Konsep Syukur Sebagai Media Terapi FOMO Syndrome (Perspektif Tafsir Al-Azhar)

  • Mohammad Ali Rohmatulloh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat pada era modern ini dan membawa berbagai dampak, baik postif maupun negatif. Skripsi ini akan membahas dampak negatif dari media sosial, yaitu Fear Of Missing Out (FOMO) syndrome dan bersyukur sebagai media terapi agar tidak terkena Fear Of Missing Out (FOMO) syndrome. FOMO adalah fenomena yang ditandai oleh perasaan takut, cemas atau khawatir akan ketertinggalan hal-hal duniawi yang dipicu oleh kehadiran media sosial. Kemudian dalam menguraikan penjelasan dari FOMO, salah satu media terapi agar individu bisa terhindar dari FOMO adalah dengan bersyukur, karena FOMO muncul dari rasa ketidakpuasan dari diri sendiri, tidak bersyukur atas pemberian yang Allah berikan dengan melihat pengalaman orang lain yang lebih menarik darinya.

Dalam menanggapi permasalahan tersebut, artikel ini menggunakan metode tafsir tematik karya Abu Hayy Al-Farmawi dengan mengumpulkan sejumlah ayat yang menjelaskan ciri-ciri individu yang terkena FOMO dan ayat-ayat tentang bersyukur kepada Allah. Selanjutnya, penelitian ini menggunakan sumber data primer dari Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, dan sumber data sekunder dengan memanfaatkan berbagai sumber-sumber yang mendukung, seperti, buku, artikel, jurnal. Penelitian ini bersifat kualitatif dan data diperoleh melalui penelusuran kepustakaan. Seluruh data dikumpulkan dengan mengutip, memproses, dan menganalisis isi dari berbagai literatur, kemudian dianalisis menggunakan kerangka berpikir deskriptif analisis.

Hasil dari penelitian ini adalah, pertama adalah ayat-ayat yang menjelaskan konsep syukur dalam Tafsir Al-Azhar adalah Qs. Al-Baqarah ayat 52, Qs. Ibrahim ayat 7, Qs. Al-Baqarah ayat 152, Qs. Al-A’raf ayat 10, Qs. Luqman ayat 12. Tafsir dari ayat -ayat tersebut adalah mengutamakan untuk selalu bersyukur kepada Allah dan jangan mengingkari nikmat-Nya. Kedua, konsep dari bersyukur mempunyai dampak psikologis yang akan menghilangkan atau menjauhkan individu dari FOMO syndrome, yaitu munculnya Self Acceptance, Self Acceptance adalah sikap dasar yang mencerminkan kepuasan individu terhadap diri sendiri, mutu dan potensi yang dimilikinya, serta penerimaan terhadap kekurangan diri. Dengan bersyukur, individu akan menerima apa yang ada dalam dirinya. Karena pada dasarnya kondisi ketidakpuasan dirasakan karena kurangnya penerimaan dan minimnya toleransi terhadap masalah hidup yang dihadapi, serta kurangnya sikap syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan apa yang sudah dicapai dan dimiliki oleh seseorang.

Downloads

Download data is not yet available.

PlumX Metrics

Published
2025-02-04