METODOLOGI USHUL FIQIH: Analisis Terhadap Konsep Dzahir, Takwil, Muraddif dan Musytarak
Abstract
This article examines the methodology of ushul fiqh with a focus on analyzing the concepts
of dzahir, takwil, muraddif, and musytarak in the context of Islamic legal interpretation.
Ushul fiqh as a discipline that determines the basic principles of deriving law from sharia
texts, requires a deep understanding of these key terms. The concept of dzahir refers to
explicit textual meaning, while takwil involves deeper interpretation to reach hidden
meanings. Muraddif relates to words that have similar meanings or are synonymous, and
musytarak refers to words that have more than one meaning. This article analyzes how
these four concepts are used in the legal istinbat process and how they influence the
interpretation of the Shari'a in complex situations. Through an analytical approach, this
article aims to provide a clearer understanding of how ushul fiqh integrates these concepts
to produce legal conclusions that are consistent and relevant to sharia principles.
Abstrak
Artikel ini mengkaji metodologi ushul fiqih dengan fokus pada analisis konsep dzahir, takwil, muraddif, dan musytarak dalam konteks penafsiran hukum Islam. Ushul fiqih sebagai disiplin yang menentukan prinsip-prinsip dasar pengambilan hukum dari teks-teks syariah, mengharuskan pemahaman yang mendalam mengenai terminologi kunci tersebut. Konsep dzahir merujuk pada makna tekstual yang eksplisit, sementara takwil melibatkan interpretasi yang lebih mendalam untuk mencapai makna yang tersembunyi. Muraddif berkaitan dengan kata-kata yang memiliki makna serupa atau sinonim, dan musytarak mengacu pada kata-kata yang memiliki lebih dari satu makna. Artikel ini menganalisis bagaimana keempat konsep ini digunakan dalam proses istinbat hukum dan bagaimana mereka mempengaruhi penafsiran syariat dalam situasi yang kompleks. Melalui pendekatan analitis, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana ushul fiqih mengintegrasikan konsep-konsep ini untuk menghasilkan kesimpulan hukum yang konsisten dan relevan dengan prinsip-prinsip syariah.
Downloads
References
Dzahir, Terhadap Konsep, Rivaldy Agnas Mayrizki, Sheila Nafilah Sa, M Refa Mundzir Al Musyawa, Rayhan Fikry, Mohammad Ziya Haq, and M Imamul Muttaqin. “Metodologi Ushul Fiqih Dalam Mengartikan Lafaz-Lafaz : Analisis” 7693 (2024): 154–64.
Madura, Universitas Trunojoyo. “Analisis Lafadz Musytarak Dalam Al Quran Dan Pengaruhnya Dalam Tafsir Ahkam,” 2020, 841–55.
Mantuq, Keterkaitan, and Muradif Musytarak. “Definisi Dan Keterkaitan Mantuq Dan Mafhum, Dzahir d an Mu’awwal, Nasakh, Muradif Dan Musytarak” 2, no. 3 (2024): 354–65.
Rules, The, Of Al-muradhif Wal, Musytarak In, and The Qur. “Kaidah Al-Muradhif Wal Musytarak Dalam Al- Qur ’ An Fadhli Pascasarjana Uin SUSKA Riau Agustiar Pascasarjana UIN SUSKA Riau” 09, No. 36 (2024): 1–11.
Djalil, A. B. (2014). ILMU USHUL FIQIH (SATU DAN DUA). Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Jonwari, F. Z. (2020). Konsep Tafsir Dan Takwil Dalam Prespektif As-Syatibi. LISAN AL-HAL.
Mayrizki, R. A. (2024). Metodologi Ushul Fiqih Dalam Mengartikan Lafaz-Lafaz: Analisis Terhadap Konsep Dzahir, Takwil, Muraddif, Musytarak. Relinesia: Jurnal Kajian Agama Dan Multikulturalisme Indonesia, 154-164.
Siti Zuhrotun Ni’mah, T. H. (2021). Kontribusi Konsep Takwil Ulama Ushuliyyun Dalam Pewarisan Beda Agama. DIKTUM: Jurnal Syariah Dan Hukum, 16-31.






