MENILAI KESADARAN SOSIAL SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MATA PELAJARAN IPS
DOI:
https://doi.org/10.18860/dsjpips.v3i3.13167Keywords:
social awareness, contextual learning, Social Studies education, students, mixed methodAbstract
This study aims to evaluate students' social awareness levels through the application of contextual learning in Social Studies (IPS) subjects. The research employs a mixed method approach, combining quantitative and qualitative methodologies. Quantitative data were collected using a Likert-scale questionnaire encompassing three key indicators of social awareness: adaptability, integration, and status improvement, involving 20 eighth-grade students from MTs Tarbiyatul Banin Banat Tuban as respondents. Meanwhile, qualitative data were obtained through in-depth interviews to support the quantitative findings. The analysis revealed that the majority of students exhibited moderate to high levels of social awareness, with an average score of 27.15. Contextual learning proved effective in enhancing students' understanding of the importance of social contribution by connecting learning materials to real-life situations. However, some students faced difficulties in adapting and interacting socially, indicating the need for additional interventions such as social skills training. The study concludes that contextual learning has a positive impact on the development of students' social awareness and highlights the relevance of this approach in shaping students' social character. These findings provide significant contributions to the development of more holistic learning strategies in Social Studies education.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesadaran sosial siswa melalui penerapan pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method, menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket berbasis skala Likert yang mencakup tiga indikator utama kesadaran sosial, yaitu kemampuan menyesuaikan diri, berintegrasi, dan peningkatan status sosial, dengan responden sebanyak 20 siswa kelas VIII MTs Tarbiyatul Banin Banat Tuban. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam untuk memperkuat temuan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi dalam tingkat kesadaran sosial, dengan rata-rata skor 27,15. Pembelajaran kontekstual terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap pentingnya kontribusi sosial melalui pengaitan materi pelajaran dengan kehidupan nyata. Namun, sebagian siswa masih mengalami kendala dalam beradaptasi dan berinteraksi sosial, yang mengindikasikan perlunya intervensi tambahan seperti pelatihan keterampilan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran kontekstual memberikan dampak positif terhadap pengembangan kesadaran sosial siswa, serta menunjukkan relevansi pendekatan ini dalam membentuk karakter sosial siswa. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih holistik dalam pendidikan IPS.
