Overthinking dan Solusinya Dalam Tafsir Al-Azhar
Abstract
Seiring berkembangnya teknologi, overthinking semakin sering terjadi di kalangan orang dewasa maupun remaja bahkan saat tidak diinginkan. Overthinking dapat berupa khawatir, takut bahkan berprasangka buruk terhadap sesuatu yang belum terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui overthinking dalam Al-Quran dan pandangan hamka terhadap ayat overthinking dan solusi untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Data primer diambil dari Kitab Tafsir Al Azhar karya Hamka. Dari hasil pemaparan penelitian, dapat disimpulkan bahwa inti dari penelitian ini ialah Al-Quran tidak secara spesifik membahas mengenai overthinking, akan tetapi memberikan nilai-nilai yang masuk dalam pengertiannya. Menurut Hamka orang yang selalu berprasangka buruk tidak akan pernah merasakan ketenangan hati dan ketenteraman jiwa. Hamka menyamakan overthinking yang menyebabkan kecemasan atau kekhawatiran akan suatu hal yang belum terjadi dengan peristiwa perang Al Ahzab, dari peperangan tersebut menunjukkan yang beriman dan munafik. Al-Quran memberikan solusi dengan banyak berdzikir karena hati orang-orang yang selalu berdzikir kepada Allah akan senantiasa terasa tenteram dan bahagia, selalu muhasabah diri agar menjadi lebih baik, dan melakukan sesuatu dengan maksimal lalu tawakkal kepada Allah .
