Kewarganegaraan global dan tantangannya dalam konteks keislaman

Authors

  • Fatimatuz Ima Zuhriyah Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Keywords:

Global citizenship, islam, western values, islamic challenges, social

Abstract

Konsep kewarganegaraan global muncul sebagai respons terhadap meningkatnya interkoneksi antarnegara dalam berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Kewargaan global menekankan partisipasi aktif individu dalam isu-isu kemanusiaan lintas batas negara, serta menanamkan nilai-nilai universal seperti hak asasi manusia, toleransi, dan tanggung jawab sosial. Di sisi lain, Islam sebagai agama yang universal juga mengusung misi global melalui prinsip keadilan, persaudaraan, dan kesejahteraan umat manusia. Namun demikian, tantangan muncul ketika sebagian nilai-nilai global modern yang berakar dari sekularisme dan liberalisme bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Fenomena krisis identitas, arus sekularisasi, relativisme moral, serta pengaruh berlebihan dari nilai-nilai Barat telah memengaruhi pola pikir umat Muslim, terutama dalam konteks kehidupan publik dan sosial. Artikel ini membahas bagaimana umat Islam menghadapi tantangan tersebut dengan pendekatan kritis berbasis maqashid syariah, penguatan pendidikan Islam, serta dialog antarperadaban. Dengan demikian, Islam tidak menolak kewargaan global, melainkan menawarkan paradigma alternatif yang berbasis nilai-nilai transendental dan etika universal dalam kerangka tauhid.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-08-22

How to Cite

Zuhriyah, F. I. (2025). Kewarganegaraan global dan tantangannya dalam konteks keislaman. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(7), 25–33. Retrieved from https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/17792

Issue

Section

Articles