Kritik Konsep Milk Al-Yamīn Perspektif Muḥammad Shaḥrūr Dengan Pendekatan Kaidah Tafsir Linguistik

  • Ibnur Rijal Athi'ullah Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Muhammad Muhammad Uin Maulana Malik Ibrahim Malang
Keywords: Muḥammad Shaḥrūr; Milk al-Yamīn; Kaidah Tafsir Linguistik

Abstract

Muḥammad Shaḥrūr mengungkapkan bahwa milk al-yamīn bukanlah seperti apa yang telah dipahami tradisionalis yang mengidentikkannya dengan al-riqq. Menurutnya, milk al-yamīn bukanlah budak sebagaimana dipahami oleh para tradisionalis sebab ia merupakan suatu akad yang terbagi dalam tiga kategori; milk al-yamīn sebagai akad buruh; milk al-yamīn sebagai akad al-khidmah al-manziliyyah; dan milk al-yamīn sebagai akad partner seks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkritisi konsep milk al-yamīn perspektif Muḥammad Shaḥrūr dengan menggunakan kaidah tafsir linguistik sebagai landasan teoritis kritik. Karenanya, pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana metode penafsiran Muḥammad Shaḥrūr dan bagaimana kritik konsep milk al-yamīn perspektif Muḥammad Shaḥrūr dari sudut pandang kaidah tafsir linguistik. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif. Hasilnya, dengan prinsip hermeneutikanya yang mengingkari adanya sinonimitas dalam bahasa Arab, Shaḥrūr teguh dalam menerapkan strategi defamiliarisasi dan redefinisi pada term yang dianggap identik. Namun yang menjadi problem tersendiri adalah interpretasinya terhadap term milk al-yamīn sangatlah kontradiktif dengan kaidah tafsir linguistik sebagai pedoman tafsir dengan pendekatan bahasa. Terlihat dari pengabaiannya terhadap makna umum, memformulasikan terminologi baru, mengabaikan kondisi dan ciri khas percakapan bahasa Arab dan memunculkan mafhūm baru pada term milk al-yamīn.

Downloads

Download data is not yet available.

PlumX Metrics

Published
2024-11-18