Konsep Bersyukur Dalam Surah Ibrahim Ayat 7 (Teori Interpretasi Jorge J.e Gracia)

  • Yazid Reza Tama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Nurul Istiqomah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Keywords: hermeneutika; surah Ibrahim; bersyukur

Abstract

Surah Ibrahim ayat 7 mengajarkan pentingnya bersyukur dalam menempuh kehidupan, dengan menekankan bahwa sedikitnya rasa syukur dapat memicu kebahagiaan yang terbatas, yang pada akhirnya berujung pada keserakahan. Dalam konteks sosial saat ini, terutama di kalangan anak muda, banyak yang merasa minder dan sering kali menyalahkan Tuhan atas kondisi hidup mereka. Ketidakmampuan mengelola hawa nafsu membuat kecemasan serta rasa takut terhadap kondisi materi yang tidak memadai semakin mengganggu. Fokus masalah penelitian ini adalah bagaimana konsep syukur dalam ayat tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan anak muda masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, serta analisis hermeneutika Gracia yang mencakup tiga fungsi, yaitu historical function, meaning function, dan implicative function. Data primer diperoleh dari Surah Ibrahim ayat 7 dan karya A Theory of Textuality yang ditulis oleh Jorge J.E. Gracia, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang relevan dengan judul penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna syukur dalam Surah Ibrahim ayat 7 pada fungsi sejarah sebagai tindakan memuji Allah dan menerima pemberian sesuatu oleh seseorang yang berupa materi. Dalam fungsi makna, terdapat lima kategori syukur: penerimaan, terima kasih, menikmati, menghargai, dan memanfaatkan. Sedangkan dalam fungsi implikasi, syukur berhubungan dengan aspek diri sendiri, pendidikan, keuangan, kesehatan, dan sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

PlumX Metrics

Published
2025-03-19