Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mjpai
<p><strong>Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam</strong> is a means of communication and scientific publication derived from research results in the field of Islamic education, both literature (library research) and field research, using various approaches. This journal is published four times a year in March, June, September, and December. The languages used are Indonesian, English, and Arabic.. </p> <p><strong>Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam</strong> is managed by <a href="https://fitk.uin-malang.ac.id/project/pendidikan-agama-islam/" target="_blank" rel="noopener">Program Studi Pendidikan Agama Islam</a> <a href="https://fitk.uin-malang.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan</a> <a href="https://www.uin-malang.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang</a>.</p> <p><strong>Journal Template:</strong> <a href="https://docs.google.com/uc?export=download&id=1BdLFM8LO8YZl5C8tcZYZdfyGvSutLDpi" target="_blank" rel="noopener">Download Here</a></p> <p><strong>E-ISSN: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2828-6227" target="_blank" rel="noopener">2828-6227</a></strong></p>Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islamen-USMuta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam2828-6227IMPLEMENTASI METODE AS-SHOFWAH DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN: Studi Kasus Di SD Ta’mirul Islam Surakarta
https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mjpai/article/view/15653
<p>This study is motivated by the low level of Qur’anic reading literacy among elementary school students despite the development of various learning methods. The As-Shofwah method is an institutional innovation designed to accommodate students’ characteristics; however, its practical implementation in formal schools remains under-researched. This study aims to analyze the implementation of the As-Shofwah method in Qur’an learning in Class 2B of SD Ta’mirul Islam Laweyan Surakarta in the 2024/2025 academic year. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving tahsin tahfidz teachers, program coordinators, the principal, and students. Data validity was ensured through source and method triangulation, while data analysis used the Miles and Huberman interactive model: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the implementation of the As-Shofwah method was conducted through three stages: planning, implementation, and evaluation. The planning stage involved teacher workshops and instructional guidelines without formal lesson plans. The implementation combined classical and individual learning strategies facilitated by two teachers in one class. Evaluation was conducted through daily reading assessments and level-promotion examinations (pentashihan) based on makharijul huruf, tajwid rules, and reading fluency. The study concludes that the As-Shofwah method effectively supports students’ Qur’anic reading improvement in a structured manner, although reinforcement is needed in formal pedagogical planning and instructional standardization.<br><br>Abstrak</p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan literasi membaca Al-Qur’an pada anak usia sekolah dasar meskipun berbagai metode pembelajaran telah dikembangkan. Metode As-Shofwah merupakan inovasi pembelajaran membaca Al-Qur’an yang dikembangkan secara institusional untuk menyesuaikan karakteristik peserta didik sekolah dasar, namun kajian implementatifnya di lembaga formal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode As-Shofwah dalam pembelajaran Al-Qur’an di kelas 2B SD Ta’mirul Islam Laweyan Surakarta Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi guru tahsin tahfidz, koordinator program, kepala sekolah, dan siswa. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode As-Shofwah dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan dilakukan melalui workshop guru dan penyusunan pedoman pembelajaran tanpa RPP formal. Tahap pelaksanaan memadukan strategi klasikal dan individual dengan dua guru pengampu dalam satu kelas. Adapun evaluasi dilakukan melalui setoran bacaan harian dan pentashihan kenaikan jilid berdasarkan indikator makharijul huruf, kaidah tajwid, dan kelancaran bacaan. Temuan penelitian menegaskan bahwa metode As-Shofwah efektif mendukung peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa secara bertahap dan terstruktur, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek perencanaan pedagogis formal dan standardisasi perangkat pembelajaran.</p>Dona Nur FitriyantiPratiwi Rahmah Hakim
##submission.copyrightStatement##
2025-09-172025-09-174317218810.18860/mjpai.v4i3.15653PERAN SUPERVISI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS EVALUASI PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mjpai/article/view/16527
