Relevansi: peran Ayah dalam tumbuh kembang anak dengan fenomena fatherless yang ada di Indonesia

  • Hurin In Maknun Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Abstract

The phenomenon that is currently rife that has named Indonesia as number three in the world is its contribution to the lack of fatherhood in the family. Fathers are not just breadwinners in the family, but also have an obligation to care for the growth and development of their children. The importance of the father's role in the family is proven by how much impact it has on the child if this obligation is not fulfilled. Fatherlessness also impacts children's academic performance, reduces self-control in adolescents, and makes it difficult for girls to build social relationships. In some cases, children are single-parented, meaning both parents are excluded from their development. The continued decline in the father's role in parenting can have serious consequences, such as decreased cognitive abilities, juvenile delinquency, and difficulty establishing and maintaining healthy social relationships with others.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Fajarrini, A. U. (2023). Dampak Fatherless Terhadap Karakter Anak Dalam Pandangan Islam. ABATA Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 20-28.

Aini, N. (2019). Hubungan Antara Fatherless dengan Self-control siswa . Skripsi.

Alfian, M. A. (2024). Pentingnya Peran Ayah dalam Perkembangan Emosional Anak. Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, 74.

Ambarini, R. D. (2019). Pengaruh self-esteem terhadap agresi pada remaja dengan father-absence. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 71-72.

Ashari, Y. (2017). Indonesia and its impact on children's psychological development. Research Party: Lets Capture The Wordl with Peace, Inspiration & Creativity (pp. 35-36). Malang: PSIKOISLAMIKA.

Az-Zuhaili, W. (n.d.). Tafsir al-Wasith (Budi Permadi, Ed.; dkk Muhtadi Penerj). Gema Insani.

Baiti, N. (2020). Pengaruh Pendidikan, Pekerjaan, dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Anak. JEA (Jurnal Edukasi AUD), 44-57.

C. Handrianto, J. A. (2022). The Implementation of a mentoring strategy for teachers professional development in elementary school . Elementary: Islamic Teacher Journal, 65-80.

Dian, R. (2023, May 4). narasi. Retrieved from https://narasi.tv/read/narasi-daily/indonesia-peringkat-3-fatherless-country-di-dunia-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam-kehidupan-anak

Ediati, R. C. (2020). Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Remaja-Orang tua Dengan Regulasi Emosi Pada Siswa SMK . Jurnal Empati , 1068-1075.

Effendy, O. U. (2008). Dinamika Komunikasi. Remaja Rosdakarya.

Farid, E. A. (2014). Religiusitas, Kontrol diri dan kenakalan remaja . Jurnal Psikologi Indonesia, 126-129.

Filsa Okta Aulia, A. F. (2024). Systematic Literature Review (SLR): Fenomena Fatherless dan Dampaknya Yang Menjadi Salah Satu Faktor Kegagalan Dalam Keberlangsungan Kehidupan Anak. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Non Formal, (p. 38).

Firda Nurmalasari, N. F. (2024). Dampak Ketiadaan Peran Ayah (Fatherless) Terhadap Pencapaian Akademik Remaja: Kajian Sistematik. Jurnal Psikologi Volume 1 Nomor 4, 1-14.

G. B. Aswarani & D. A, K. (2022). Kecenderungan Kenakalan Remaja Laki-Laki Ditinjau Dari Persepsi Terhadap Peran Ayah Dalam Pengasuhan Di Yogyakarta . Jurnal Sudut Pandang, 220-228.

Mizani, Z. M. (2017). Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Islam (Tinjauan Pedagogis Komunikasi Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail dalam Al-Qur'an). Ibriez: Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains, 95-106.

Mochammad Sa'id, R. D. (2024). Psikoedukasi Fathering untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Kompetensi Ayah dalam Pengasuhan Anak. I-Com: Indonesia Community Journal, 41.

Moh. Abdullah Hilmi, R. J. (2023). PERAN AYAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN (STUDI TENTANG KISAH LUQMAN, IBRAHIM DNA SYU'AIB). BASHAIR: Jurnal Studi al quran dan Tafsir, 80-81.

N, B. (2020). Pengaruh Pendidikan, pekerjaan dan pola asuh orang tua terhadap kemandirian anak . JEA (Jurnal Edukasi AUD), 44-57.

Nisa, P. Z. (2022). Perbedaan Peran Ibu Dan Ayah Dalam Pengasuhan Anak Pada Keluarga Jawa . Jurnal Multidisiplin West Science , 244-255.

Palkovitz, R. (2002). Involved fathering and child development: Advancing our understanding of good fathering In C. S. Tamis-LeMonda & N. Cabrera. Hnadbook of father involvement: Multidisicplinary perspectives (pp. 119-140). Mahwah, New Jersey: Lawrence Erlbaum Associate.

Putri, A. D. (2022, December 19). Fenomena Fatherless di Indonesia dan Jepang. Retrieved fromKompasiana: https://www.kompasiana.com/shyladifia/63a07ffd08a8b51e02488c12/fenomena-fatherless-di-indonesia-dan-jepang

Rahman, I. A. (2008). Hubungan Persepsi Terhadap Pola Asuh Demokratis Ayah Dan Ibu Dengan Perilaku Disiplin Remaja. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan , 69 - 82.

Randles, J. (2020). Role modeling responsibility: The Essential Father Discourse In Responsible Fatherhood Programming and Policy. Social Problems, 16-29.

S. K. G. Chung, X. ,. (2020). Associations between work-family balance, parenting stress, and marital conflics during COVID-19 pandemic in Singapore .

Sitoeresmi, A. R. (2024, August 5). 6 Penyebab Terjadinya Fatherless, Simak Pula Dampaknya bagi Anak. Retrieved from LIPUTAN6: https://www.liputan6.com/hot/read/5664552/6-penyebab-terjadinya-fatherless-simak-pula-dampaknya-bagi-anak?page=4

U., E. O. (2008). Dinamika Komunikasi . Remaja Rosdakarya.

W. Alfasma, D. E. (2023). Loneliness dan perilaku agresi pada remaja fatherless. Sukma: Jurnal Penelitian Psikologi , 40-50.

Warta. (2024, June 17). Angka Perceraian di Indonesia Tahun 2024 Tembus 168.899 Kasus, Bukan Ekonomi Tapi Ini Penyebab Utamanya. Retrieved from Warta Sidoarjo: https://wartasidoarjo.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-1818218374/angka-perceraian-di-indonesia-tahun-2024-tembus-168889-kasus-bukan-ekonomi-tapi-ini-penyebab-utamanya?page=all

PlumX Metrics

Published
2025-07-18
How to Cite
Maknun, H. (2025). Relevansi: peran Ayah dalam tumbuh kembang anak dengan fenomena fatherless yang ada di Indonesia. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(5), 73-82. Retrieved from https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/11590
Section
Articles