Aplikasi Double Movement Fazlurrahman pada Makna Ahl al-Bait Surah Al-Ahzab Ayat 33
Abstract
Munculnya pemaknaan ahl al-bait yang dimaknai secara tekstual, dan diamini oleh banyak masyarakat menjadi sesuatu yang dinormalisasi, karena diasumsikan sebagai 'ini adalah pendapat yang disepakati oleh banyak orang’. Idealnya, sebelum memaknai ayat dalam al-Qur’an, setidaknya mengetahui konteks ketika ayat itu diturunkan. Karenanya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang relevan dengan konteks surah al-Ahzab ayat 33 terhadap fenomena munculnya penghormatan yang terkesan berlebihan. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan dengan jenis pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika double movement Fazlurrahman. Pendekatan ini paling relvan untuk digunakan dalam menjawab dan memberikan solusi pada problematika yang ada. Hasil penelitian menunjukkan pada dua temuan. Pertama, ideal moral dari makna ahl al-bait dalam surah al-Ahzab ayat 33, yaitu: menjaga kesucian dan kehormatan moral, taat kepada Allah dan rasul-Nya, dan menjadikan ahl al-bait sebagai teladan moral. Kedua, menawarkan solusi atas problematika yang terjadi ‘adanya klaim sebagai ahl al-bait Nabi dalam koteks ayat 33 dalam surah al-Ahzab’, maka dengan menerapkan ideal moral ini, setidaknya mampu memberikan pemahaman terhadap masyarakat bahwa khazanah keilmuan itu luas.
