QUARTER LIFE CRISIS DALAM AL-QUR’AN PADA STUDI PENAFSIRAN QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH
Abstract
Quarter Life Crisis atau krisis seperempat baya merupakan masa-masa penuh ketidakpastian dan kebimbangan. Biasanya muncul ketika seseorang merasa terjebak, kehilangan inspirasi, dan dipenuhi kekecewaan akan jalan hidup yang telah atau sedang ditempuhnya. perasaan ini muncul pada remaja yang berusia 20-an hingga awal 30-an yang terlalu memikirkan hal-hal yang belum pasti terjadi. Masalah pada penelitian ini mengkaji bagaimana penafsiran Quraish Shihab terhadap ayat-ayat quarter life crisis serta bagaimana metodologi Quraish Shihab dalam menafsirkan ayat-ayat quarter life crisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran Quraish Shihab terhadap ayat-ayat quarter life crisis serta bagaimana metodologi Quraish Shihab dalam menafsirkan ayat-ayat quarter life crisis. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research) dengan jenis penelitian kualitatif. Sumber primer berupa Al-Qur’an dan kitab Tafsir Al-Misbah. Sumber data sekunder diperoleh dari kitab-kitab, buku, artikel, jurnal, skripsi, maupun sumber lainnya yang relevan. Menggunakan pendekatan metode maudhu’i. metode pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik. Hasil dari penelitian ini yaitu Penafsiran Quraish Shihab tentang quarter life crisis menekankan bahwa meskipun fenomena ini tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur'an, ajaran Islam memberikan prinsip-prinsip relevan untuk membantu individu menghadapi kebingungan dan kecemasan terkait masa depan. Ia menghubungkan ayat-ayat yang menyampaikan pesan tentang kesabaran, keteguhan, dan tawakal kepada Allah. Metodologi tafsir Quraish Shihab menggabungkan sumber klasik dan pengetahuan modern, seperti psikologi, dengan corak rasional dan sosial-kemasyarakatan. Dalam menghadapi quarter life crisis, ia menggunakan pendekatan spiritual yang diimbangi dengan solusi rasional.
