Kesehatan mental pria PSK (Pekerja Seks Komersial)
Penderita HIV/AIDS di Indonesia
Abstract
HIV has always received attention from many groups including commercial sex workers. The Ministry of Health noted that HIV sufferers are more men than women with a ratio of 75 to 25: 25. Some men have been confirmed to be Commercial Sex Workers who not only serve women but also serve male guests. They usually have back or anal intercourse. The relationship is known as Male Sex Male (MSM). A study published in the international journal of epidemiology revealed that the risk of HIV transmission through anal sex is 18% higher when compared to vaginal penetration. Anal intercourse through the rectum is most at risk of HIV infection because the layer is very thin so it is very easy to damage during sex (Wardani et al., 2020). This study explores the psychosocial experiences of prostitutes with HIV/AIDS, which include individual mental health. The results show that HIV and AIDS cause various mental health problems such as fear, despair accompanied by prejudice against other people's discrimination, and then psychological pressure felt by male sex workers. Men who like to have sex with other men are already psychologically disturbed. It is important to prevent the factors that can lead to the psychological disruption of MSM before or after being infected with HIV/AIDS. Because prevention is better than cure.
Downloads
References
(P2P) Direktur Jendral. (2022). Laporan perkembangan HIV-AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan 1 Januari-Maret 2022. Kemenkes, 1–23.
Afriana, N., Luhukay, L., Mulyani, P. S., Irmawati, Romauli, Pratono, Dewi, S. D., Budiarty, T. I., Hasby, R., Trisari, R., Hermana, Anggiani, D. S., Asmi, A. L., Lamanepa, E., Elittasari, C., Muzdalifah, E., Praptoraharjo, I., Theresia Puspoarum, & Devika. (2022). Laporan tahunan HIV AIDS 2022. Kemenkes. 1–91. http://p2p.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2023/06/FINAL_6072023_Layout_HIVAIDS-1.pdf
Amalia, R., Sumartini, S., & Sulastri, A. (2018). Gambaran perubahan psikososial dan sistem pendukung pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Rumah Cemara Gegerkalong Bandung. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 4(1), 77. https://doi.org/10.17509/jpki.v4i1.12346
Arnando, R. (2018). Tahap-tahap pembentukan hubungan pada pasangan gay remaja (studi pada kelompok gay di Kabupaten Pringsewu). New England Journal of Medicine, 372(2), 2499–2508. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7556065%0Ahttp://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=PMC394507%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.humpath.2017.05.005%0Ahttps://doi.org/10.1007/s00401-018-1825-z%0Ahttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27157931
Arriza, B. K., Dewi, E. K., & Kaloeti, D. (2009). Memahami rekonstruksi kebahagiaan pada Orang dengan Hiv / Aids ( ODHA ). Jurnal Psikologi Undip, 10, 153–160.
Artaria, M. D. (2016). Dasar biologis variasi jenis kelamin, gender, dan orientasi seksual. BioKultur, 5(2), 157–165.
Aryawati, W., Mandala, A., & Angelina, C. (2023). Analisis faktor perilaku seksual yang menyimpang (homoseksual) di wilayah kerja Puskesmas Simpur Bandar Lampung Tahun 2023. Profesional Health Journal, 5(1), 237-256.
Bashir, A., Dewi, A., & Khoiriyati, A. (2019). Pemahaman pengobatan antiretroviral dan kendala kepatuhan terhadap terapi antiretroviral pasien HIV AIDS. JHeS (Journal of Health Studies), 3(2), 10–17.
Chandra, P. A., Shaluhiyah, Z., & Cahyo, K. (2018). Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemakaian kondom dan pelcin pada Lelaki Seks Lelaki (LSL) sebagai upaya pencegahan HIV (studi kuantitatif pada semarang gaya community). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 2356–3346. http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm
Costa, M. M. Da. (2019). Sistem pakar mendeteksi penyakit Hiv/Aids Di NTT dengan metode Support Vector Regression (SVR). Seminar Nasional & Konferensi Sistem Informasi, Informatika dan Komunikasi, 856–862.
Dewi, N., & J, A. (2020). Modul mata kuliah keperawatan HIV-AIDS. Universitas Tribhuwana Tunggadewi. https://ners.unitri.ac.id/wpcontent/uploads/2022/07/mk-MODUL-HIV-AIDS..pdf
Fauziyah, F., Shaluhiyah, Z., & Prabamurti, P. N. (2018). Respon remaja Lelaki Suka Lelaki (LSL) dengan status HIV positif terhadap pencegahan penularan HIV kepada pasangan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 13(1), 17. https://doi.org/10.14710/jpki.13.1.17-31
Fitrianingsih, F., Ersa, C. B., Indriyani, D., & Wirdayanti, W. (2022). Gambaran karakteristik pasien HIV di Poli Rawat Jalan Rsud Raden Mattaher Jambi. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi (JIITUJ), 6(2), 164–172. https://doi.org/10.22437/jiituj.v6i2.6131
Green, C. W. (2016). Pengobatan untuk AIDS: Ingin Mulai ?. Yogyakarta: Yayasan Spiritia. http://spiritia.or.id/cdn/files/dokumen/pengobatan-untuk-aids_5c34db197830b.pdf
Husni, Ahmad. (2005). Penggunaan kode dalam bertransaksi seks oleh gigolo di Surabaya : Suatu Kajian Sosiolinguistik. Skripsi. Universitas Airlangga.
