Misimplikasi Kata Fitnah Pada Term “Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan” Qs. Al Baqarah:191 Analisa Ma’na Cum Maghza

  • Azka Syauqi Rabbani Universitas Islam Negeri Maulana Maliik Ibrahim Malang
Keywords: Fitnah, Al Baqarah:191, Ma'na Cum Maghza

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar adanya ketidaktepatan dalam penggunaan kata fitnah pada kalimat “fitnah lebih kejam daripada pembunuhan” dari QS Al Baqarah ayat 191. Serta terdapat kontradiksi pemahaman dengan hadist yang berkaitan tentang dosa dosa besar. Maka dari itu, ntuk mengetahui makna sebenarnya kata fitnah dalam QS Al Baqarah ayat 191, penelitian ini menggunakan pendekatan interpretasi Ma’na Cum Maghza yang memiliki tahapan teoritis Analisa linguistik, historis dan Ma’na cum maghza yang menggali maksud dan tujuan ayat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisa literatur yang berkaitan dengan objek penelitian lebih dalam yaitu kata fitnah dalam QS Al Baqarah:191. Sumber data primer yaitu QS Al Baqarah ayat 191 dan data sekunder yaitu kamus Bahasa Arab, kitab – kitab tafsir, dan literatur – literatur yang bersangkutan dengan kata fitnah tersebut baik dari buku, jurnal maupun artikel. Hasil analisa linguistik, ditemukan adanya penyempitan makna yang terjadi pada kata fitnah yang direduksi di Indonesia hanya satu makna dari banyaknya makna yang termuat dalam kata fitnah Bahasa Arab. Sedangkan yang dimaksud dari kata fitnah dalam QS. Al Baqarah ayat 191 adalah kesyirikan. Adapun hasil Analisa historis dan ma’na cum maghza maksud dari ayat tersebut diantaranya adalah pesan utama perdamaian dan menjaga jiwa dan agama adalah termasuk tujuan syariat. Maka dari itu terjadi kesalahan penggunaan kata fitnah pada term fitnah lebih kejam daripada pembunuhan di Indonesia yang berdampak pada adanya distorsi pemaknaan agama, kesalahpahaman dalam etika sosial, serta menimbulkan kebingungan dalam memahami proporsi keadilan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Fatah Nasution. Metode Penelitian Kualitatif. 1 ed. Bandung: Harfa Creative, 2023.
Abu AbAbu Abdillah Mummad bin Ismail al-Bukhari. Shohih Al Bukhori. Beirut: Dar Ibnu Katsir, 2002.
Abu Al- Fida Ismail bin Amar bin Ktsir. Tafsir Ibnu Katsir. Dar At-Thayyibah Li An-Nasyir wa At-Tauzi, 1999.
Ahmad bin Faris. Mu’jam Muqoyis Al Lughoh. Darul Fikri, 1979.
Ainul Haris Arifin dan Agus Hasan Bashori. Tarjamah Kitab Tauhid. 1 ed. Jakarta: Darul Haq, 1999.
Al Wahidi. Asbabun Nuzullul Quran. Darul Ishlah, 1992.
“Arti kata fitnah - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online.” Diakses 14 Oktober 2024. https://kbbi.web.id/fitnah.
as-Sa’adi. Taisir al-Karim al-Rahman Fi Tafsir Kalam Al-Mannan. Saudi: Darus Salam, 2002.
Fahmi R dan Firdaus. “Pemikiran Imam Al-Syhatibi Tentang Maqashid Al-Syariah.” I’thishom 3, no. 2 (2023).
Firdausiyah, Umi Wasilatul, dan Hardivizon Hardivizon. “Ideologi Bencana Dalam Perspektif Al-Qur’an: Analisis Kata Fitnah Pada Surah Al-Anbiya[21]:35 Dengan Teori Ma’na-Cum-Maghza).” Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al- Qur’an dan Tafsir 6, no. 2 (31 Desember 2021). https://doi.org/10.15575/al-bayan.v6i2.13839.
Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan, Ini Kata ust. Dhanu - Siraman Qolbu (19/1), 2019. https://www.youtube.com/watch?v=QDUTMDCVBLU.
Ibnu Mandzur. Lisan Al Arab. 3 ed. Baerut: Dar Shadir, 1993.
Instagram. “Muhammad Idris Rate on Instagram: ‘Fitnah Adalah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan.,’” 26 November 2024. https://www.instagram.com/reel/DC06ba1v809/.
Kaltsum, Lilik Ummi. “Cobaan Hidup dalam Al-Qur’an (Studi Ayat-Ayat Fitnah dengan Aplikasi Metode Tafsir Tematik).” ILMU USHULUDDIN 5, no. 2 (11 Januari 2018): 107–38. https://doi.org/10.15408/iu.v5i2.12778.
kumparan. “Ketua RT Jadi Tersangka karena Bubarkan Ibadah Gereja Lampung: ‘Berharap Kelompok Intoleran Jera.’” Diakses 8 Desember 2024. https://kumparan.com/bbc-news-indonesia/ketua-rt-jadi-tersangka-karena-bubarkan-ibadah-gereja-lampung-berharap-kelompok-intoleran-jera-202kSHQfEnv.
Kusnadi, Kusnadi, Khusnul Khatimah, dan Arham Hadi Saputra. “Gibah dan Fitnah dalam Pandangan Islam.” RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam 3, no. 2 (30 Oktober 2021): 149–58. https://doi.org/10.47435/retorika.v3i2.744.
Latif, Umar. “KONSEP FITNAH MENURUT AL-QUR’AN.” Ar Raniry I (2015).
M. Quraish Shihab. Tafsir Al Amanah. Bandung: Pustaka Kartini, 1992.
M Quraisy Shihab. Tafsir Al Misbah: Pesan dan Keserasian Al Quran. 1 vol. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
M. Rais Nasruddin. ““Perintah Perang Dalam Q.S. Al-Baqarah [2]: 191 Dan Relevansinya Dengan Konsep Moderasi Beragama : (Analisis Fungsi Interpretasi Jorge J. E. Gracia).” Ulumul Qur’an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir III, no. 1 (2023).
Miski. Seni Meneliti Al Quran dan Hadist di Media Sosial. 1 ed. Malang: MAKNAWI, 2023.
Muhammad Fuad ’Abdul al Baqi al Mufti. Al Mu’jam Al Mufahras Li Alfazh Al Quran. Kairo: Maktabah Al Mishriyyah, 1945.
Muslim. Shohi Muslim. Kairo: Mathbaah Isa Al Babi Al Halbi, 1955.
Sahiron Syamsuddin. Hermeneutika Dan Pengembangan Ulumul Quran. II. Yogyakarta: Nawasea Press, 2017.
Sahiron Syamsuddin dkk. Pendekatan Ma’na-Cum-Maghza Atas Al-Qur’an Dan Hadis: Menjawab Problematika Sosial Keagamaan Di Era Kontemporer. Bantul: Ladang Kata, 2020.
1cak.com,1cuk.com. “kan Lebih kejam bro . .” 1CAK. Diakses 19 Desember 2024. http://1cak.com/815020.

PlumX Metrics

Published
2025-03-20