<p>This article explores the strategic role of educational supervision in enhancing the quality of learning evaluation for Islamic Education (PAI) teachers. Supervision functions not merely as administrative control, but also as a professional and transformative guidance process. In PAI learning, evaluation reflects not only student outcomes but also the quality of teaching. This study employs a library research method using a descriptive-analytical approach, systematically reviewing relevant scholarly literature including books, academic journals, and educational policy documents. The discussion centers on three key aspects: the philosophical foundation of supervision (its nature and goals), implementation principles that are systematic, objective, and democratic, and adaptive-reflective supervisory strategies. Findings suggest that when these elements are integrated professionally and contextually, supervision becomes a powerful tool to empower PAI teachers. Effective supervision ultimately contributes to the realization of excellent, responsive, and sustainable Islamic education.</p> <p>Abstrak</p> <p>Artikel ini membahas peran strategis supervisi pendidikan dalam meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Supervisi tidak hanya berfungsi sebagai kontrol administratif, tetapi juga sebagai proses pembinaan profesional yang bersifat transformatif. Evaluasi pembelajaran PAI tidak sekadar menilai hasil belajar peserta didik, tetapi juga mencerminkan mutu proses mengajar guru. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui telaah sistematis terhadap literatur ilmiah seperti buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Kajian difokuskan pada tiga aspek utama: hakikat dan tujuan supervisi sebagai fondasi filosofis; prinsip pelaksanaan yang sistematis, objektif, dan demokratis; serta strategi supervisi yang adaptif dan reflektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketika ketiga aspek ini diintegrasikan secara profesional dan kontekstual, supervisi mampu menjadikan evaluasi pembelajaran sebagai sarana pemberdayaan guru PAI. Supervisi yang efektif berkontribusi pada terciptanya pendidikan agama Islam yang unggul, responsif, dan berkelanjutan.</p>Rizqah Fadhilah BulaBuhari LunetoLian G Otaya
##submission.copyrightStatement##
2025-09-172025-09-174318920210.18860/mjpai.v4i3.16527MEDIA KARTU DOMINO UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MI ROUDLOTUL ULUM
https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mjpai/article/view/13023
<p>The low level of students' understanding of Islamic Cultural History and their lack of engagement during the learning process are among the challenges faced by MI Roudlotul Ulum Sidoarjo. This situation highlights the need for innovative teaching methods to enhance students' comprehension and active participation in learning Islamic Cultural History material. This study aims to improve students' engagement and learning outcomes by utilizing domino card media as an interactive teaching innovation. The research was conducted using a Classroom Action Research approach based on Kurt Lewin's cyclical model, comprising four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The study was carried out over two cycles, involving fourth-grade students as research subjects. The findings reveal that the use of domino card media effectively increased student engagement and learning outcomes. Observations recorded a rise in students’ enthusiasm during the learning process, as reflected in their active participation in group discussions and positive responses to the learning media. The implications of this research suggest that domino card media can serve as an effective alternative teaching tool, not only for improving Islamic Cultural History material comprehension but also for fostering an interactive and enjoyable learning environment.</p> <p>Abstrak</p> <p>Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi Sejarah Kebudayaan Islam serta minimnya keaktifan dalam proses pembelajaran menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh MI Roudlotul Ulum Sidoarjo. Hal ini mendorong perlunya penerapan inovasi dalam metode pembelajaran sehingga dapat meningkatkan pemahaman serta keaktifan siswa terhadap materi Sejarah Kebudayaan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penggunaan media kartu domino sebagai inovasi pembelajaran yang interaktif. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas berbasis model siklus Kurt Lewin, yang terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan siswa kelas IV sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu domino mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Menurut hasil observasi yang mencatat adanya peningkatan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran, seperti terlihat dari keaktifan dalam diskusi kelompok dan respons positif terhadap media pembelajaran. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media kartu domino dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif, tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman materi Sejarah Kebudayaan Islam, tetapi juga untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.</p>Ailsa Tamzia KumalaNabillah Putri Ma'arifAisah Nur Maulidiya Amaliya
##submission.copyrightStatement##
2025-09-172025-09-174320321310.18860/mjpai.v4i3.13023TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI FOLLOWERS DAN DAMPAKNYA DALAM MUAMALAH
