Peran Indonesia dalam mewujudkan solidaritas global

Sejarah keterlibatan dalam gerakan non-blok

Authors

  • haidar haidar muhammad Program Studi Pendidikan Ilmu penegetahuan soasial, Universitas Islam Negeri Maualana Malik Ibrahim Malang

Keywords:

Non-aligned, solidarity, diplomacy, Indonesia, global

Abstract

The Non-Aligned Movement (NAM) emerged as a response to global polarization during the Cold War, when the world was divided between the Western and Eastern blocs. Many developing countries, including Indonesia, sought to avoid being entangled in ideological conflicts while maintaining their sovereignty and independence in foreign policy. This article addresses the historical and strategic role of Indonesia in the formation and development of the Non-Aligned Movement, as well as its contribution to promoting global solidarity and justice. Employing a qualitative-descriptive approach, this study examines historical sources and relevant literature to analyze Indonesia’s involvement, particularly through the 1955 Asian–African Conference and the implementation of its “free and active” foreign policy principle. The findings indicate that Indonesia played a significant role in advancing the values of solidarity, anti-colonialism, and cooperation among developing countries, while also acting as a diplomatic bridge in global politics. In conclusion, the principles and spirit of the Non-Aligned Movement championed by Indonesia remain relevant in addressing contemporary multipolar geopolitical challenges, especially in fostering a more just, inclusive, and balanced global order.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, T. H., Subagyo, A., & Oktaviani, J. (2020). Realisme Dalam Kepentingan Nasional Indonesia Melalui Forum Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Gerakan Non Blok (GNB).

Al-faiz, A. W. (2025). Sejarah Gerakan Non-Blok-Pilar Moderat Ke-Indonesian.

Amalina, S. N. (2020). Integrasi ilmu sejarah dan agama: Implikasinya dalam pembelajaran. Historis:: Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 5(1), 48–52. https://repository.uin-malang.ac.id/7208/

Amalina, S. N. (2022). Pembelajaran sejarah kebudayaan Indonesia berbasis pendidikan multikultural. Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 7(4), 853–862. http://repository.uin-malang.ac.id/11988/

Artika, R. D., Sapphire, C. N., Putri, S. Z., Maulana, A. F. R., & Al Faruq, U. (2025). Dinasti Abbasiyah sejarah transformasi: Perkembangan ilmu pengetahuan. DEWARUCI: Jurnal Studi Sejarah Dan Pengajarannya, 3(1), 291–296. https://repository.uin-malang.ac.id/23702/

Dewanta, I. P. (2018). Implementasi Prinsip Non-Intervensi Sebagai Asean Way Dan Implikasinya Terhadap Penyelesaian Sengketa Secara Damai Atas Pelanggaran Ham Di Negara-Negara Anggota.

Husein, M., & Sudiarto, T. D. (2024). Diplomasi Luar Negeri Indonesia yang Bebas dan Aktif dalam Perang Rusia-Ukraina Selama Masa Presidensi G20 di Indonesia. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 4(3), 1237–1245.

Sadewa, D. P., & Hakiki, F. (2023). Dinamika kebijakan politik luar negeri bebas aktif Indonesia melalui Gerakan Non-Blok (GNB). Jurnal Lemhannas RI, 11(1), 13–28.

Saraswati, M., Marsetio, M., Rudiyanto, R., Widodo, P., Saragih, H. R. J., Kristijarso, K., & Suwarno, P. (2024). Perspektif Maritim Indonesia dalam Strategi Diplomasi dan Konektivitas Jalur Laut. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 11(10), 4031–4041.

Published

2026-07-06

How to Cite

muhammad, haidar haidar. (2026). Peran Indonesia dalam mewujudkan solidaritas global: Sejarah keterlibatan dalam gerakan non-blok. Maliki Interdisciplinary Journal, 4(11), 607–613. Retrieved from https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/15750

Issue

Section

Articles