Generasi Z dan Peran Masyarakat dalam Mengintegrasikan Nilai Sosial di Era Digital
Abstract
Generasi Z yang tumbuh di era digital dan globalisasi menghadapi berbagai tantangan dalam menyerap nilai-nilai sosial akibat kemajuan teknologi dan media sosial yang menciptakan ruang interaksi yang luas namun rentan terhadap penyebaran misinformasi dan perilaku antisosial. Integrasi nilai-nilai seperti empati, toleransi, kerja sama, dan tanggung jawab sosial sangat penting untuk membentuk generasi yang bertanggung jawab dan berkontribusi aktif terhadap pembangunan nasional. Keluarga sebagai lembaga sosial utama memegang peranan penting. Keluarga yang harmonis dan menanamkan nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari akan menjadi landasan yang kuat bagi pembentukan karakter anak. Namun, kesibukan dan perubahan gaya hidup dapat menghambat interaksi yang efektif. Selain itu, lembaga pendidikan memegang peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai sosial melalui kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan karakter dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Masyarakat luas, termasuk masyarakat dan tokoh masyarakat, juga berperan sebagai agen perubahan dalam mempromosikan nilai-nilai sosial melalui berbagai kegiatan sosial. Kolaborasi antara keluarga, pendidikan, masyarakat, dan pemerintah sangat penting untuk memastikan integrasi nilai yang efektif. Program yang terpadu dan berkelanjutan, disertai dengan evaluasi berkala, diperlukan untuk mengukur dampak dan melakukan penyesuaian yang diperlukan. Keberhasilan dalam mengintegrasikan nilai-nilai sosial di kalangan Generasi Z akan menentukan masa depan bangsa yang lebih baik, lebih beradab, dan berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk merumuskan strategi yang tepat dan efektif.
Downloads
References
Ashari, F. A., & Najicha, F. U. (2023). Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Era Digital. Research Gate, 4(1), 2–15.
Deandra Rafiq Daffa, Dave Arthuro, Jovanes Agus Fernanda, & Muh. Bintang Widya Pratama. (2024). Gen-Z: Eksplorasi Identitas Budaya dan Tantangan Sosial Dalam Era Digital. Jurnal Insan Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 2(2), 169–183. https://doi.org/10.59581/jipsoshum-widyakarya.v2i2.3112
Maghfirah Nur Fadilah, Nathasya Indriwan, Nur Khoirunnisa, & Sri Mulyantini. (2022). Review Faktor Penentu Keputusan Investasi Pada Generasi Z & Millenial. Manajemen, 2(1), 17–29. https://doi.org/10.51903/manajemen.v2i1.112
Meisyaroh, S. (2013). Determinisme Teknologi Masyarakat Dalam Media Sosial. Jurnal Komunikasi Dan Bisnis, 1(1), 36–46.
putri Maharani, F., Afida, D. N., & Cholili, A. H. (2024). Studi Naratif Latar Belakang Orang Tua dalam Pemilihan Karir Pada Generasi Z. RESILIENCE: JOURNAL OF PSYCHOLOGY, 1(1), 32-40. http://repository.uin-malang.ac.id/23041/
Safarina, D. M. . A. N. . I. S. (2023). Pentingnya Menanamkan Nilai Agama Dan Moral Terhadap Anak Usia Dini Diera Digital Della Maulida Safarina Nur Amelia Shaufia Inayanti. Tahun 2023 Journal Islamic Education, 1(3), 414–435. https://maryamsejahtera.com/index.php/Education/index
Zis, S. F., Effendi, N., & Roem, E. R. (2021). Perubahan Perilaku Komunikasi Generasi Milenial dan Generasi Z di Era Digital. Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 5(1), 69–87. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i1.15550
Copyright (c) 2025 Huriyyatusy Hanifah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



