Akulturasi budaya Islam Nusantara
Merajut tradisi dan modernitas menjadi satu kesatuan
Abstrak
Akulturasi budaya Nusantara dengan ajaran Islam adalah fenomena kompleks yang menghasilkan perpaduan unik antara tradisi lokal dan nilai-nilai Islam, mempengaruhi berbagai aspek kehidupan seperti tradisi, seni, dan arsitektur. Artikel ini mengeksplorasi peran tokoh penting seperti Wali Songo dan Sultan/Raja dalam proses tersebut, serta dampak akulturasi ini dalam menciptakan budaya Islam Nusantara yang khas dan tantangannya. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang proses akulturasi dan relevansinya saat ini, menunjukkan bagaimana masyarakat Nusantara mempertahankan identitas budaya mereka sambil mengadopsi ajaran Islam. Melalui pendekatan literatur, artikel ini menganalisis tema dan konsep penting dalam akulturasi budaya dan menawarkan strategi pelestarian di era modernisasi dan globalisasi. Hasilnya, akulturasi ini tidak hanya memperkaya budaya lokal tetapi juga memperkuat identitas keislaman masyarakat Nusantara, menciptakan harmoni antara tradisi lokal dan agama, serta menunjukkan adaptasi yang dinamis dan berkelanjutan. Akulturasi ini juga menggambarkan bagaimana budaya dan agama dapat berkolaborasi untuk menciptakan masyarakat yang lebih kaya dan beragam.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
