Bajapuik di Minangkabau-Pariaman
Tradisi yang sering disalahpahami
Abstract
Artikel ini berisi penejelasan tentang kesalahpahaman umum yang terjadi di kalangan masyarakat mengenai tradisi Bajapuik yang ada di daerah Pariaman-Sumatera Barat. Kebanyakan orang mengira tradisi ini adalah tradisi menjual anak laki-laki kepada keluarga perempuan, padahal dibalik tradisi ini terdapat makna yang mendalam dan tradisi ini juga mengandung beberapa nilai kehidupan di dalamnya. Walaupun dalam praktiknya pada zaman sekarang, tradisi ini mungkin mengalami beberapa perubahan dalam pelaksanaannya dan tidak se-otentik zaman dahulu, namun hal ini tidak bisa dijadikan patokan bahwa tradisi ini tidak sama lagi dengan yang aslinya dan mengarah kepada hal-hal yang bersifat negatif. Pemahaman yang tepat mengenai tradisi ini penting untuk ditanamkan agar tradisi bajapuik dapat dilihat dari perspektif yang benar dan positif serta untuk mengapresiasi kekayaan budaya dan tradisi yang ada di Minangkabau.
Downloads
References
Al Faruqie, F. (2019). Implikasi tradisi uang jemputan terhadap pemberian mahar dalam perkawinan di Kota Pariaman. Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/38624/
Amelia, R., & Rahmania, R. (2019). Budaya hukum perkawinan Bajapuik bagi masyarakat Pariaman. Lex Jurnalica, 16(2), 144–152. https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Lex/article/view/2896
Andriyansyah., & Riza, Y. (2022). Tradisi Bajapuik masyarakat Minangkabau di Pariaman. Jurnal Budaya Nusantara, 5(3), 137–143. https://doi.org/10.36456/b.nusantara.vol5.no3.a5707
Anita, N., & Brata, N. T. (2023). Makna Budaya Bajapuik dalam Pernikahan Etnis Minangkabau di Kota Pariaman Sumatra Barat. Aceh Anthropological Journal, 7(2), 255. https://ojs.unimal.ac.id/index.php/AAJ/article/view/12718
Gustiana, R. (2021). Pluralitas hukum perkawinan adat Pariaman. Morality: Jurnal Ilmu Hukum, 7(1), 22–51. http://dx.doi.org/10.52947/morality.v7i1.188
Istiqamah, L. (2018). Tradisi Bajapuik pada perkawinan masyarakat Pariaman di Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Digilib Perpustakaan Universitas Riau. https://digilib.unri.ac.id/index.php?p=show_detail&id=77039&keywords=
Juliandi, B., & Fadil, M. R. (2023). Tangis bundo kanduang: Sub-altern perempuan Minang dalam Tradisi Bajapuik di Pariaman. Tasyri’ : Journal of Islamic Law, 2(2), 271–296. https://doi.org/10.53038/tsyr.v2i2.81
Nur, A., Suri, N., & Pujiati, P. (2024). Tinjauan etnografi terhadap tradisi Bajapuik dalam Adat Minangkabau di Pariaman, Sumatera Barat. Mukadimah: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-Ilmu Sosial, 8(1), 170–175. https://doi.org/10.30743/mkd.v8i1.8708
Rahayu, R. G. (2023). Pergeseran makna tradisi Bajapuik adat pernikahan Pariaman. Dialektika Komunika: Jurnal Kajian Komunikasi dan Pembangunan Daerah, 11(1), 16–25. https://doi.org/10.33592/dk.v11i1.3628
Surahman, Y. (2023). Dokumentasi informasi tradisi Bajapuik di Nagari Campago Kecamatan V Koto Kampung dalam Kabupaten Padang Pariaman. Makalah Tugas Akhir. https://anyflip.com/zxyhk/oxth/
Copyright (c) 2024 Dwi Ananda Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



