Perbandingan dinasti umayyah dan abbasiyah dalam membangun peradaban islam

Studi historis atas karakteristik pemerintahan dan kontribusi peradaban dua dinasti islam klasik

Penulis

  • Ahmad Firjaun Balya Barlaman Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Kata Kunci:

Bani umayyah, bani abbasiyah, kekhalifahan islam, peradaban, sejarah islam

Abstrak

Artikel ini mengkaji dua dinasti besar dalam sejarah Islam, yaitu Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah, dengan fokus pada karakteristik pemerintahan dan kontribusinya terhadap peradaban Islam. Bani Umayyah (661–750 M), yang berpusat di Damaskus, dikenal dengan sistem monarki turun-temurun, kebijakan arabisasi, dan ekspansi militer yang luas hingga Eropa dan Asia. Di sisi lain, Bani Abbasiyah (750–1258 M), yang berpusat di Baghdad, menampilkan pemerintahan yang lebih inklusif dan kosmopolit, dengan dukungan besar terhadap ilmu pengetahuan, seni, dan budaya. Melalui pendekatan komparatif, artikel ini menyoroti perbedaan pendekatan kedua dinasti dalam membangun peradaban, dari militerisme dan sentralisasi Umayyah hingga keilmuan dan desentralisasi Abbasiyah. Keduanya memberikan kontribusi penting dalam membentuk wajah peradaban Islam klasik, baik dari segi politik, ekonomi, maupun intelektual. Kesimpulannya, kejayaan kedua dinasti ini menjadi cermin kekuatan Islam di masa lampau sekaligus pelajaran tentang pentingnya keadilan, ilmu, dan inklusivitas dalam membangun masyarakat berperadaban.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-03

Cara Mengutip

Balya Barlaman, A. F. (2025). Perbandingan dinasti umayyah dan abbasiyah dalam membangun peradaban islam: Studi historis atas karakteristik pemerintahan dan kontribusi peradaban dua dinasti islam klasik. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(11), 2038–2042. Diambil dari https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/18803

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama