PENGARUH SENI BARZANJI DALAM STRATEGI DAKWAH PADA MASYARAKAT NUSANTARA
Abstract
This research highlights the influence of Barzanji art in the Islamic proselytizing strategy in the Nusantara, particularly by the Walisongo. Barzanji, which combines musical elements and lyrics with spiritual beauty, was used as an effective tool to convey Islamic teachings in harmony with local Hindu-Buddhist traditions. Through a library research method, data were collected from various literature sources to analyze how this art contributed to the integration of culture and religion within Javanese society. The results indicate that proselytizing approaches that respect and utilize local culture can create harmony and enrich existing religious traditions. Barzanji art not only successfully conveyed Islamic teachings but also preserved local cultural continuity, making it a legacy that continues to live on in the religious practices of the Nusantara society today.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji pengaruh seni Barzanji dalam strategi dakwah pada masyarakat Nusantara, khususnya dalam konteks penyebaran Islam oleh Walisongo. Melalui metode penelitian kepustakaan, ditemukan bahwa seni Barzanji berhasil mengadopsi tradisi Hindu-Buddha yang kemudian dijadikan media dalam mengajarkan ajaran Islam. Barzanji, dengan lirik dan musiknya yang indah, digunakan oleh Walisongo sebagai alat dakwah yang efektif untuk menyentuh hati masyarakat dan menyampaikan pesan spiritual. Strategi dakwah ini menunjukkan kemampuan untuk menghargai dan memanfaatkan budaya lokal, sehingga ajaran Islam dapat diterima tanpa resistensi. Penelitian ini juga mengidentifikasi potensi pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan seni untuk dakwah di berbagai daerah dengan latar belakang budaya yang berbeda. Kesimpulannya, seni Barzanji mencerminkan keberhasilan dakwah Islam yang damai dan adaptif, memberikan warisan berharga dalam praktik keagamaan masyarakat Nusantara.
Downloads
References
Aliyah, Madrasah, and Negeri Kota. “SHOLAWAT AL BARZANJI SEBAGAI MATERI MADRASAH Muhammad Yusuf” 1, no. 05 (2023): 41–53.
Bilfagih, Taufik. “Islam Nusantara ; Strategi Kebudayaan Nu Di Tengah.” Aqlam 2 (2016): 53–68.
Maghfiroh, Mauliana. “Nusantara Zaman Nabi Muhammad SAW.” Tasamuh: Jurnal Studi Islam 15, no. 1 (2023): 137–51. https://doi.org/10.47945/tasamuh.v15i1.706.
Naefiroja, Ahmad, Mohammad Yusuf Ahmad Hasyim, and Singgih Kuswardono. “Al Asma Al Mabniyyah Dalam Buku Maulid Al Barzanji Natsran Karya Syaikh Ja’Far Bin Hasan Bin Abdul Karim Al Barzanji (Analisis Sintaksis).” Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching 10, no. 1 (2021): 23–26. https://doi.org/10.15294/la.v10i1.48207.
Rodin, Rhoni. “Tradisi Tahlilan Dan Yasinan.” IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya 11, no. 1 (2013): 76–87. https://doi.org/10.24090/ibda.v11i1.69.
Saat, Mohammad, Ibnu Waqfin, Khoirun Nisa, Pendidikan Agama Islam, Universitas Kh, A Wahab Hasbullah, Al-hidayah An-nur Qur, Park Tpq, and Pulorejo Jatirejo. “Pelatihan Seni Membaca Shalawat Maulid Albarzanji Dan Shalawat Simtuddurror Di TPQ Alhidayah Nur Desa Pulorejo Jombang” 4, no. 3 (2023).
Shuhari, Mohd Hasrul, and Mohd Fauzi Hamat. “Jurnal Islam Dan Masyarakat Kontemporari Bil. 9 Januari 2015.” Jurnal Islam Dan Masyarakat Kontemporari 9, no. 9 (2015): 101–39.
Vindalia, Junia Intan, Isrina Siregar, and Supian Ramli. “Dakwah Sunan Kalijaga Dalam Peyebaran Agama Islam Di Jawa Tahun 1470 – 1580.” Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah 1, no. 3 (2022): 17–25. https://doi.org/10.22437/krinok.v1i3.18085.






