https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mjpai/issue/feed Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025-07-29T02:48:57+00:00 Ulil Fauziyah mutaalim@uin-malang.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam</strong> is a means of communication and scientific publication derived from research results in the field of Islamic education, both literature (library research) and field research, using various approaches. This journal is published four times a year in January-March, April-June, July-September, and October-December. The languages used are Indonesian, English, and Arabic..&nbsp;</p> <p><strong>Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam</strong>&nbsp;is managed by <a href="https://fitk.uin-malang.ac.id/project/pendidikan-agama-islam/" target="_blank" rel="noopener">Program Studi Pendidikan Agama Islam</a> <a href="https://fitk.uin-malang.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan</a> <a href="https://www.uin-malang.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang</a>.</p> <p><strong>Journal Template:</strong> <a href="https://docs.google.com/uc?export=download&amp;id=1BdLFM8LO8YZl5C8tcZYZdfyGvSutLDpi" target="_blank" rel="noopener">Download Here</a></p> <p><strong>E-ISSN:&nbsp;<a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2828-6227" target="_blank" rel="noopener">2828-6227</a></strong></p> https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mjpai/article/view/15565 EXPLORING RELIGIOUS MODERATION: A Washatiyyah Perspective in Tafsir Tahlili Al-Qur'an 2025-07-29T02:48:57+00:00 Balya Ziaulhaq Achmadin balyaziaulhaqachmadin@gmail.com Abdul Fattah abdul.fattah@pai.uin-malang.ac.id Akhmad Mukhsin akhmadmukhsin@kemenag.go.id Abdul Malik K. Amrullah 230101210004@student.uin-malang.ac.id Ahmad Barizi akhmadnurulkawakip@pai.uin-malang.ac.id <p>This study aims to analyze the construction of Washatiyyah (moderation) in a religious context based on the perspective of the Quran, with a focus on of the study of Tahlili interpretations of the Qur'an. The method of qualitative analysis is used with a descriptive approach, involving the search of the literature, the collection of data from the relevant Tahlili interpretations, as well as the analysis and interpretation from the verses of the Koran related to religious moderation. The study is aimed at providing a deeper understanding of the constructions of religious Washatiyya in a Koran perspective, with practical implications in guiding Muslims in practicing religious moderation and building inclusive, tolerant, and harmonious societies. The study also aims to reveal the understanding and interpretation of scholarship related to religious moderation, such as the principles, values, and examples of the verses of the Qur'an that describe moderate attitudes in religion. Using the Qur'anic interpretation as a primary source, the study seeks to provide practical guidance for Muslims in applying religious moderation in everyday life. The findings of this research are expected to make an important contribution to developing thought and understanding of religious moderation from the perspective of the Qur'an, as well as promoting social peace and interreligious congregation. In the context of building inclusive and harmonious societies, a deeper understanding of religious Washatiyyah construction will be a strong foundation for overcoming conflict and enhancing tolerance in religious life.<br><br>Abstrak<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi Washatiyyah (moderasi) dalam konteks keagamaan berdasarkan perspektif Alquran, dengan fokus kajian pada tafsir-tafsir Tahlili Alquran. Metode yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan penelusuran literatur, pengumpulan data dari tafsir-tafsir tahlili yang relevan, serta analisis dan interpretasi dari ayat-ayat al-Qur'an yang berkaitan dengan moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konstruksi keagamaan Washatiyyah dalam perspektif Alquran, yang berimplikasi praktis dalam memandu umat Islam dalam mempraktikkan moderasi beragama dan membangun masyarakat yang inklusif, toleran, dan harmonis. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengungkap pemahaman dan penafsiran para ulama terkait dengan moderasi beragama, seperti prinsip-prinsip, nilai-nilai, dan contoh-contoh ayat-ayat al-Qur'an yang menggambarkan sikap moderat dalam beragama. Dengan menggunakan tafsir Al-Qur'an sebagai sumber utama, penelitian ini berusaha memberikan panduan praktis bagi umat Islam dalam menerapkan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam mengembangkan pemikiran dan pemahaman tentang moderasi beragama dalam perspektif Al-Qur'an, serta mempromosikan perdamaian sosial dan kerukunan antarumat beragama. Dalam konteks membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis, pemahaman yang lebih mendalam tentang konstruksi keagamaan Washatiyyah akan menjadi fondasi yang kuat untuk mengatasi konflik dan meningkatkan toleransi dalam kehidupan beragama.</p> 2025-06-10T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mjpai/article/view/12845 RELEVANSI KONSEP HIJAB DALAM PEMIKIRAN SYAIKH ALI ASH-SHOBUNI DI ERA KONTEMPORER 2025-06-10T12:48:37+00:00 Diya'ul Mukorobin diyaulmukorobin25@gmail.com Lilik Iski Kaminah diyaulmukorobin25@gmail.com <p>The relevance of the concept of hijab in Sheikh Ali Ash-Shobuni's thought in the contemporary era reflects the dynamics between religious obligations and the evolving social context. In his work, "Tafsir Ayat al-Ahkam," Sheikh Ash-Shobuni emphasizes that hijab is not merely a covering but also a symbol of honor and identity for Muslim women. Although his approach is systematic and analytical, criticism arises regarding the flexibility of interpretation, which is seen as less responsive to issues of feminism and freedom of expression. In the era of globalization, hijab has transformed into a part of cultural identity and fashion, creating challenges for Muslim women in balancing religious obligations and social norms. This study aims to explore the relevance of Sheikh Ash-Shobuni's thought in understanding hijab as a tool for empowerment and identity, as well as providing guidance for Muslim women in facing social pressures that may conflict with their religious teachings. Thus, Sheikh Ali Ash-Shobuni's thought can significantly contribute to understanding hijab in a modern context.<br><br><strong>Abstrak</strong><br>Relevansi konsep hijab dalam pemikiran Syaikh Ali Ash-Shobuni di era kontemporer mencerminkan dinamika antara kewajiban agama dan konteks sosial yang terus berkembang. Dalam karyanya, "Tafsir Ayat al-Ahkam," Syaikh Ash-Shobuni menekankan bahwa hijab bukan hanya sekadar penutup, tetapi juga simbol kehormatan dan identitas perempuan Muslim. Meskipun pendekatannya sistematis dan analitis, kritik muncul terkait fleksibilitas interpretasi yang dianggap kurang responsif terhadap isu-isu feminisme dan kebebasan berekspresi. Di era globalisasi, hijab telah bertransformasi menjadi bagian dari identitas budaya dan mode, menciptakan tantangan bagi perempuan Muslim dalam menyeimbangkan kewajiban religius dan norma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi pemikiran Syaikh Ash-Shobuni dalam memahami hijab sebagai alat pemberdayaan dan identitas, serta memberikan panduan bagi perempuan Muslim dalam menghadapi tekanan sosial yang mungkin bertentangan dengan ajaran agama mereka. Dengan demikian, pemikiran Syaikh Ali Ash-Shobuni dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami hijab di konteks modern.</p> 2025-06-10T08:18:22+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mjpai/article/view/12936 MENGHARMONISASIKAN TRADISI DAN MODERNITAS Penerapan Filsafat Progresivisme di Pesantren 2025-06-12T14:59:04+00:00 Arfan Amrullah arfan.amrullah@mhs.uingusdur.ac.id M. Khabib Jamlalul Lail muhammad.khabib.jamalul.lail@mhs.uingusdur.ac.id Abdul Khobir abdulkhobir72@gmail.com Muhammad Rafi muhammad.rafi@mhs.ungusdur.ac.id <p>This study examines the harmonization of tradition and modernity through the application of progressivism philosophy in Islamic boarding schools (pesantren) as Islamic educational institutions adapting to global dynamics. Employing a qualitative method based on questionnaires, this research explores the perspectives