Reinterpretasi Bidadari Perspektif Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbāh dan Implikasinya Terhadap Isu Bias Gender

  • Ririn Muktamiroh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Keywords: Bidadari; isu bias gender; Quraish Shihab.

Abstract

Artikel ini membahas mengenai pemvisualisasian bidadari yang cenderung bias gender dan menjadikan wanita sebagai objek. Oleh karena itu, perlunya mereinterpretasi ayat-ayat yang berhubungan dengan bidadari untuk memunculkan sebuah pemahaman yang lebih adil gender. Quraish Shihab sebagai mufasir yang dikenal dengan pendekatan kebahasaan dan paradigma kontekstualnya pastinya memiliki penafsiran yang berbeda dalam menafsirkan bidadari. Tujuan dari penelitian ini 1) Untuk mengetahui penafsiran Quraish Shihab terhadap ayat-ayat bidadari. 2) Untuk mengetahui implikasi penafsiran bidadari perspektif Quraish Shihab terhadap isu bias gender. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menjadikan Tafsir Al-Misbāh sebagai sumber data primer. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa 1) Quraish Shihab memiliki interpretasi yang berbeda dari pemahaman konvensional terkait bidadari. Beliau menafsirkan kata ḣūr sebagai bentuk yang netral kelamin (bisa laki-laki ataupun perempuan). Beliau juga memaknai kata azwājun muṭhaharatun sebagai kata yang tidak hanya berfokus pada bidadari, tetapi juga bidadara. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa wanita pada dasarnya adalah monogami. 2) Implikasi dari penafsiran Quraish Shihab terhadap isu bias gender adalah menciptakan sebuah pemahaman yang lebih inklusif serta meminimalisir stereotip yang merendahkan perempuan, juga sebagai upaya dalam mengatasi penafsiran yang bias gender.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A’zom, Ismul. “Penafsiran M Quraish Shihab terhadap Hurun ‘In dalam Tafsir Al-Misbah.” Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2019. http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/49014.
Ahmad E.Q., N., dan Sartika, E., “Tafsir Feminisme terhadap Makiyyah dan Madaniyah” (M. & E. Zulaiha (eds.)). Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2020.
Ahmad, Mahir. Mausatu Al-Akhirat Al-Jannah wa Nār, Terj. Agus Suwandi. Jakarta: Ummul Qura, 2014.
Al-Bāqī, Muhammad Fuad ‘Abd. Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfāz al-Qur’ān al-Karīm. Kairo: Dār al-Kutub al-Misriyyah, 1945.
Al-Jauziyah, Ibnu Qayyim. Hadil Arwāh Ila Biladi al-Afrāh, Terj. Fadli Bahri. Jakarta: Darul Falah, 1420 H.
Al-Misri, Mahmud. Menikahi Bidadari Surga. Jakarta: Putaka Al Inabah, 2018.
Al-Munawwir, Ahmad Warson. Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap. Pustaka Progressif: Yogyakarta, 1997.
Al-Rāzi’ Muḥammad Fakhr al-Dīn. Tafsīr al-Fakhr al-Rāzi’ al-Musytahar bi al- Tafsīr al-Kabīr wa Mafāṭīh al-Ghaib, Jilid xxvii, Beirūt: Dār al-Fikr, 1981.
Aṭ-Ṭabari, Muhammad bin Jarīr. Tafsir ath-Thabari Jilid 23, Terj. Ahsan Askan. Jakarta: Pustaka Azzam, 2015.
Departemen Pendidikan Nasional. KBBI Pusat Bahasa – edisi keempat, cet iii. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama, 2012.
Engineer, Ashghar Ali. The Right of Women in Islam. London: Hasst&Co. 1994.
Fakih, Mansour. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2015.
Federspiel, Haward M. Kajian Al-Qur’an di Indonesia: Dari Mahmud Yunus hingga Quraish Shihab, cet. 1. Bandung: Mizan, 1996.
Hardianti, Mida, dan Inayah Rohmaniyah. “Genealogi, Wacana Dominan Dan Model Penafsiran Bidadari Dalam Al-Qur’an,” The 4th Ushuluddin & Islamic Thought International Conference (USICON) 4, 2021. https://vicon.uin-suka.ac.id/index.php/USICON/article/view/307.
Janah, N. “Telaah Buku Argumentasi Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an Karya Nasaruddin Umar”, Sawwa: Jurnal Studi Gender, vol. 12, no. 2 . 2017. https://doi.org/10.21580/sa.v12i2.1707.
Muhammad, Husein. Fiqih Perempuan: Refleksi Kyai atas Tafsir Wacana Agama dan Gender. Yogyakarta: IRCiSoD, 2019.
Mukhtar, Naqiyah. “M. Quraish Shihab Menggugat Bias Gender (Para Ulama),” Journal of Qur’an Hadith Studies, vol. 2 no. 2, 2013.
Nadia, Sapruddin, “Menelaah Hukum Pernikahan Monogami dan Poligami Perspektif Hadis,” Comparativa, vol. 2, no. 2, 2021. https://jurnalcomparativa.org/index.php/comparativa/article/download/32/19/
Safaruddin. “Eskatologi”, Jurnal Al-Hikmah, vol. xix, no. 2, 2013.
Saputra, Arfinda Eko. “Bias Gender dalam Penafsiran Ayat Kesaksian Perempuan”, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2019. http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/8532.
Shilma, Syafa’attus. “Bidadari Dalam Al-Qur’an (Perspektif Mufassir Indonesia).” Repository.Uinjkt.Ac.Id. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2017. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36862%0A.
Shihab, M. Quraish. Kaidah Tafsir, cet ii. Tangerang: Lentera Hati, 2013.
Shihab, M. Quraish. Membumikan Al- Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan, 2007.
Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Misbāh: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Subhan, Zaitunah. “Gender dalam Tinjauan Tafsir”, Kafaah: Journal of Gender Studies, vol. 3, no. 1, 2010.
Tim Penerjemah. Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: Kementrian Agama RI, 2019.
Wadud, Amina. Qur’an Menurut Perempuan, Terj. Abdullah Ali. Jakarta: Serambi, 2006.
Wartini, Atik. “Tafsir Feminis M. Quraish Shihab: Telaah Ayat-Ayat Gender dalam Tafsir Al-Misbah”, Plasteran, vol. 6, no. 2, 2013. http://dx.doi.org/10.21043/palastren.v6i2.995.
Yusup, Faris Fadhil. Penafsiran Makna “Azwāj Muṭahharah” dalam al-Qur’an Perspektif Tafsir al-Qurṭubi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2020.

PlumX Metrics

Published
2024-12-04