Mendobrak kebisuan

Kekerasan seksual di kampus pasca SK Rektor

Authors

  • Faiqotus Sofiyah Program Studi Matematika, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Keywords:

Sexual violence, Rector's Decree, policy, campus, silence

Abstract

Menyusul diterbitkannya Keputusan (SK) Perdana Menteri Federal tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kekerasan Seksual, berbagai inisiatif telah dilakukan untuk memecah keheningan dan memfasilitasi penyelesaian kasus-kasus tersebut.Laporan singkat ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai upaya memecah keheningan terkait kekerasan seksual di kampus dalam menyikapi Perintah Eksekutif Rektor.Sesuai dengan perintah presiden tersebut, beberapa upaya penting dilakukan untuk memecah keheningan terkait kekerasan seksual di kampus. Mengembangkan kebijakan dan prosedur yang lebih komprehensif untuk menangani insiden kekerasan seksual.Namun terdapat berbagai tantangan yang perlu dihadapi, antara lain: Masih kurangnya pemahaman mengenai definisi dan jenis kekerasan seksual. Kurangnya bukti dan saksi dalam kasus kekerasan seksual. Sumber daya untuk menangani kasus kekerasan seksual terbatas.Upaya memecah keheningan terkait kekerasan seksual di kampus sesuai Perintah Eksekutif Presiden mengalami kemajuan positif.Membangun kampus yang bebas kekerasan seksual memerlukan komitmen dan kerja sama berbagai pemangku kepentingan

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2024-08-31

How to Cite

Sofiyah, F. (2024). Mendobrak kebisuan: Kekerasan seksual di kampus pasca SK Rektor. Maliki Interdisciplinary Journal, 2(8), 26–30. Retrieved from https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/8504

Issue

Section

Articles