Peringatan satu suro di kota malang

Menjaga tradisi dan budaya

Penulis

  • Amanda Luthfi Amanah Program Studi Teknik Arsitektur, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Kata Kunci:

Satu suro, kota malang, tradisi, budaya, agama

Abstrak

Peringatan Satu Suro di Kota Malang merupakan salah satu tradisi penting yang menggambarkan kekayaan budaya lokal dan spiritualitas masyarakat. Kegiatan ini, yang bertepatan dengan tahun baru Hijriah, melibatkan berbagai acara seperti larung sesaji di Sungai Brantas, kirab budaya Suroan, doa bersama, pengajian akbar, serta pameran dan bazar tradisional. Prosesi larung sesaji melambangkan ungkapan syukur dan permohonan keselamatan, sementara kirab budaya menampilkan keindahan pakaian adat dan kesenian tradisional. Doa bersama dan pengajian akbar memperkuat keimanan umat Islam dan mempererat silaturahmi antarwarga. Pameran dan bazar memberikan ruang bagi promosi produk lokal serta edukasi budaya bagi generasi muda. Melalui peringatan ini, masyarakat Kota Malang berupaya menjaga dan melestarikan warisan budaya yang diwariskan oleh leluhur. Peringatan Satu Suro bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap identitas dan jati diri bangsa, serta harapan untuk terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-08-29

Cara Mengutip

Amanah, A. L. (2025). Peringatan satu suro di kota malang: Menjaga tradisi dan budaya. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(7), 219–226. Diambil dari https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/11909

Terbitan

Bagian

Articles