Wujud kebudayan dalam bentuk tradisi rimpu: studi tentang makna dan fungsi dalam masyarakat bima

  • Jumaini jumaini Program Studi Sastra Inggris Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang

Abstract

Rimpu culture is a distinctive cultural heritage of the Bima community in West Nusa Tenggara that has been passed down through generations and continues to survive amid globalization. Rimpu is a traditional woven sarong worn by Bima women to cover the head and body, functioning not only as clothing but also as a reflection of social, spiritual, and aesthetic values as well as gender and cultural identity. This study employs a descriptive qualitative approach with data collected through literature review, personal experiences, field observations, and interviews with community members in Tarlawi Village. The findings show that rimpu has strong historical roots dating back to the arrival of Islam in Bima in the seventeenth century and has undergone acculturation with local customary values. There are two main types of rimpu, namely rimpu mpida, worn by unmarried women, and rimpu colo, worn by married women, which differ in their manner of use and social meaning. In addition, rimpu contributes to strengthening the local economy through the production and marketing of woven fabrics by female artisans. However, modernization, declining interest among younger generations, and limited government support pose significant challenges to its preservation, which is currently pursued through cultural festivals, local value education, and supportive policies from local governments.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abu Haif, Sumirah, Summiati, & Hidayatullah, A. (2024). Merajut Identitas Budaya : Eksistensi Tembe Nggoli sebagai Warisan Tekstil Tradisional Masyarakat Bima NTB diperbincangkan dan sebarluaskan melalui berbagai media , seperti media cetak. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora (AJSH), 4(3). http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh

Arifin, I., Suyitno, A., Rochmiatun, E., & Thoha, C. (2023). Tradisi Mamaca Madura Dalam Tinjauan Falsafah Dan Teori Peradaban Islam. Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 20(1), 89–99. https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v20i1.23848

Ayu Fitriana, S. (2019). BUDAYA RIMPU SEBAGAI EKSISTENSI PEREMPUAN ISLAM DI TANAH BIMA. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 02(2007), 211–217.

Dompu, I. (2019). Rimpu Mpida vs Rimpu Colo. Kumparan. https://kumparan.com/infodompu/rimpu-mpida-vs-rimpu-colo-1550926831493539134

Fahrurizki. (2013). Mengenal Agama Asli Suku Mbojo - Mbojoklopedia. Jelajah Bima. https://www.mbojoklopedia.com/**

Irfan, M. (2022). Perkembangan Budaya Rimpu dalam menghadapi modernisasi dan globalisasi. Fikroh : Jurnal Studi Islam, 6(2), 163–173.

Islahudin, Z., Hadawiah, & Ahdan. (n.d.). POLA KOMUNIKASI BUDAYA PADA MASYARAKAT BIMA DALAM MELESTARIKAN NILAI-NILAI BUDAYA RIMPU DI KABUPATEN BIMA. 60–68.

Kusuma, A. W. (2023). Maintaining cultural value: an analysis of hegemony in Etaf Rum’s A Woman Is No Man. https://repository.uin-malang.ac.id/17244

Muttaqin, Z., Maemunah, M., & Woro, K. N. (2021). Studi Politik dan Hukum Terhadap Tarian Kalero Masyarakat Mbawa Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 9(2), 89. https://doi.org/10.31764/civicus.v9i2.8250

Rahmaniah, A., Susanti, Emy, H., Budi, D. W., & Sari, U. A. (n.d.). The Movement of Muhammadiyah Women: Religious Values, Culture, and Gender Equality. JURNAL ILMIAH PEURADEUN, 13 (1). : 669-694.

Ramlah, R., Haslan, M. M., Kurniawansyah, E., & Sumardi, L. (2023). Nilai-Nilai Religius Dalam Tradisi Peta Kapanca (Studi di Masyarakat Suku Mbojo di Desa Borocamatan Sanggar Kabupaten Bima). Jurnal Ilmiah Mandala Education, 9(3), 1972–1983. https://doi.org/10.58258/jime.v9i3.5769

Rohmah, K. R. (2020). Wujud Kebudayaan Jawa Dalam Bentuk Rumah Limasan. Nazharat: Jurnal Kebudayaan, 26(02), 388–405. https://doi.org/10.30631/nazharat.v26i02.35

Sari, U. A., Yasri, H. L., & Nulinnaja, R. (2023). Analisis geografi budaya: Investigasi gender dan keketatan budaya seni pertunjukkan Reog Ponorogo. https://repository.uin-malang.ac.id/17580/

Setiadi, E. M., Hakam, K. A., & Effendi, R. (2017). Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Kencana. http://www.prenadamedia.com

Setyabudi, M. (2022). Dukun Adat sebagai Benteng Pendidikan Karakter Pemuda Desa Adat Tengger, Ngadas, Kabupaten Malang. In Academy of Education Journal (Vol. 15, Issue 1, pp. 187–206). Academy of Education journal. https://doi.org/10.47200/aoej.v15i1.2312

Situmeang, H. P. A., & Siburian, K. (2022). Peranan Pemerintah Daerah Kota Sibolga dalam Pembangunan Pariwisata Berbasis Pelestarian Lingkungan. Nommensen Journal of Constitutional and Administrative Law, 01, 66–67. https://ejournal.uhn.ac.id/index.php/administrative_law

Suciati, H., & Nuqul, F. L. (2025). Peran media sosial dalam membangun identitas politik perempuan: Dampaknya terhadap self-efficacy dan partisipasi politik. Jurnal Psikologi.

Yurisa, Penny Respati and Fu’aturosida, R. (2020). Akulturasi budaya dan nilai-nilai islam dalam konsep “slamet” pada ritual tanam kepala sapi di Hutan Bambu Desa Sumber Mujur Lumajang. https://repository.uin-malang.ac.id/8558/

Zuriatin, & Nurhasanah. (2018). Kebudayaan Islam yang berkembang di Kesultanan Bima pada abad ke-17 M. Jurnal Pendidikan Ips, 8(2), 129–138. https://doi.org/10.37630/jpi.v8i2.126

PlumX Metrics

Published
2026-02-10
How to Cite
jumaini, J. (2026). Wujud kebudayan dalam bentuk tradisi rimpu: studi tentang makna dan fungsi dalam masyarakat bima. Maliki Interdisciplinary Journal, 4(5), 1547-1557. Retrieved from https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/22037
Section
Articles