qualitative data through observation, documentation, and interviews with students, social studies teachers, and the deputy head of curriculum. The results show that positive interactions with peers play a role in increasing students' interest, activity, perseverance, and self-confidence during the learning process. Furthermore, this study shows that peers have a positive influence on students' learning motivation, with a strong and significant relationship. Emotional support, cooperation, and academic assistance from friends have been proven to encourage understanding of the material and increase motivation to learn. This study concludes that peers are an important factor that can strengthen learning motivation through academic interaction and social support, so that collaborative learning strategies and the use of peer tutors need to be optimized to create a more effective and conducive learning environment.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran teman sebaya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII di SMP Islam Bani Hasyim Singosari. Motivasi belajar merupakan aspek penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran, sedangkan teman sebaya menjadi faktor sosial yang berpengaruh pada perkembangan perilaku dan semangat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan <em>Mixed-Methode convergent parallel</em> dengan menggabungkan data kuantitatif melalui angket dan data kualitatif melalui obeservasi, dokumentasi, serta wawancara dengan siswa, guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Wakil Kepala Kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi positif dengan teman sebaya berperan dalam meningkatkan minat, keaktifan, ketekunan, dan rasa percaya diri siswa selama proses pembelajaran. Selain itu penelitian ini menunjukkan bahwa teman sebaya berpengaruh positif terhadap motivasi belajar peserta didik, dengan hubungan yang kuat dan signifikan. Dukungan emosional, kerja sama, dan bantuan akademik dari teman terbukti mendorong pemahaman materi dan meningkatkan dorongan belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teman sebaya merupakan faktor penting yang mampu memperkuat motivasi belajar melalui interaksi akademik dan dukungan sosial, sehingga strategi pembelajaran kolaboratif dan pemanfaatan tutor sebaya perlu dioptimalkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan kondusif</p> Naswa Kania Fitri Dwi Sulistiani ##submission.copyrightStatement## 2026-02-04 2026-02-04 5 1 56 68 10.18860/dsjpips.v5i1.21352 ANALISIS SPASIAL TINGKAT KERENTANAN BANJIR DI KABUPATEN KAMPAR, PROVINSI RIAU BERDASARKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/24940 <p>Flooding is a frequent hydrometeorological disaster in Kampar Regency, Riau Province, causing significant environmental and socio-economic impacts. Lowland topography, high rainfall intensity, and the presence of the Kampar River are the main factors contributing to flood occurrence in this area. This study aims to analyze flood susceptibility levels in Kampar Regency using a Geographic Information System (GIS) approach. A quantitative spatial analysis was conducted using weighted overlay techniques combined with the Geomorphic Flood Index (GFI), incorporating rainfall, slope, elevation, land use, soil type, and distance from rivers as key parameters. The results show that flood susceptibility in Kampar Regency is classified into four zones: flood-free zones, low flood susceptibility zones, moderate flood susceptibility zones, and high flood susceptibility zones. High flood susceptibility zones are mainly located in low-lying areas along the Kampar River and residential areas, while flood-free zones are dominated by upland and forested regions. This study concludes that physical land characteristics play a significant role in determining the spatial distribution of flood susceptibility. The findings are expected to support spatial planning and flood mitigation strategies in Kampar Regency.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, yang menyebabkan dampak lingkungan dan sosial-ekonomi yang signifikan. Topografi dataran rendah, intensitas curah hujan yang tinggi, dan keberadaan Sungai Kampar merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya banjir di daerah ini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan banjir di Kabupaten Kampar menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis spasial kuantitatif dilakukan menggunakan teknik overlay berbobot yang dikombinasikan dengan Indeks Banjir Geomorfik (GFI), dengan memasukkan curah hujan, kemiringan, elevasi, penggunaan lahan, jenis tanah, dan jarak dari sungai sebagai parameter kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan banjir di Kabupaten Kampar diklasifikasikan menjadi empat zona: zona bebas banjir, zona kerentanan banjir rendah, zona kerentanan banjir sedang, dan zona kerentanan banjir tinggi. Zona kerentanan banjir tinggi sebagian besar terletak di daerah dataran rendah di sepanjang Sungai Kampar dan daerah pemukiman, sedangkan zona bebas banjir didominasi oleh daerah dataran tinggi dan berhutan. Studi ini menyimpulkan bahwa karakteristik fisik lahan memainkan peran penting dalam menentukan distribusi spasial kerentanan banjir. Temuan ini diharapkan dapat mendukung perencanaan tata ruang dan strategi mitigasi banjir di Kabupaten Kampar.