Perbandingan dinasti umayyah dan abbasiyah dalam membangun peradaban islam
Studi historis atas karakteristik pemerintahan dan kontribusi peradaban dua dinasti islam klasik
Kata Kunci:
Bani umayyah, bani abbasiyah, kekhalifahan islam, peradaban, sejarah islamAbstrak
Artikel ini mengkaji dua dinasti besar dalam sejarah Islam, yaitu Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah, dengan fokus pada karakteristik pemerintahan dan kontribusinya terhadap peradaban Islam. Bani Umayyah (661–750 M), yang berpusat di Damaskus, dikenal dengan sistem monarki turun-temurun, kebijakan arabisasi, dan ekspansi militer yang luas hingga Eropa dan Asia. Di sisi lain, Bani Abbasiyah (750–1258 M), yang berpusat di Baghdad, menampilkan pemerintahan yang lebih inklusif dan kosmopolit, dengan dukungan besar terhadap ilmu pengetahuan, seni, dan budaya. Melalui pendekatan komparatif, artikel ini menyoroti perbedaan pendekatan kedua dinasti dalam membangun peradaban, dari militerisme dan sentralisasi Umayyah hingga keilmuan dan desentralisasi Abbasiyah. Keduanya memberikan kontribusi penting dalam membentuk wajah peradaban Islam klasik, baik dari segi politik, ekonomi, maupun intelektual. Kesimpulannya, kejayaan kedua dinasti ini menjadi cermin kekuatan Islam di masa lampau sekaligus pelajaran tentang pentingnya keadilan, ilmu, dan inklusivitas dalam membangun masyarakat berperadaban.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
