Balancing Tradition and Marital Stability: An Interdependence Theory Approach to Jilu Marriage Prohibition
Abstract
Jilu marriage refers to a union between the first and third child in a family. The community of Rejomulyo Village believes that jilu marriage brings misfortune, household instability, and even divorce. Consequently, the prohibition of jilu is preserved as a form of local wisdom aimed at maintaining marital harmony. This study seeks to describe and analyze the concept and implementation of the jilu marriage prohibition in Rejomulyo Village through the lens of interdependence theory. The research employs an empirical legal approach with a sociological juridical perspective, incorporating qualitative data collection methods such as in-depth interviews, field observations, and document analysis. Primary data were obtained from community members using snowball sampling, while secondary data were gathered from literature and legal documents. The findings reveal that jilu in Rejomulyo Village refers to the marriage of the first and third child, which is often accompanied by a ruwatan ritual as a means of warding off misfortune. Analysis through interdependence theory indicates that couples where the first child is male and the third child is female tend to experience greater marital stability compared to those with the reverse composition. This study contributes to a deeper understanding of the interplay between cultural traditions and the psychological dynamics of marriage in traditional communities.
Downloads
References
Aprilianti & Kasmawati, Hukum Adat Indonesia, Lampung : Pusaka Media, 2022.
Asikin, Zainal & Amiruddin,, Pengantar Metode Penelitian Hukum, Jakarta : PT Rajagrfindo, 2006.
Basri, Rusdaya, Fiqh Munakahat – 4 Mazdhab dan Kebijakan Pemerintah, Sulawesi : CV Kaaffah Learning Center. 2019
Darmoko “Ruwatan: Upacara Pembebasan Malapetaka Tinjauan Sosiokultural Masyarakat Jawa” Makara, Sosial Humaniora, NO. 1 (2002): 31, https://media.neliti.com/media/publications/4340-ID-ruwatan-upacara-pembebasan-malapetaka-tinjauan-sosiokultural-masyarakat-jawa.pdf
Departemen Agama RI, Al Qur’an dan terjemahnya, Bekasi: Cipta Bagus Segara.
Efendi, Agus, Ruwatan Murwakala Tinjauan Resistensi Dan Hegemoni, Klaten, Jawa Tengah: Lakeisha, 2020.
Efendi, Jonaedi, Prasetijo Rijadi, Metode Penelitian Hukum Normatif Dan Empiris, Jakarta: Kencana, 2022.
Eko, Joni, yullianto dkk, Psikologi Relasi Sosial, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2018.
Hasan, Muhammad, “Tradisi Larangan Pernikahan Jilu (Studi Kasus Di Desa Jenggrik Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi)”. (Masters Thesis, Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2024), http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/65651
Khoirianingrum, Lusy Eka, “Larangan Perkawinan Jilu Menurut Tokoh Agama Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Kecamatan Kepanjenkidul Kabupaten Blitar)”. (Undergraduated Thesis, UIN Sayyid Ali Hidayatullah, 2021) http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/22499
Laili, Ayu, “Larangan Perkawinan Jilu dan Pembinaan Keluarga Sakinah di Kabupaten Blitar”, De Jure: Jurnal Hukum dan Syari’ah, No. 1 (2018): 33 http://dx.doi.org/10.18860/j-fsh.v10i1.6571
Larry, Hjelle, A. & Ziegler, Daniel J. Teori Kepribadian: Asumsi Dasar, Penelitian, dan Aplikasi, New York: McGraw, 1992.
Maarif, Mohamad Syamsul “Analisa Hukum Islam Terhadap Pandangan Kyai Nahdlatul Ulama (NU) Tentang Tradisi Pelarangan Pernikahan Jilu Di Desa Kampung Baru Kecamatan Tanjunganom Nganjuk” (Undergraduate thesis, IAIN Kediri, 2021), https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/3043
Maula, Nurul Zahrotul, “Praktik Pernikahan Jilu Dalam Kepercayaan Adat Di Desa Ngumpul Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk Perspektif Fikih Munakahat”, (undergraduated thesis, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2023), http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/9122
Mufidah, Psikologi Keluarga, Malang: UIN Maliki Press, 2014.
Mustopa,Fendi Bintang, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Larangan Pernikahan Adat Jawa Jilu Studi Kasus Di Desa Tanggan Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen” Legitima: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 1 (2019), DOI: https://doi.org/10.33367/legitima.v2i1.1074
Nopriyanti dkk “Larangan Tradisi Perkawinan Adat Jawa : Jilu (Siji Jejer Telu)”, Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora, Vol.2, No 1 (2022) : https://doi.org/10.53625/jpdsh.v2i1.4096
Permadi, Hanif Putut, Hanif Fitri Yantari, “Nilai Aksiologis Pernikahan Jilu Pada Masyarakat Jawa”, Jurnal Dialog, No.2 (2023) : 234 https://doi.org/10.47655/dialog.v46i2.684
Rafiuddin, Najih “Pengaruh Hukum Islam Pada Prosesi Ruwatan Larangan Perkawinan Jilu Dalam Masyarakat Muslim Jawa (Studi Di Desa Gentong, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi)”. (Skripsi Thesis, Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2023) Http://Digilib.Uin-Suka.Ac.Id/Id/Eprint/63298
Sa’diyah, Chalimatus, Abdullah Afif “Larangan Perkawinan Adat Jawa Jilu Perspektif Sadd Dzariyah Studi Kasus di Desa Duren Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun” Syakhsiyah Burhaniyah : Jurnal Penelitian Hukum Islam, Vol 8 No 2 (2022) : https://doi.org/10.33752/sbjphi.v8i2.4345
Suwandi, Teguh Setyobudi “Sintesa Hukum Islam dan Kebudayaan Jawa Suatu Pendekatan Profetik” De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah, Vol. 12 No. 2 (2020): 256 http://dx.doi.org/10.18860/j-fsh.v12i2.10090
Sztompka Piotr, Sosiologi Perubahan Sosial Jakarta: Prenada Media, 2007.
Thibaut, John W, dan Harold H. Kalley, The Social Psicology Of Groups, New York: Routledge Taylor and Francis Group, 2017.
Walter, Toman, “Pilihan Pasangan Hidup oleh Pria yang Berasal dari Konfigurasi Saudara Kandung Monoseksual”. British Journal of Medical Psychology, Vol 37 No 1 (1964): 43-46, https://www.mckendree.edu/academics/scholars/issue1/schilling.htm






