PENERAPAN BUDAYA SEKOLAH TARI TRADISIONAL DAN BAJU ADAT SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL DI SD NEGERI 3 BENDOSARI PUJON

  • khuzrotun ainin Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Keywords: Tari Tradisional 1; Baju Adat 2; Kearifan Lokal 3

Abstract

In this era, the development of local wisdom culture needs to be applied to students, where with increasingly advanced developments, cultural introduction needs to be carried out.Culture and education are certainly interconnected and support each other, elementary school is the right target for reintroducing the culture from an early age. Indonesia has a lot of culture, including traditional dance and traditional clothes. Apart from parents, students can also gain knowledge about local wisdom through education. So, through this research, researchers will explore information related to the application of traditional dance school culture and traditional clothing as an effort to preserve local wisdom. This research uses a qualitative research approach with a case study method, This case study method is an in-depth exploration of a system. The implementation of this activity must be attended by all school members, Both teachers and students. This program is implemented in an orderly manner. This school's cultural activity of traditional dance and This traditional dress It is a morning habit that is carried out once a week on Thursday. All school members were involved in this activity, students and teachers wore traditional Javanese lurik clothes as a complement to traditional dance activities. The aim is to maintain, deepen and recognize cultural identity, so that local wisdom can be maintained. Overall, the school's cultural program of traditional dance and traditional clothing can be said to be effective, because it is carried out in an orderly manner.

 

ABSTRAK

Pada zaman sekarang, pengembangan budaya kearifan lokal perlu diterapkan kepada siswa, dimana dengan perkembangan zaman yang semakin maju pengenalan budaya perlu dilakukan. Kebudayaan dan pendidikan tentu saling berhubungan dan saling mendukung, sekolah dasar merupakan sasaran yang tepat untuk mengenalkan kembali kebudayaan sejak dini. Banyak sekali kebudayaan yang dimiliki negara Indonesia diantaranya tari tradisional dan baju adat. Selain dari orang tua, siswa juga bisa mendapatkan pengetahuan mengenai kearifan lokal melalui Pendidikan. Maka melalui penelitian ini peneliti akan menggali informasi terkait penerapan budaya sekolah tari tradisional dan baju adat sebagai upaya melestarikan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus (case study) yang mana metode studi kasus ini merupakan sebuah eksplorasi mendalam terkait sebuah sistem. Pelaksanaan kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh warga sekolah, baik itu guru maupun siswa. Program ini dilaksanakan dengan tertib. Kegiatan budaya sekolah tari tradisonal dan baju adat ini merupakan pembiasaan pagi yang dilakukan setiap seminggu sekali pada hari kamis. Semua warga terlibat dalam kegiatan ini, siswa dan guru menggunakan baju adat jawa lurik sebagai pelengkap kegiatan tari tradisional. Tujuannya adalah untuk memelihara, mendalami, mengenal identitas, Sehingga dapat memelihara kearifan lokal. Secara keseluruhan program budaya sekolah tari tradisional dan baju adat sudah dapat dikatakan efektif, karena dilakukan dengan tertib.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Gofur, A. (n.d.). Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan. 4(1).(2018)

Huda, A. M., Setiawan, F., Dalimunthe, R., Setiono, I., Djaka, C. T., & Dahlan, U. A. (2021). Budaya Sekolah/ MadrasaH. 3.

Indrayuda, I. (2015). Tari Tradisional Dalam Ranah Tari Populer: Kontribusi, Relevansi, Dan Keberlanjutan Budaya. Humanus, 14(2), 144. https://doi.org/10.24036/jh.v14i2.5680

Nada, V. F. (2023). Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Thengul Kabupaten Bojonegoro Di Sekolah Dasar. 11.

Nazarudin, A. (n.d.) (2018). Melestarikan Budaya Kearifan Lokal Jepara Dalam Proses Pembentukan Profil Pelajar Pancasila P5 Di Kurikulum Merdeka SDN 01 Kendeng Sidialit.

Njatrijani, R. (2018). Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang. Gema Keadilan, 5(1), 16–31. https://doi.org/10.14710/gk.2018.3580

Rofiqoh, Iffatur, Diana Puspitasari, And Zulinda Nursaidah. “Pengembangan Game Math Space Adventure Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Pecahan Di Sekolah Dasar.” Lentera Sriwijaya : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika 2, No. 1 (May 19, 2020): 41–54. Https://Doi.Org/10.36706/Jls.V2i1.11445.

Saputra, M., & Saputra, N. (n.d.). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Budaya Sekolah Di Sd Negeri 1 Sigli. (2020)

Saputra, Miswar, And Nanda Saputra. “Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Budaya Sekolah Di Sd Negeri 1 Sigli,” N.D. (2020)

Setyaningrum, I. S. S. I. S. (2015). Peranan Sanggar Puring Sari Dalam Melstarikan Tari Kretek di Desa Barongan Kecamatan Kota Kabupaten Kudus. Jurnal Seni Tari, 4(1).

Silkyanti, Fella. “Analisis Peran Budaya Sekolah Yang Religius Dalam Pembentukan Karakter Siswa.” Indonesian Values And Character Education Journal 2, No. 1 (June 26, 2019): 36. Https://Doi.Org/10.23887/Ivcej.V2i1.17941.

Sudarsono, Blasius. “Memahami Dokumentasi.” Acarya Pustaka 3, No. 1 (December 5, 2017): 47. Https://Doi.Org/10.23887/Ap.V3i1.12735.

Umanailo, M Chairul Basrun. “Analisis Semiotika Busana Adat Bagi Perempuan Di Pulau Buru.” Jurnal Dinamika Sosial Budaya 22, No. 1 (June 11, 2020): 29. Https://Doi.Org/10.26623/Jdsb.V22i1.2089.

Widyastuti, Myta, 2018. “Peran Kebudayaan Dalam Dunia Pendidikan The Role Of Culture In The World Of Education.” Jagaddhita: Jurnal Kebhinnekaan Dan Wawasan Kebangsaan 1, No. 1

PlumX Metrics

Published
2024-11-04