STRATEGI PEMBELAJARAN EFEKTIF GURU DALAM MENINGKATKAN LITERASI SISWA TINGKAT MADRASAH IBTIDAIYAH
Abstract
Literacy is a person's ability to read, write and process information for life skills. Literacy is the most effective alternative learning model (learning program), namely to achieve learning goals from someone who doesn't know to know. Reading and writing literacy is mostly carried out at the elementary school level. This is done so that children's interest in writing can emerge from an early age and can be developed when they grow up. Apart from that, children can also hone their potential and skills in writing, of course with good guidance from teachers and librarians at the school. Descriptive qualitative research is the method used in this research. All data in this research was obtained by researchers from various techniques, namely interview techniques, observation techniques and documentation. This research is important to carry out because it will reveal the causes of various problems that arise so that later solutions can be found in the form of effective strategies for educators to increase literacy in madrasah ibtidaiyah level students. Data analysis in this research includes: Data reduction, displaying data or presenting data and drawing conclusions and then operating. The results of this research conclude that although several inhibiting factors in increasing students' literacy, such as strategies and approaches that will be used to increase literacy, are not yet well understood by educators, schools do not carry out literacy activities, there is a lack of reading materials and parental involvement. The presence of schools in literacy activities does not have a negative impact on students because educators continue to strive for strategies to increase literacy among students.
ABSTRAK
Literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, dan mengolah informasi untuk kecakapan hidup. Literasi merupakan alternatif model pembelajaran (program pembelajaran) yang paling efektif, yaitu untuk mencapai tujuan belajar dari seseorang yang tidak tahu menjadi tahu. Literasi membaca dan menulis ini kebanyakan dilakukan di tingkat sekolah dasar. Hal ini dilakukan agar minat menulis dari anak-anak bisa muncul sejak dini dan bisa dikembangkan saat sudah dewasa nanti. Selain itu, anak-anak juga bisa mengasah lebih potensi dan skill nya dalam hal menulis tentunya dengan bimbingan yang baik dari guru maupun pustakawan yang ada di sekolah tersebut. Penelitian kualitatif deskriptif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Seluruh data dalam penelitian ini diperoleh peneliti dari berbagai teknik yaitu teknik wawancara, teknik observasi dan dokumentasi. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena akan mengungkap penyebab dari berbagai permasalahan yang muncul sehingga nantinya dapat ditemukan solusi berupa strategi efektif pendidik untuk meningkatkan literasi pada peserta didik tingkat madrasah ibtidaiyah. Analisis data dalam penelitian ini meliputi: Reduksi data, menampilkan data atau menyajikan data dan menarik kesimpulan kemudian dioperasikan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun beberapa faktor penghambat dalam meningkatkan literasi peserta didik seperti strategi dan pendekatan yang akan digunakan untuk meningkatkan literasi belum dipahami dengan baik oleh pendidik, sekolah tidak melakukan kegiatan literasi, terdapat kurangnya bahan bacaan dan keterlibatan orang tua. Kehadiran sekolah dalam kegiatan literasi tidak memberikan dampak buruk bagi peserta didik karena pendidik terus mengupayakan strategi untuk meningkatkan literasi pada peserta didik.
Downloads
References
Amri, C. O., Jaelani, A. K., & Saputra, H. H. (2021). Peningkatan literasi digital peserta didik: Studi pembelajaran menggunakan e-learning. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 6(3), 546–551.
Ardilah. (2020). Efektivitas Media Pembelajaran My Classroom Creation Wall Dalam Meningkatkan. Jurnal Pena Karakter.
Dantes, N., & Handayani, N. N. L. (2021). Peningkatan literasi sekolah dan literasi numerasi melalui model blanded learning pada siswa kelas v sd kota singaraja. Widyalaya: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(3), 269–283.
Dewi, A. (2019). Gerakan Membaca Di Awal Pelajaran Guna Membangun Budaya Literasi Di Sekolah. Journal Of Chemical Information And Modeling, 77.
Fakhrurrazi, F. (2018). Hakikat pembelajaran yang efektif. At-Tafkir, 11(1), 85–99.
Hasibuan, F. D., & Ain, S. Q. (2024). Strategi Guru dalam Menumbuhkan Minat Baca pada Siswa Kelas IV di SDN 10 Kecamatan Kandis. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(2), 1469–1478.
Hastini, L. Y., Fahmi, R., & Lukito, H. (2020). Apakah Pembelajaran Menggunakan Teknologi dapat Meningkatkan Literasi Manusia pada Generasi Z di Indonesia? Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA), 10(1), 12–28.
Khotimah, H. (2020). Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kreatifitas Berpikir Dan Literasi Sains Siswa Sman 1. Jurnal Pendidikan.
Latip, A., & Faisal, A. (2021). Upaya peningkatan literasi sains siswa melalui media pembelajaran IPA berbasis komputer. Jurnal Pendidikan UNIGA, 15(1), 444–452.
Lidia Susanti, S. P. (2020). Strategi pembelajaran berbasis motivasi. Elex Media Komputindo.
Muliastrini. (2020). New Literacy Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah Dasar di Abad 21. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia.
Ningsi, F., & Kurniawati, F. (2024). Analisis Strategi Guru dalam Meningkatkan Literasi Membaca pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN Rada. DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Sosial, 5(1), 18–25.
Octavianah, N. &. (2020). Diskursus Literasi Abad 21 Di Indonesia. Jurnal Pendidikan Edutama.
Palupi, A. N., Widiastuti, D. E., Hidhayah, F. N., Utami, F. D. W., & Wana, P. R. (2020). Peningkatan Literasi di Sekolah Dasar. Bayfa Cendekia Indonesia.
Pambudi, M. A. (2022). Strategi Guru Dalam Meningkatkan Literasi Digital Pada Siswa. Jurnal Inspirasi Manajemen Pendidikan, 10(03), 636–646.
Rosyidi, A. M., & Madya, W. A. (2017). Model Dan Strategi Pembelajaran Diklat (Kajian Alternatif Yang Efektif). Andragogi Jurnal Diklat Teknis, 5(1), 100–111.



