Living Qur’an: Resepsi Fungsional Dzikir Shalawat Penggetar Arsy di Pesantren Supercamp La Raiba Hanifida Jombang
Abstract
Fenomena living Qur’an merupakan interaksi antara Al-Qur’an dan manusia yang dilakukan untuk tujuan tertentu, kemudian melahirkan suatu tradisi dalam komunitas masyarakat. Hal ini ditemukan di Pesantren Supercamp La Raiba Hanifida Jombang berupa tradisi “Dzikir Shalawat Penggetar Arsy” yaitu pembacaan shalawat, ayat dan surah pilihan dalam Al-Qur’an yang dilakukan oleh para santri setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap asal-usul pembacaan dzikir shalawat penggetar arsy di Pesantren Supercamp La Raiba Hanifida Jombang, dan menganalisis resepsi pembaca dzikir shalawat peggetar arsy meliputi pengasuh, asatidz, dan santri menggunakan teori resepsi Al-Qur’an milik Ahmad Rafiq. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research) menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini: Pertama, dzikir shalawat penggetar arsy merupakan pembacaan shalawat, ayat dan surah pilihan dalam Al-Qur’an yang dilaksanakan oleh para santri Pesantren Supercamp La Raiba Hanifida setelah shalat tahajjud dan shalat maghrib sejak tahun 2016 yang diperoleh dari ijazah para guru dan masyayikh kepada pengasuh pesantren. Kedua, resepsi pembaca dzikir shalawat penggetar arsy termasuk tipologi resepsi fungsional dari teori resepsi Al-Qur’an milik Ahmad Rafiq, karena ayat dan surah Al-Qur’an yang dibaca dalam dzikir shalawat penggetar arsy digunakan untuk tujuan praktis tertentu, salah satunya sebagai media dzikir dan bermunajat kepada Allah SWT.