of students (santri) and pesantren administrators regarding integration strategies, challenges, and the impact of progressivism implementation within the pesantren educational system. The findings reveal a high level of awareness among pesantren educational actors concerning the urgency of curriculum reform to align with contemporary demands. Nevertheless, the application of progressivism faces significant challenges, including limited technological resources, cultural resistance from surrounding communities, and insufficient readiness of educators to adopt modern teaching approaches. The integration of technology, particularly through digital applications in Qur'an memorization, has proven to be an effective instrument in bridging traditional heritage with modern demands. This study recommends strengthening educators’ capacities, developing technological infrastructure, and fostering multi-stakeholder collaboration to accelerate pesantren’s adaptation as an inclusive, adaptive, and relevant Islamic education model in the era of globalization, while preserving its traditional roots.<br><br>Abstrak</p> <p>Penelitian ini mengkaji harmonisasi tradisi dan modernitas melalui penerapan filsafat progresivisme di pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang tengah beradaptasi dengan dinamika global. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis kuesioner, studi ini mengeksplorasi pandangan santri dan pengelola pesantren mengenai strategi integrasi, kendala, serta dampak implementasi progresivisme dalam sistem pendidikan pesantren. Hasil temuan menunjukkan tingginya kesadaran aktor pendidikan pesantren akan urgensi pembaruan kurikulum agar selaras dengan kebutuhan zaman. Namun demikian, penerapan filsafat progresivisme dihadapkan pada tantangan signifikan, seperti keterbatasan sumber daya teknologi, resistensi budaya dari lingkungan sekitar, serta minimnya kesiapan pendidik dalam mengadopsi pendekatan pembelajaran modern. Integrasi teknologi, khususnya melalui aplikasi digital dalam pembelajaran Al-Qur’an, terbukti menjadi instrumen efektif dalam menjembatani antara warisan tradisional dan tuntutan modernitas. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pendidik, pengembangan infrastruktur teknologi, serta kolaborasi multipihak guna mempercepat adaptasi pesantren sebagai model pendidikan Islam yang inklusif, adaptif, dan relevan di era globalisasi, tanpa menghilangkan akar tradisi yang menjadi identitasnya</p> 2025-06-12T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mjpai/article/view/15615 URGENSI INTEGRASI TASAMUH DAN TA’AYUSH DALAM MENGIKIS KEPANATIKAN MAZHAB TEOLOGI: Tinjauan Qs. Ali ‘Imran Ayat 103 2025-07-11T01:16:42+00:00 Siti Marfuah sitimarfuahhaura@gmail.com Komarudin Sassi sassikomarudin@yahoo.com <p>This study discusses the urgency of integrating the concepts of tasamuh (tolerance) and ta'ayush (harmonious coexistence) as a strategic effort to erode the fanaticism of theological schools of thought that often causes division among Muslims. By using a thematic interpretation approach to QS. Ali 'Imran verse 103, this study examines the values ​​of unity, oneness, and mutual respect contained in the verse as a normative basis for building an inclusive and harmonious attitude between schools of thought. The research method used is qualitative with analysis of the text of the Qur'an and related literature that supports the understanding of tasamuh and ta'ayush in the context of Islamic theology. The results of the study indicate that the integration of the two concepts is very important to reduce excessive fanaticism and strengthen Islamic brotherhood. This study recommends that scholars, educators, and community leaders prioritize the values ​​of tasamuh and ta'ayush in preaching and religious education in order to create a more inclusive, peaceful, and united Islamic society. Thus, this study makes an important contribution to the development of moderate and tolerant Islamic thought.