Khoraima, K. (2017). Faktor yang melatarbelakangi seseorang menjadi gay di Kota Semarang. Artikel Tugas Akhir. Universitas Kristen Satya Wacana.
Kurniawati, V. (2022). Pengaruh kadar CD4, Viral Load, dan NLR terhadap infeksi oportunistik pada pasien HIV/AIDS di Poliklinik VCT RSUD Dr. Moewardi Surakarta. NBER Working Papers, 89. http://www.nber.org/papers/w16019
Laksana, A. S. D., & Lestari, D. W. D. (2010). Faktor-faktor Risiko penularan HIV/AIDS pada laki-laki dengan orientasi seks heteroseksual dan homoseksual di Purwokerto. Jilin Daxue Xuebao (Gongxueban)/Journal of Jilin University (Engineering and Technology Edition), 4(SUPPL.1), 384–388.
Mahendra, G. A. (2016). Analisa Pengembangan hubungan sosial kaum gay pada kelompok gay di Balijoe: Teori Ilmu komunikasi penetrasi sosial pada hubungan gay. Skripsi. Universitas Kristen Satya Wacana.
Masstuti, E., Indrijati, H., & Andriani, F. (2005). Proses "Coming Out" dan perilaku seksual di kalangan Homoseksual Pria. Laporan Penelitian. Universitas Airlangga.
Mastuti, R. E., Winarno, R. D., Hastuti, L. W. (2012). Pembentukan identitas orientasi seksual pada remeja gay. PREDIKSI: Kajian Ilmiah Psikologi, 1(2), 194-197.
Maulidina, H. (2019). Laporan perkembangan HIV/AIDS dan Penyakit Menular Seksul (PMS). Laporan Triwulan II Tahun 2019, 2019(2), 1–13.
Mulyadi, & Fitrika, Y. (2014). Hubungan tuberkulosis dengan HIV/AIDS correlation between tuberculosis with HIV/AIDS. Idea Noursing Journal, 2(2), 162–168.
Nafikadini, I. (2013). Pemaknaan terhadap ‘Kucing’ pada Kalangan Laki-Laki yang suka Seks dengan Laki-Laki (LSL) di Kota Semarang. Jurnal IKESMA, 9(2). https://jurnal.unej.ac.id/index.php/IKESMA/article/view/1671
Pratama, M. R. A., Fahmi, R., & Fadli, F. (1970). Lesbian, gay, biseksual dan transgender: Tinjauan teori psikoseksual, psikologi islam dan biopsikologi. Psikis : Jurnal Psikologi Islami, 4(1), 27–34. https://doi.org/10.19109/psikis.v4i1.2157
Rahayu, M. (2017). Stereotipe Pada Waria Dalam Persepsi Masyarakat Islam: Studi Kasus Di Bandar Lampung. Undergraduate Thesis, Universitas Islam Raden Intan Lampung. http://repository.radenintan.ac.id/902/
Safitri, N. R., Fadraersada, J., & Rusli, R. (2019). Studi Terapi antiretroviral pada pasien HIV/AIDS di Kota Samarinda. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 9, 7–13. https://doi.org/10.25026/mpc.v9i1.342
Saksono, A. T. (2013). Motif bekerja pada pria pelaku prostitusi: Studi kasus pada gigolo di Kota Malang. Skripsi. Universitas Brawijaya.
Sidjabat, F. N., Setyawan. H., & Hadisaputro, S. (2016). Lelaki seks lelaki: aktivitas seksual dan bagaimana mereka memulainya?: Studi Kesehatan reproduksi pada komunitas LSL di Kota Semarang. Jurnal IKESMA, 12(1), 65-76.
Sutrasno, M. A., Yulia, N., Rumana, N. A., & Fannya, P. (2020). Literature Review gambaran karakteristik pasien HIV/AIDS di fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan, 5(1), 50–59.
UNAIDS. (2021). HIV and gay men and other men who have sex with men: Human rights fact sheet series.
Utami, Z., & Wadjo, H. Z. (2021). Perlindungan hukum terhadap pekerja seks komersil anak di Kabupaten Kepulauan Aru. Jurnal Hukum, 1(1), 24–23.
Wahyuni, E. N., Rahayu, I. T., & Mangestuti, R. (2023). Pengembangan program kesadaran kesehatan mental mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Research Report. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Wahyuni, H. (2016). Faktor resiko gangguan stress pasca trauma pada anak korban pelecehan seksual. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 10(1), 1–13.
Wardani, E. M., Setiawan, A. H., & Bistara, D. N. (2020). Studi perilaku seks menyimpang terhadap kejadian HIV fase laten pada komunitas Lelaki Seks Lelaki (LSL) di LSM Kompeda Surabaya. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 9(1), 93. https://doi.org/10.31596/jcu.v9i1.519
Widjijati., Wahyuningsih, D., & Fitriyani, A. (2014). Aplikasi Acceptance and Commitment Therapy (ACT) terhadap penerimaan dan komitmen diri dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS. Link, 10.
Yuliandra, Y., Nosa, U. S., Raveinal, R., & Almasdy, D. (2017). Terapi antiretroviral pada pasien HIV/AIDS di RSUP. Dr. M. Djamil Padang: Kajian sosiodemografi dan evaluasi obat. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 4(1), 1. https://doi.org/10.29208/jsfk.2017.4.1.173
Copyright (c) 2024 Hana Meliana Rifa'ah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