</p> Etika Sihaini Supriyono Supriyono Mirna Yunita Muhammad Alfi Dedi Guntar ##submission.copyrightStatement## 2026-02-05 2026-02-05 5 1 69 85 10.18860/dsjpips.v5i1.24940 PENGARUH PBL, FASILITAS BELAJAR DAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/24817 <p>This study aims to determine the influence of applying the <em>Problem Based Learning</em> model and interactive PowerPoint media on the learning outcomes of IPAS for high-grade students at SDN Sumendi II Tongas. The population of the study consisted of all sixth-grade students at SDN Sumendi II Tongas during the 2024/2025 academic year, totaling 75 students who also served as the research respondents. The results of data analysis indicate a significant improvement in students' learning outcomes through the implementation of <em>PBL</em> and interactive instructional video. Students showed a significantly higher learning score, demonstrating that the combination of problem-based learning and interactive media creates a more meaningful learning experience. The implications of this finding are substantial, especially for educators at the elementary level. Innovative, active, and technology-based learning can enhance conceptual understanding and critical thinking skills. Moreover, this research highlights the important role of teachers as facilitators in fostering active and enjoyable classroom environments.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran model&nbsp; pembelajaran <em>Problem Based Learning</em>. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas tinggi SDN Sumendi II Tongas Tongas tahun pelajaran 2024/2025, dengan jumlah siswa sebanyak 75 orang sekaligus menjadi responen penelitian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model <em>PBL</em> dan video pembelajaran interaktif Siswa menunjukkan peningkatan skor hasil belajar yang&nbsp; tinggi secara signifikan. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi model pembelajaran yang berbasis masalah dan penggunaan media yang interaktif dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Implikasi dari temuan ini sangat penting, khususnya bagi para pendidik di jenjang sekolah dasar. Pembelajaran yang inovatif, aktif, dan berbasis teknologi mampu meningkatkan pemahaman konsep serta keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, temuan ini juga mendukung pentingnya peran guru sebagai fasilitator yang mampu menciptakan lingkungan belajar aktif dan menyenangkan.</p> Linda Hartanti Endang Surjati Onik Farida Nikmatullah ##submission.copyrightStatement## 2026-02-06 2026-02-06 5 1 86 92 10.18860/dsjpips.v5i1.24817 INTEGRASI MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PESANTREN DALAM PENGUATAN KETERAMPILAN SOSIAL: STUDI KASUS MA DARUN NAJAH https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/24145 <p>This study analyzes the management strategies of pesantren-based character education in strengthening students' social skills at Madrasah Aliyah Darun Najah, Malang, amidst the moral degradation challenges of the digital era. Employing a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The results indicate: (1) Educational planning is executed through the "One Gate One System," integrating traditional salaf pesantren vision with the formal madrasah curriculum using TQM principles; (2) Implementation occurs through a tripartite education center: value internalization, self-development programs, and boarding culture habituation (communal dining, community service) which sociologically creates collective effervescence and social capital; (3) Evaluation highlights a "character paradox," where students exhibit high interpersonal social skills but weak individual discipline and environmental awareness. These findings confirm that peer influence and the hidden curriculum serve as stronger determinant variables than formal regulations.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen pendidikan karakter berbasis pesantren dalam memperkuat keterampilan sosial (<em>social skills</em>) santri di Madrasah Aliyah Darun Najah, Malang, di tengah tantangan degradasi moral era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini menggali data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perencanaan pendidikan dilakukan melalui sistem "One Gate One System" yang mengintegrasikan visi pesantren salaf dengan kurikulum madrasah formal, mengadopsi prinsip <em>Total Quality Management</em> (TQM); (2) Pelaksanaan dilakukan melalui tri-pusat pendidikan: internalisasi nilai dalam pembelajaran, program pengembangan diri, dan habituasi kultur asrama (makan talaman, ro'an) yang secara sosiologis menciptakan <em>collective effervescence</em> dan modal sosial; (3) Evaluasi menyoroti adanya "paradoks karakter", di mana santri menunjukkan keterampilan sosial interpersonal yang tinggi, namun lemah dalam kedisiplinan individu dan kesadaran lingkungan (<em>eco-literacy</em>). Temuan ini menegaskan bahwa pengaruh konformitas teman sebaya (<em>peer influence</em>) dan <em>hidden curriculum</em> menjadi variabel determinan yang lebih kuat daripada regulasi formal.</p> Mohammad Syahrul Mubarok Lilik Sri Hariani Onik Farida Ni'matullah ##submission.copyrightStatement## 2026-02-13 2026-02-13 5 1 93 102 10.18860/dsjpips.v5i1.24145