Peran bahasa dalam memperkuat identitas nasional suatu bangsa
Abstract
Bahasa memiliki peranan strategis dalam pembentukan dan penguatan identitas nasional suatu bangsa. Melalui bahasa, nilai-nilai budaya, sejarah, dan ideologi bangsa diwariskan dan disosialisasikan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana bahasa menjadi medium utama dalam membentuk kesadaran kebangsaan, membangun solidaritas sosial, dan mempertahankan eksistensi nasional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-kritis dan telaah pustaka dari berbagai sumber ilmiah, ditemukan bahwa bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol politik dan budaya yang merepresentasikan karakter bangsa. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya revitalisasi bahasa nasional dalam pendidikan dan media publik. Revitalisasi bahasa nasional menjadi semakin mendesak di tengah arus globalisasi yang membawa dominasi bahasa asing, terutama dalam ruang-ruang digital, pendidikan tinggi, dan industri kreatif. Penggunaan bahasa nasional yang terbatas di berbagai sektor strategis dapat melemahkan ikatan identitas kolektif dan menyebabkan pergeseran nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan kebahasaan yang progresif dan inklusif, yang tidak hanya menekankan aspek pelestarian, tetapi juga penguatan fungsi bahasa sebagai media pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekspresi budaya.
Downloads
References
Faslah. (2024). IDENTITAS NASIONAL, GEOSTRATEGI, DAN GEOPOLITIK: Membangun Keberlanjutan dan Kedaulatan. Litnus. read://http_repository.uin-malang.ac.id/?url=http%3A%2F%2Frepository.uin-malang.ac.id%2F20872%2F
Asrori, M. (2018). Bahasa Indonesia dan Nasionalisme di Indonesia. Kulturistik: Jurnal Bahasa dan Budaya, 2(2), 187–192. • https://ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/kulturistik/article/download/808/536/3142
Nurhayati, E. (2023). Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Media Sosial sebagai Media Pemasaran Online. Sabda: Jurnal Sastra dan Bahasa, 2(1), 11–20. • https://iicls.org/index.php/jer/article/download/627/556/
Hoerudin, C. W. (2021). Implementasi Bahasa Indonesia sebagai Identitas Nasional dan Sarana Penguatan Karakter Masyarakat. Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial, 4(2), 24–31. https://ejournal.goacademica.com/index.php/jk/article/view/506
Hidayatullah, A. (2020). Peran Bahasa Indonesia dalam Membentuk Karakter Bangsa. Jurnal Bahasa dan Budaya, 8(1), 45–59. https://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/bahasa_budaya/article/view/11025
Rahmawati, D. (2021). Bahasa dan Identitas Nasional: Perspektif Sosial Budaya. Repository UIN Malang. • http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/33555
Maulana, I. (2022). Bahasa Indonesia sebagai Media Pemersatu Bangsa. Jurnal Pendidikan Bahasa, 10(2), 88–99. https://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/jpb/article/view/13204
Putra, Y. (2022). Nasionalisme dalam Perspektif Bahasa sebagai Identitas Bangsa. (ejournal.iaingawi.ac.id)
Ahmad, S. (2021). Bahasa dan Ideologi Nasionalisme. Buletin Al-Turas, 27(1), 55–72. • https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/al-turats/index
Hidayat, R. (2021). Memperkuat Identitas Nasional melalui Pembelajaran Sejarah. Prosiding PPS PGRI Palembang, 3(1), 45–53. https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/Prosidingpps/article/view/8258/5796
Copyright (c) 2025 Ardi Putra Burhanuddin Noer

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