https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mjpai/article/view/13006
<p>This study examines the practice of buying and selling followers on social media from the perspective of Islamic law. This phenomenon is one of the impacts of the digital revolution, where the number of followers is often considered an indicator of popularity, influence, and credibility. This situation has led to the emergence of buying and selling followers as an instant way to increase the number of followers. However, this phenomenon raises various questions, including the transaction mechanisms, its validity according to Islamic law, and its social and moral implications. This study employs a literature review method to gather relevant data and information.The findings indicate that the mechanisms of buying and selling followers are often non-transparent, sparking debates about their compliance with Islamic principles. From the perspective of Islamic law, some scholars view this practice as inconsistent with the principles of honesty and fairness in transactions. Moreover, its social and moral impacts have the potential to undermine social norms and digital integrity. In conclusion, the practice of buying and selling followers requires thorough evaluation and a prudent approach in alignment with Islamic principles. This study aims to serve as a guide for the public to understand this phenomenon comprehensively and in accordance with Islamic values.</p> <p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini membahas praktik jual beli followers di media sosial dalam perspektif hukum Islam. Fenomena ini merupakan salah satu dampak revolusi digital, di mana jumlah followers sering dianggap sebagai indikator popularitas, pengaruh, dan kredibilitas. Kondisi ini memicu munculnya praktik jual beli followers sebagai cara instan untuk meningkatkan jumlah pengikut. Namun, fenomena tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan, termasuk mekanisme transaksinya, keabsahan menurut hukum Islam, serta dampak sosial dan moralnya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan data dan informasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme jual beli followers sering kali tidak transparan, memicu perdebatan mengenai kesesuaiannya dengan prinsip syariah. Dalam pandangan hukum Islam, praktik ini dinilai sebagian ulama tidak sejalan dengan prinsip kejujuran dan keadilan dalam transaksi. Selain itu, dampak sosial dan moralnya berpotensi merusak norma sosial serta integritas di dunia digital. Kesimpulannya, praktik jual beli followers memerlukan evaluasi mendalam dan pendekatan bijak sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini diharapkan menjadi panduan bagi masyarakat untuk memahami fenomena tersebut secara mendalam dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.</p>Nur Indah MZahra LahitaniaKunzita Ladiana Manzil
##submission.copyrightStatement##
2025-09-172025-09-174321422610.18860/mjpai.v4i3.13006MAQASHID SYARI'AH DALAM KEBIJAKAN PUBLIK: Analisis Implementasi Prinsip Islam dalam Kebijakan Pemerintah di Indonesia
https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mjpai/article/view/12639
<p>Maqashid Syari'ah, as the ultimate goals of Islamic law, provides a conceptual framework to achieve human welfare by safeguarding religion, life, intellect, lineage, and wealth. This article examines the implementation of maqashid syari'ah principles in public policies in Indonesia, a country with the world's largest Muslim population. Using a qualitative approach through policy analysis and secondary data, the study explores the extent to which government policies reflect Islamic values. The findings reveal that various public policies in Indonesia, such as in education, healthcare, and economic sectors, adopt maqashid syari'ah principles, although challenges remain in ensuring their sustainability and effectiveness. This article offers valuable insights for policymakers and scholars in integrating Islamic values into modern public governance.</p> <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Maqashid Syari'ah, sebagai tujuan utama dari hukum Islam, memberikan kerangka kerja konseptual untuk mencapai kemaslahatan manusia melalui perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Artikel ini menganalisis implementasi prinsip-prinsip maqashid syari'ah dalam kebijakan publik di Indonesia, sebuah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis kebijakan dan data sekunder untuk mengeksplorasi sejauh mana kebijakan pemerintah mencerminkan nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kebijakan publik di Indonesia, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, mengadopsi prinsip maqashid syari'ah, meskipun masih terdapat tantangan dalam memastikan kesinambungan dan efektivitasnya. Artikel ini memberikan wawasan penting bagi pembuat kebijakan dan akademisi dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam tata kelola publik modern.</p>Muhammad Fayiz ArdyansyahAchmad Lathoiful Alam SyahSevina Faradina Amalia
##submission.copyrightStatement##
2025-09-172025-09-174322724010.18860/mjpai.v4i3.12639