Korelasi Uang Panai(Jujuran) Adat Masyarakat Suku Bugis Dengan Besaran Mahar Suku Jawa dan Madura Perspektif Stratifikasi Sosial[1]

  • Safrida Ramadhania UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Abstract

This article contains the position of dowry in the Bugis-Makassar traditional society with the position of dowry in the Javanese and Madurese traditional societies, where both have similarities but in the perspective of social stratification, both have different meanings. Therefore, in this case the author will discuss the relationship between dowry in Bugis society with dowry in Javanese and Madurese customs when associated with social stratification. Because according to the researcher, it is important to know the position of both in the social stratification of indigenous peoples who have a strong culture with both of these things.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, N. (2014). TRADISI MAHAR DI RANAH LOKALITAS UMAT ISLAM: MAHAR DAN STRUKTUR SOSIAL DI MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA. AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah, 17(1). https://doi.org/10.15408/ajis.v17i1.1239

Akbar, S. & Sainun. (2024). Esksistensi Mahar dalam Perkawinan: Antara Simbol Status Sosial dan Kewajiban Agama. Intizar, 30(1). https://doi.org/10.19109/intizar.v30i1.22709

Alimuddin,Asriani, “makna simbolik uang panai’ pada perkawinan adat sukubugismakassar di kota makassar,” JAQ Al-Qisthi Jurnal Sosial dan Politik, no.2(2020):10

Amin,Mansyur, Modul Peningkatan Keterampilan Pegawai Pencatat Nikah Seri B : Fiqh Munakahat (Jakarta: Departemen Agama RI, 2002), 21.

Baharuddin, Pengantar Sosiologi, (Mataram: Sanabil, 2021), 74. Benjamin,struktur sosial, (bandar lampung: pusaka media, 2020), 2

Bunasan, “MAHAR DAN UANG ASAP PERNIKAHAN ETNIS MADURA (Studi Kasus Siantan

Tengah Kecamatan Pontianak Utara)”, AL-USROH, Volume 02 (2), 2022. Hal 450

Halomoan, P. (2016). PENETAPAN MAHAR TERHADAP KELANGSUNGAN PERNIKAHAN DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 14(2), 107. https://doi.org/10.31958/juris.v14i2.301

Fernando, Rafael, Gengsi Sosial , (Penerbit: Graha ilmu-makassar, 2012)

Gianawati, Nur Dyah, Pengantar Sosiologi, (Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Jember, 2022) 28.

Idayu, Riyanthi dkk, Buku Ajar Pengantar Sosiologi, (Bojongsari-Purbalingga: CV. EUREKA MEDIA AKSARA, 2024), 114.

Ikbal, Moh “Uang panaik‟ dalam perkawinan adat suku Makassar”. Al-Hukama, The Indonesian journal of Islamic family law, Vol 06, Nomor 01, juni 2016;ISSN:2089- 7480.

Jamaluddin, & Amalia, N. (2016). Buku Ajar Hukum Perkawinan. UNIMAL PRESS.

Milar,Susan Bolyard, “ Perkawinan Bugis: Refleksi status sosial dan budaya”. Penerbit:

Ininnawa Makassar, 2011. Hal-13

Nurhalisa, “Tradisi Uang Panai Dan Status Sosial Perempuan Pada Budaya Perkawinan Suku Bugis Wajo,” PINISI JOURNAL of ART, HUMANITY and Social STUDIES 3, no. 5 (2023): 155.

Yasrony, Mohammad Aniq “Mahar Dalam Pernikahan Dan Dampaknya Terhadap Keharmonisan Dalam Rumah Tangga (Analisis Fenomenologis Terhadap Problem Pernikahan di Masyarakat Jawa)” Jatijajar Law, Vol. 1 No. 1, Maret 2022.

Purwadi, Adat dan Budaya Jawa dalam Tradisi Pernikahan, (Yogyakarta: Media Abadi, 2007)

Syaifuddin, Tradisi Perkawinan dalam Masyarakat Madura, (Surabaya: Mitra Pustaka, 2015)

Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah, (Jakarta: Pustaka Amani, 1990)

PlumX Metrics

Published
2025-11-11
How to Cite
Ramadhania, S. (2025). Korelasi Uang Panai(Jujuran) Adat Masyarakat Suku Bugis Dengan Besaran Mahar Suku Jawa dan Madura Perspektif Stratifikasi Sosial[1]. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(11), 1126-1135. Retrieved from https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/18777
Section
Articles