Nilai Ayat ke-7 Surat Al-Fatihah dalam Mengembangkan Karakter Pembelajar
Abstract
Surat Al-Fatihah memiliki berbagai nilai dan makna yang terkandung didalamnya. Pada ayat ke-7 Surat Al-Fatihah menjelaskan tentang orang-orang terdahulu yakni mengenai orang yang diberi nikmat, dimurkai dan sesat. Pada ayat ke-7 ini terdapat kandungan tentang nilai karakter pembelajar yakni belajar dari pengalaman pribadi, baik itu kesuksesan maupun kegagalan dan belajar dari pengalaman hidup orang yang sukses dan orang gagal, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi. Cara mengaplikasikan Surat Al-Fatihah beragam sesuai dengan pemahaman seseorang. Pemahaman tersebut dapat mempengaruhi perilaku dan karakter. PP Al-Barokah Malang memiliki kebiasaan membaca surat Al-Fatihah setiap sebelum kegiatan. Pengaplikasian surat Al-Fatihah yang erat dengan kehidupan santri membuat santri memiliki makna dan pemahaman tersendiri terhadap surat Al-Fatihah. Pada kajian ini membahas tentang bagaimana pemahaman santri tentang praktik pengaplikasian surat Al-Fatihah dalam keseharian juga nilai yang terkandung pada ayat ke-7 surat Al-Fatihah dan bagaimana pengaplikasian surat Al-Fatihah dalam keseharian juga relevansinya dalam mengembangkan karakter pembelajar. Kajian ini menggunakan teori living qur’an dan teori konstruksi sosial. Kajian ini merupakan penelitian empiris yang menggunakan wawancara dan observasi dengan metode kualitatif. Data kajian menggunakan keterangan dari pengasuh pondok dan santri PP Al-Barokah Malang. Hasil dari kajian ini yakni setiap santri memiliki kebiasaan tersendiri dalam mengaplikasikan surat Al-Fatihah diluar kegiatan wajib. Surat Al-Fatihah memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual santri. Santri memiki makna tersendiri tentang surat Al-Fatihah sesuai dengan yang dipahami. Santri memaknai surat Al-Fatihah ayat ke-7 tentang tuntunan pada jalan yang lurus atau jalan yang diridhoi Allah SWT.
