ETIKA AMAR MA’RU ̅F NAHI ̅ MUNKAR DI MEDIA SOSIAL PERSPEKTIF SURAT AN-NAHL 125
Abstract
Di media sosial, umat muslim tetap memiliki tanggung jawab dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Hal ini tidak lepas disebabkan karena banyaknya konten- konten menyimpang yang bermunculan di media sosial. Pada dasarnya amar ma’ruf nahi munkar di media sosial adalah upaya baik dalam menyelamatkan umat dari kebatilan, hanya saja cara yang dilakukan oleh sebagian muslim di media sosial justru kurang beretika dalam menyampaikannya. Maka dari latar belakang tersebut, penelitian ini difokuskan menggambarkan bentuk etika amar ma’ruf nahi munkar perspektif An-Nahl 125 yang dapat diterapkan di media sosial. Jenis penelitian ini yaitu kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar di media sosial dapat menggunakan etika yang terdapat dalam surat An-Nahl ayat 125 antara lain hikmah (kebijaksanaan), mau’iẓah ḣasanah (pengajaran yang baik) dan mujdala allati hiya asan (berdebat dengan cara yang baik). Masing-masing etika tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Sehingga siapapun dapat mengimplementasikannya sesuai situasi dan kondisi sasaran maupun yang menyampaikannya. Begitu pun dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar di media sosial perlu memperhatikan prinsip-prinsip komunikasi agar pesan dapat mudah diterima oleh sasaran dan tidak menimbulkan permasalahan yang lain.