<br><br>Abstrak</p> <p>Penelitian ini membahas urgensi integrasi konsep tasamuh (toleransi) dan ta’ayush (hidup berdampingan secara harmonis) sebagai upaya strategis dalam mengikis sikap kepanatikkan mazhab teologi yang kerap menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam. Dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik terhadap QS. Ali ‘Imran ayat 103, penelitian ini mengkaji nilai-nilai persatuan, kesatuan, dan saling menghormati yang terkandung dalam ayat tersebut sebagai landasan normatif untuk membangun sikap inklusif dan harmonis antarmazhab. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis teks Al-Qur’an dan literatur terkait yang mendukung pemahaman tasamuh dan ta’ayush dalam konteks teologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua konsep tersebut sangat penting untuk mengurangi sikap fanatisme yang berlebihan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Penelitian ini merekomendasikan agar para ulama, pendidik, dan pemimpin umat mengedepankan nilai-nilai tasamuh dan ta’ayush dalam dakwah dan pendidikan keagamaan guna menciptakan masyarakat Islam yang lebih inklusif, damai, dan bersatu. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pemikiran keislaman yang moderat dan toleran.</p> 2025-06-13T01:28:47+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mjpai/article/view/15782 HARMONI QUR’ANI: Transformasi Spiritual Melalui Rutinitas Juz ‘Amma Di Mts Muhammadiyah Watulimo 2025-06-13T02:07:18+00:00 Dwi Rohmatus Sa'adah dwirohmatussa@gmail.com Muhammad Dwi Toriyono dwi.toriyono@uinsatu.ac.id <p>This research aims to analyze the design, content, and impact of the habit of reading Juz 'Amma to enhance spiritual intelligence at MTs Muhammadiyah Watulimo. The research method employed is descriptive qualitative research using a qualitative approach that&nbsp;describes social phenomena. The results of this study explain that the habit of reading Juzm&nbsp;'Amma at MTs Muhammadiyah Watulimo began in 2010, supported by the provision of&nbsp;30 copies of the Qur'an and loudspeaker facilities at At-Taqwa mosque. The activity is&nbsp;conducted every morning at 07:00, and this habit is followed by other activities including&nbsp;Dhuha prayer and brief religious talks (kultum). The recitation is prioritized from Surah&nbsp;An-Nas to An-Naba' with 12 repetitions per semester. Evaluation is conducted through&nbsp;both test and non-test methods. The results show positive spiritual impacts in the form of&nbsp;increased discipline in worship, responsibility in memorization, respectful attitudes&nbsp;toward teachers, and empathy among students. Thus, it can be concluded that habits&nbsp;implemented by educational institutions regularly and systematically can enhance&nbsp;spiritual intelligence, which will have a positive impact on students' lives, both in the&nbsp;school environment and in society.<br><br>Abstrak<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai desain, konten serta dampak dari&nbsp; pembiasaan membaca Juz ‘Amma untuk meningkatkan kecerdasan spiritual di MTs Muhammadiyah Watulimo. Metode penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang mendeskripsikan mengenai fenomena sosial. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pembiasaan membaca Juz ‘Amma di MTs Muhamadiyah Watulimo yang dimulai sejak tahun 2010, yang didukung dengan penyediaan 30 Al-Qur'an dan fasilitas pengeras suara di masjid At-Taqwa. Kegiatan dilaksanakan setiap pagi pukul 07.00, pembiasaan diikuti oleh kegiatan lainnya meliputi sholat dhuha, dan kultum. Bacaan diprioritaskan dari Surah An-Nas hingga An-Naba' dengan pengulangan 12 kali per semester. Evaluasi dilakukan berupa es dan non-tes. Hasil menunjukkan dampak spiritual positif berupa peningkatan kedisiplinan beribadah, tanggung jawab menghafal, sikap hormat kepada guru, dan empati antar siswa. Demikian dapat disimpulkan bahwa pembiasaan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan secara teratur dan tersetruktur dapat meningkatkan kecerdasan spiritual sehingga akan memiliki&nbsp;dampak yang baik bagi kehidupan siswa, baik dilingkungan sekolah maupun masyarakat.</p> <p><u><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br></u><span style="text-decoration: underline;">&nbsp; </span></p> 2025-06-13T02:06:14+00:00 ##submission.copyrightStatement##