Pengaruh Kabut Asap Terhadap Proses Belajar Mengajar Matematika Kelas VI di MIS NU Palangka Raya

  • Ulfah Islamiyah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, IAIN Palangka Raya, Indonesia
  • Ulfah Islamiyah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, IAIN Palangka Raya, Indonesia
  • Istiyati Mahmudah
Keywords: Kabut Asap; Matematika; Proses Belajar Mengajar

Abstract

ABSTRACT

Mathematics is a subject at the elementary, middle and high school levels of education. Mathematics includes the study of abstract concepts or abstract mathematical objects. This research aims to determine the effect of haze on the teaching and learning process of class VI mathematics. The methods used in this research are qualitative and quantitative analysis. Qualitative data in this research was carried out by collecting data from interviews with class VI Mathematics teachers. Meanwhile, the quantitative data in this research is data from differences in students' learning outcomes during face-to-face learning and distance learning (PJJ). The learning outcomes of students during face-to-face meetings are between 65% complete and 35% incomplete with an average score of 64.8. Meanwhile, the learning outcomes of distance students are between 32% complete and 68% incomplete with an average score of 60.

 

ABSTRAK

Matematika merupakan  mata pelajaran yang ada pada jenjang pendidikan dasar, menengah pertama, dan menengah atas. Matematika mencakup studi tentang konsep-konsep abstrak atau objek matematika yang bersifat abstrak.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kabut asap terhadap proses belajar mengajar matematika kelas VI. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif pada penelitian ini dilakukan dengan cara pengumpulan data dari hasil wawancara guru Matematika kelas VI. Sedangkan data kuantitatif pada penelitian ini adalah data dari perbedaan  hasil belajar peseta didik saat pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh (PJJ).  Adapun hasil belajar peserta didik saat tatap muka yaitu dengan interval nilai tuntas 65% dan tidak tuntas 35% dengan nilai rata – rata 64,8. Sedangkan hasil belajar peserta didik jarak jauh yaitu dengan interval nilai tuntas 32% dan tidak tuntas 68% dengan nilai rata – rata 60.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Gazali, R. Y. (2016). Pembelajaran Matematika yang Bermakna. Jurnal Pendidikan Matematika, 2(3).

Halidi, H. M. (2015). Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Tik Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sdn Model Terpadu Madani Palu. 3.

Hatmo, S. H. D. (2021). Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh Secara Daring. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(2).

Mahawira, D. K., Nursjam, D. H., Hum, M., Junaid, I., Hum, M., Naping, D. H., & Hasanuddin, U. (2016). :Deputi Bidang pengembangan Kelembagaan. 10. Nal Education and development. (2020).

Rachmawati, I. N. (2019). Pengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif: Wawancara. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11(1), 35–40. https://doi.org/10.7454/jki.v11i1.184

Septian Raibowo & Yahya Eko Nopiyanto. (2020). Proses Belajar Mengajar Pjok Di Masa Pandemi Covid-19. STAND : Journal Sports Teaching and Development, 1(2), 112–119. https://doi.org/10.36456/j-stand.v1i2.2774

Sirait, E. D. (2016). Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 6(1). https://doi.org/10.30998/formatif.v6i1.750

Suwondo. (2021). Penggunaan Alat Peraga Konkrit Untuk Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar Matematika Tentang Konsep Bangun Ruang Di Kelas VI SD Negeri 81 / II Muara Bungo. Jurnal Tunas Pendidikan, 4.

UUD RI Sistem Pendidikan Nasional 2003, 2.pdf. (t.t.).

PlumX Metrics

Published
2024-01-02