Mengapa Allah mengganti kulit penduduk neraka secara terus- menerus?
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui feomena pergantian kulit yang terjadi pada penduduk neraka. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari informasi dari sumber- sumber tertentu, seperti ayat Al- Qur’an, pendapat para mufassir, dan jurnal yang berisi teori ilmiah. Fenomena penggantian kulit yang ditimpakan pada penduduk neraka secara terus menerus merupakan cara Allah untuk menyiksa hambaNya yang selalu berbuat dosa di dunia. Kulit merupakan organ tubuh yang fungsi utamanya menyelimuti tubuh dan melindunginya dari berbagai ancaman bakteri, racun dan radiasi. Kesimpulan yang diperoleh ialah kulit yang terbakar tidak dapat kembali dan mengirimkan rasa sakit ke pusat emosi. Nyeri terus didorong untuk mencapai pusat emosi karena mediatornya hidup di dalam kulit. Sehingga ketika mediator kulit mati diganti dengan yang baru yang masih hidup sehingga terasa perih dan nyeri kembali.
Downloads
References
Abdul Hayyie al-Kattani., (2013). Tafsir Al Munir Aqidah, Syariah & Manhaj jilid 2 (At-Tasiirul-Muniir. Fil ‘Aqidah was-Syarii’ah wal Manhaj), P.552
Brenner. G. J., (2002). Neuronal Basis of Pain. In: Ballantyne, J., Fishman., S., dan Abdi, S. (Eds). The Massachusetts General Hospital Handbook of Pain Management. 2 Ed, Philadelphia: Lippicott Williams & Wilkins Publisher, p.7.
M. Abdul Mujieb., (2009). Ensiklopedia Tasawuf Imam Al-Ghazali (Jakarta: PT. Mizan Publika,,p. 336)
Muhajir. (2016). Jasmani manusia dalam perspektif islam . Jurnal Qathruna, 4-5.
Teungku Muhammad Hasbi Ash-ShiddieqY., (1956). Tafsir an-Nur, Juz 5, (Semarang: Pustaka Rizki Putra), 66-67
Woolf, C. J., American College of Physicians, & American Physiological Society (2004). Pain: moving from symptom control toward mechanism-specific pharmacologic management. Annals of internal medicine, 140(6), 441– 451. https://doi.org/10.7326/0003-4819-140-8-200404200-00010
Copyright (c) 2023 Aisyah Izmi Hamida Salsabila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



