Hoaks dan disinformasi politik sebagai ancaman terhadap kualitas demokrasi di indonesia: analisis dalam konteks pemilu
Abstract
Hoaxes and political disinformation on social media have become a serious threat in maintaining the quality of democracy in Indonesia, especially in the implementation of elections. This study aims to analyze how the pattern of hoaxes and political disinformation spread, as well as their impact on society and on elections. The results of the study explained that the spread of hoaxes is structured and involves political actors, influencers and buzzers who use social media algorithms. The low digital literacy of the community is the main door for the spread of hoaxes to run smoothly. The impact of the spread of hoaxes and disinformation can reduce the quality of public trust in the government and cause horizontal conflicts between groups. Countermeasures have been regulated through the ITE Law, supervision by the Bawaslu and KPU institutions and education from educational institutions about digital literacy.
Downloads
References
Anggraini, S. I. (2025). Tantangan Demokrasi Pancasila di era digital : Menganalisis dampak penyebaran hoaks , disinformasi , dan polarisasi di media sosial terhadap nilai-nilai Pancasila seperti persatuan dan keadilan sosial. 3, 221–231. https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/19557
Faslah, R. (2024). Identitas nasional, Geostrategi, dan Geopolitik Membangun Keberlanjutan dan Kedaulatan. https://repository.uin-malang.ac.id/20872/
Hukum, D., & Information, A. (2024). Jurnal Penelitian Hukum De Jure. 24(November), 229–246. https://repository.uin-malang.ac.id/21048/
Ilmu, F., Universitas, A., Politik, P., Sosial, M., Pamekasan, P., & Pendahuluan, I. (2022). ISSN Online : 25412213 ISSN OFline : 25026984 Jurnal Aspirasi ( JAPRI ) Volum 6 Nomor 2 ISSN Online : 25412213 ISSN OFline : 25026984 Jurnal Aspirasi ( JAPRI ) Volum 6 Nomor 2. 27–37. http://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_aspirasi/article/view/2644
Kunaefi, A., Abidin, Z., & Kusumawati, R. (2025). Klasifikasi berita hoaks bahasa indonesia menggunakan indobert. 10(2), 1706–1714. https://repository.uin-malang.ac.id/24080/6/24080.pdf
Makassar, U. I. N. A. (2024). TROLLS , DISINFORMASI , DAN STRATEGI KAMPANYE : TANTANGAN DEMOKRASI DIGITAL DALAM PEMILU 2024 Reskiyanti Nurdin PENDAHULUAN Pemilihan Umum ( Pemilu ) tahun 2024 di Indonesia merupakan salah satu peristiwa politik yang baru saja dilaksanakan . Pemilu ini bukan hanya sekadar ajang kontestasi untuk memilih pemimpin nasional , tetapi juga mencerminkan bagaimana proses demokrasi di Indonesia berkembang di era digital . Demokrasi digital , sebagai konsep yang berkembang dalam konteks teknologi informasi dan komunikasi , telah menjadi fokus kajian dalam ilmu sosial dan politik . Istilah ini merujuk pada penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan partisipasi publik dalam proses demokrasi , baik melalui pemungutan suara elektronik , platform partisipatif , maupun media sosial . Namun , meskipun banyak penelitian telah dilakukan , pemahaman tentang demokrasi digital masih terfragmentasi dan sering kali tidak memiliki kerangka teoritis yang jelas ( Ali 2023 : 79 ; Congge dkk . 2023 ). NESTA mendefinisikan demokrasi digital sebagai praktik demokrasi yang memanfaatkan teknologi dan alat digital ( Sustikarini , 2020 : 238 ). Definisi ini mencerminkan pemahaman bahwa teknologi digital dapat berfungsi sebagai alat yang memperkuat interaksi antara pemerintah dan warga negara , serta memfasilitasi keterlibatan masyarakat dalam proses politik . Sejalan dengan itu , Van Dijk mendeskripsikan demokrasi digital sebagai pelaksanaan demokrasi dalam berbagai perspektif dengan menggunakan media digital , baik dalam komunikasi politik daring maupun luring ( Dijk , 2013 : 49 ) . Dijk menekankan pentingnya perbedaan antara komunikasi politik daring dan luring , karena aktivitas politik tidak hanya berlangsung melalui internet tetapi juga dalam pertemuan fisik yang didukung oleh teknologi digital mobile . Salah satu tantangan utama dalam implementasi demokrasi digital adalah adanya kesenjangan digital yang dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat . Penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti usia , pendidikan , dan pendapatan dapat memengaruhi sejauh mana individu memanfaatkan teknologi untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi ( Porumbescu , 2016 ; Indama , 2022 ). Misalnya , di negara-negara seperti Zimbabwe dan Burundi , penggunaan teknologi Web 2 . 0 dalam Pemilu menunjukkan potensi untuk meningkatkan partisipasi , tetapi juga mengungkapkan tantangan terkait akses dan kepercayaan publik terhadap sistem ( Mathe , 2020 ). 1–26. https://journal.kpu.go.id/index.php/TKP/article/view/1350
Sarjito, A. (2024). Hoaks , Disinformasi , dan Ketahanan Nasional : Ancaman Teknologi Informasi dalam Masyarakat Digital Indonesia. 175–186. https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JGLP/article/view/1547
Syakira, R. T., Angkasawan, H., Aryasatya, B., Studi, S., Internasional, H., Ilmu, F., & Politik, I. (2026). Analisis Kebijakan N egara Dalam M enghadapi H oaks Dan Disinformasi Politik Di E ra Pemilu 2019. 6(April 2019), 7396–7400. https://joecy.org/index.php/joecy/article/view/8012
Copyright (c) 2026 Afifah Bunga Arya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



