STRATEGI KEPALA TATA USAHA DALAM PENINGKATAN MUTU LAYANAN ADMINISTRASI
Abstract
Mutu layanan administrasi Lembaga ditingkatkan untuk mendukung kualitas pendidikan pada sebuah Lembaga dalam mencapai tujuannya. Kemendikbud menetapkan bahwa sekolah yang bermutu adalah sekolah yang menyesuaikan dengan standar nasional. Dalam penyesuaian standart dalam peningkatan mtu layanan administrasi dibutuhkannya seorang pemimpin administrasi yakni kepala tata usaha untuk menciptakan startegi yang dicipatakan dari berbagai kegiatan megenai grain desain mewujudkan cita-cita dan tujuan Lembaga. Pentingnya sebuah pengelolaan dalam madrasah akan mempengaruhi implikasi yang dihasilkan untuk para warga sekolah dan masyarakat luar.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui, (1) perencanaan strategi kepala tata usaha yang digunakan dalam peningkatan mutu layanan administrasi di MTsN 1 Kota Malang, (2) begaiamana proses implementasi strategi kepala tata usaha yang digunakan dalam peningkatan mutu layanan administrasi di MTsN 1 Kota Malang, (3) bagaimana proses implikasi strategi kepala tata usaha yang digunakan dalam peningkatan mutu layanan administrasi di MTsN 1 Kota Malang, (4) bagaimana evaluasi strategi kepala tata usaha yang digunakan dalam peningkatan mutu layanan administrasi di MTsN 1 Kota Malang.
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yakni model kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dimulai pada September 2022-Januari 2-23 di MTsN 1 Kota Malang. Dalam pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Pada Teknik analisis datanya menggunakan reduksi data yakni reduksi data, menyajikan data dan verifikasi. Pada pengecekan keabsahan daya yang digunakan triangulasi sumber, metode dan data.
Hasil penelitian ini yakni, (1) perencanaan yang digunakan dalam enyusun sebuah startegi menggunakan startegi inovasi oleh kepala tata usaha, memakai pedoman ANJAB, rapat dan kegiatan yang dibuat untuk mendukung startegi. (2) implementasi yang dipakai yakni mengintegrasikan keseluruhan startegi dengan aktif menjalankan kegiatan rapat bulanan untuk tim startegi, rapat tahunan untuk keseluruhan tenaga keja, aktifnya peningkatan system kerja pada tenaga kependidikan dan waka sekolah, penataan kepegawaian, aktifnya penggunaan aplikasi dari sikap dan kegiatan workshop, (3) implikasi yang dipakai yakni pengawasan secara langsung dan tidak langsung, penerapan pedoman ANJAB dan analisis beban kerja untuk menyesuaikan jabatan pekerja. , aplikasi digital mempercepat proses kerja administrasi, workshop berdampak untuk peningkatan kualitas kompetensi tenaga kerja, (4) evaluasi yang dipakai yakni rutinnya mengevaluasi pada tenaga pendidikan tiap hari melalui media online dan media offline dengan rapat tiap bulan dan penggunaan analisis SWOT (strong, weeknes, opportunity dan treast).



