Strategi guru pendidikan agama islam dalam menanamkan nilai toleransi di sekolah

Penulis

  • Salwatul Aisy Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Kata Kunci:

Toleransi, pendidikan agama islam, guru PAI, strategi pembelajaran, keberagaman

Abstrak

Artikel ini membahas tentang toleransi yang merupakan nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat yang sejalan dengan ajaran Islam tentang tasamuh atau sikap saling menghargai perbedaan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), nilai toleransi tidak hanya diajarkan melalui teori, tetapi juga melalui praktik nyata dalam pembelajaran. Guru memiliki peran utama dalam menanamkan sikap ini, baik melalui nasihat, pemberian pemahaman tentang perbedaan, keteladanan, maupun metode pembelajaran kolaboratif seperti diskusi kelompok. Namun, penerapan toleransi di sekolah tidak lepas dari berbagai tantangan, seperti pengaruh lingkungan luar yang kurang inklusif, keterbatasan bahan ajar, serta perbedaan nilai antara sekolah dan keluarga. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru PAI menerapkan strategi yang lebih variatif, seperti dialog dengan orang tua, metode pembelajaran berbasis cerita dan pengalaman, serta pengembangan kegiatan ekstrakurikuler. Melalui kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, nilai toleransi dapat ditanamkan secara lebih efektif, sehingga siswa mampu tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, terbuka, dan siap hidup rukun di tengah keberagaman.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-22

Cara Mengutip

Aisy, S. (2025). Strategi guru pendidikan agama islam dalam menanamkan nilai toleransi di sekolah. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(11), 701–706. Diambil dari https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/19034

Terbitan

Bagian

Articles