Peran Agama dalam Menginterpretasikan Penemuan Ilmiah
Abstract
Hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan sering diperdebatkan sebagai dua entitas yang terpisah atau bertentangan. Artikel ini mengulas bagaimana agama dapat menginterpretasikan penemuan ilmiah serta peranannya dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Pendekatan dialog dan integrasi dianggap sebagai jalan untuk menjembatani hubungan ini, dengan agama memberikan perspektif moral dan etika, sementara ilmu pengetahuan menyediakan bukti ilmiah yang memperkuat keyakinan religius. Dalam sejarah, para ilmuwan Muslim abad ke-10 menunjukkan bahwa pencarian ilmu merupakan bagian dari ibadah, meskipun ketegangan muncul selama Abad Pertengahan, seperti kasus Galileo Galilei. Dalam konteks modern, pandangan seperti yang diusulkan oleh Francis Collins menegaskan bahwa sains dan agama dapat saling melengkapi. Agama juga memberikan pedoman moral terhadap penerapan teknologi modern, seperti rekayasa genetika dan terapi gen, untuk memastikan manfaat yang sesuai dengan nilai kemanusiaan. Prinsip-prinsip etis yang diajarkan agama membantu menjaga keseimbangan antara inovasi ilmiah dan harmoni dengan kehidupan. Artikel ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara agama dan ilmu pengetahuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dunia dan meningkatkan kesejahteraan umat manusia.
Downloads
References
https://jicnusantara.com/index.php/jicn
Hidayatulloh, Hidayatulloh. 2016. “Realasi Ilmu Pengetahuan Dan Agama.” Proceedings of The ICECRS 1(1):901–8. https://doi.org/10.21070/picecrs.v1i1.627
Jendri. 2019. “Hubungan Sains Dengan Agama Perspektif Pemikiran Ian G Barbour.” Tajdid: Jurnal Ilmu Ushuluddin 18(1):57–78.
http://www.tajdid.uinjambi.ac.id/index.php/tajdid/article/view/90
Mustang, Abubakar. 2024. “Etika Agama Dalam Penerapan Ilmu.” Dahzain Nur : Jurnal Pendidikan, Keislaman Dan Kemasyarakatan 13(2):1–13. https://doi.org/10.69834/dn.v13i2.124
Sutarto, Dendi. 2018. “Konflik Antara Agama Dan Sains Dalam Perspektif Filsafat Sosial.” Trias Politika 2(1):29–39.
https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnaltriaspolitika/article/download/1236/960
Suwarjono, Helmi, Nuryani Yogipratama Rustaman, Nuryani Yogipratama Rustaman, Fransisca Sudargo, Fransisca Sudargo, Tofik Hidayat, and Tofik Hidayat. 2019. “Perspektif Ilmiah Dan Keyakinan Terhadap Evolusi Mahasiswa Biologi Di Universitas Berbasis Agama.” Jurnal Sosial Humaniora 10(2):83. https://doi.org/10.30997/jsh.v10i2.1874
Warisin, Khoirul. 2018. “Relasi Sains Dan Agama Perspektif Ian G. Barbour Dan Armahedi Mazhar.” Rahmatan Lil A’lamin Journal of Peace Education and Islamic Studies Vol.1 No.1(1):16–17.
http://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/JRLA/article/download/213/115
Yaqzhan, Jurnal, Ahmad Ali Umayudi, Agus Gunawan, and Ahmad Bazari Syam. 2023. “Fase Peradaban Manusia Dalam Tinjauan Ilmu Dan Teologi.” 09(01).
http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/yaqzhan/index
Abdullah, P. D. (2020). Antara Al-Ghazali dan Kant Filsafat Etika Islam. Yogyakarta.
Bakhtiar, A. (2004). Filsafat Ilmu. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Barbour, I. G. (1997). Religion and Science: Historical and Contemporary Issues. New York: HarperOne.
Collins, F. S. (2006). The Language of God: A Scientist Presents Evidence for Belief. Amerika Serikat.
Hasbullah. (2014). Media Pembelajaran Matematika. Jakarta: Savitra Collage.
Susiasumantri, J. S. (2020). FILSAFAT ILMU SEBUAH PENGANTAR POPULER Dengan Kata Pengantar ANDI HAKIM NASUTION. Jakarta.
Copyright (c) 2025 Nur Ayu Septiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



