KEANEKARAGAMAN JENIS LICHENES PADA BERBAGAI TINGKAT KETINGGIAN DIKAWASAN HUTAN LINDUNG

Penulis

  • Rizki Ary Sanjaya PROGRAM STUDI BIOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

Kata Kunci:

lichenes, keanekaragaman, ketinggian, hutan lindung, ekologic.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis lichenes pada berbagai tingkat ketinggian di kawasan hutan lindung. Lichenes merupakan organisme simbiotik antara jamur dan alga/sianobakteri yang berperan penting dalam ekosistem, seperti penunjuk kualitas udara dan pelopor ekosistem pada habitat yang miskin nutrien. Metode penelitian menggunakan survei lapangan dengan teknik purposive sampling pada tiga ketinggian berbeda: <500 mdpl, 500–1000 mdpl, dan >1000 mdpl. Setiap lokasi dibuat plot pengamatan berukuran 10 × 10 m, kemudian dilakukan identifikasi morfologi dan pencatatan jumlah individu tiap spesies. Analisis data meliputi indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan indeks keseragaman (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman lichenes tertinggi terdapat pada ketinggian menengah (500–1000 mdpl) dengan nilai H’ sebesar 2,85, sedangkan keanekaragaman terendah terdapat pada ketinggian rendah (<500 mdpl) dengan nilai H’ 1,92. Faktor lingkungan seperti kelembapan, intensitas cahaya, dan suhu diduga mempengaruhi distribusi dan kelimpahan lichenes. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ketinggian berpengaruh terhadap keanekaragaman lichenes, di mana kondisi mikroklimat pada ketinggian menengah lebih mendukung pertumbuhan dan keberagaman spesies lichenes.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Akbar, M. F., & Yusuf, M. Y. (n.d.). Interpretasi Tafsir Ekologi Dan Hakikat Kepemimpinan: Telaah QS. Ar-Rum: 41 menggunakan teori Maqashidu Syari’ah.

Anggraini, F. J., Oktapiani, R. R., Ilfan, F., & Rodhiyah, Z. (2021). Lichen sebagai bioindikator pencemaran udara di gerbang kota (gateway) Kota Jambi. Jurnal Daur Lingkungan, 4(1), 6–11.

Armstrong, R., & Bradwell, T. (2010). Growth of crustose lichens: A review. Geografiska Annaler: Series A, Physical Geography, 92(1), 3–17.

Bachri, S. (2021). Ratio Decidendi Of Religious Court Judges On Rejection Of Applications For Interfaith Marriage Prevention. Istinbath : Jurnal Hukum, 18(1), 1–14. https://doi.org/10.32332/istinbath.v18i1.3018

Brodo, I. M., Sharnoff, S. D., & Sharnoff, S. (2001). Lichens of North America. Yale University Press.

Ellis, C. J. (2012). Lichen epiphyte diversity: A species, trait and community ecology. Biological Reviews, 87(2), 593–616.

Faisal, M. (2016). Identifikasi jenis-jenis lichenes sebagai indikator pencemaran udara asap kendaraan bermotor di Hutan Lindung Aek Nauli-Parapat Kab. Simalungun. Jurnal Biosains, 2(1).

Fitriani, A., Ramadhan, F., Masfurin, F. R., Grandisningtias, G. G., & Fitriyyah, I. (2025). Identifikasi karakter morfologi dan reproduksi pada Thallophyta dan Bryophyta di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tumbuhan: Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian dan Ilmu Kehutanan, 2(1), 82–94.

Hasairin, A. (2021). Tipe morfologi talus lichens pada tegakan pohon pinus di Hutan Lindung Aek Nauli-Parapat.

Indriyani, S. (2024). Identifikasi jenis-jenis lichen dan lumut di Edupark BP2LHK Banjarbaru: Identify types of lichens and mosses at Edupark BP2LHK Banjarbaru. Harati: Journal of Science Education, 1(1), 6–21.

Lücking, R., Hodkinson, B. P., & Leavitt, S. D. (2017). The 2016 classification of lichenized fungi in the Ascomycota and Basidiomycota.

Muvidha, A. (2020). Lichen di Jawa Timur. Tulungagung: Akademia Pustaka.

Nash, T. H. (Ed.). (2008). Lichen Biology (2nd ed.). Cambridge University Press.

Nisa, R. H. (2025). Identifikasi jenis lichen di area sekitar Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(5), 1169–1172.

Nisa, R. H. (2025). Identifikasi jenis lichen di area sekitar Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. MIJ: Majalah Ilmu-Pengetahuan, UIN Malang.

Smith, C. W., Aptroot, A., Coppins, B. J., Fletcher, A., Gilbert, O. L., James, P. W., & Wolseley, P. A. (2009). The Lichens of Great Britain and Ireland. British Lichen Society.

Steinová, J., Škaloud, P., Yahr, R., Bestová, H., & Muggia, L. (2019). Reproductive and dispersal strategies shape the diversity of mycobiont-photobiont association in Cladonia lichens. Molecular Phylogenetics and Evolution, 134, 226–237.

Ulfira. (2017). Keanekaragaman lichenes di sekitar kampus UIN Ar-Raniry sebagai bioindikator udara (Skripsi). UIN Ar-Raniry.

Widodo, G. A., et al. (2023). Keragaman lichen di kawasan wisata alam Kandung Malang: Studi awal. Radikula: Jurnal Ilmu Pertanian.

“Studi keanekaragaman lichenes di kawasan Tahura Pocut Meurah Intan Kabupaten Aceh Besar sebagai referensi mata kuliah Botani Tumbuhan Rendah.” (2020). Tesis/Skripsi, UIN Ar-Raniry.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-05

Cara Mengutip

Sanjaya, R. A. (2025). KEANEKARAGAMAN JENIS LICHENES PADA BERBAGAI TINGKAT KETINGGIAN DIKAWASAN HUTAN LINDUNG. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(11), 1458–1466. Diambil dari https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/18769

Terbitan

Bagian

Articles