MENILAI KESADARAN SOSIAL SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MATA PELAJARAN IPS
Abstract
This study aims to evaluate students' social awareness levels through the application of contextual learning in Social Studies (IPS) subjects. The research employs a mixed method approach, combining quantitative and qualitative methodologies. Quantitative data were collected using a Likert-scale questionnaire encompassing three key indicators of social awareness: adaptability, integration, and status improvement, involving 20 eighth-grade students from MTs Tarbiyatul Banin Banat Tuban as respondents. Meanwhile, qualitative data were obtained through in-depth interviews to support the quantitative findings. The analysis revealed that the majority of students exhibited moderate to high levels of social awareness, with an average score of 27.15. Contextual learning proved effective in enhancing students' understanding of the importance of social contribution by connecting learning materials to real-life situations. However, some students faced difficulties in adapting and interacting socially, indicating the need for additional interventions such as social skills training. The study concludes that contextual learning has a positive impact on the development of students' social awareness and highlights the relevance of this approach in shaping students' social character. These findings provide significant contributions to the development of more holistic learning strategies in Social Studies education.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesadaran sosial siswa melalui penerapan pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method, menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket berbasis skala Likert yang mencakup tiga indikator utama kesadaran sosial, yaitu kemampuan menyesuaikan diri, berintegrasi, dan peningkatan status sosial, dengan responden sebanyak 20 siswa kelas VIII MTs Tarbiyatul Banin Banat Tuban. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam untuk memperkuat temuan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi dalam tingkat kesadaran sosial, dengan rata-rata skor 27,15. Pembelajaran kontekstual terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap pentingnya kontribusi sosial melalui pengaitan materi pelajaran dengan kehidupan nyata. Namun, sebagian siswa masih mengalami kendala dalam beradaptasi dan berinteraksi sosial, yang mengindikasikan perlunya intervensi tambahan seperti pelatihan keterampilan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran kontekstual memberikan dampak positif terhadap pengembangan kesadaran sosial siswa, serta menunjukkan relevansi pendekatan ini dalam membentuk karakter sosial siswa. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih holistik dalam pendidikan IPS.
Downloads
References
Abute, E. L. (2019). Konsep Kesadaran Sosial Dalam Pendidikan. Jurnal pendidikan glasser, 3(2), Article 2.
Andayani, E., Hariani, L. S., & Jauhari, M. (2021). Pembentukan kemandirian melalui pembelajaran kewirausahaan sosial untuk meningkatkan kesadaran sosial dan kesadaran ekonomi. Jurnal Riset Pendidikan Ekonomi, 6(1), Article 1. https://doi.org/10.21067/jrpe.v6i1.5143
Badruddin & Rezki Akbar Norrahman. (2024). Membangun Kesadaran Sosial Dalam Pendidikan. Holistik Analisis Nexus, 1(1), 18–23. https://doi.org/10.62504/ysehdn150
Febriyanti, E., Ismail, F., & Syarnubi, S. (2022). Penanaman Karakter Peduli Sosial DI SMP Negeri 10 Palembang. Jurnal PAI Raden Fatah, 4(1), Article 1. https://doi.org/10.19109/pairf.v4i1.5390
Ida Mutiawati, I. M. (2023). Konsep dan Implementasi Pendekatan Kontekstual dalam proses pembelajaran. Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 13(1), 80. https://doi.org/10.22373/jm.v13i1.18099
Kahfi, M., Ratnawati, Y., Setiawati, W., & Saepuloh, A. (2021). Efektivitas Pembelajaran Kontekstual Dengan Menggunakan Media Audiovisual Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Siswa Pada Pembelajaran IPS Terpadu. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 7(1), Article 1. https://doi.org/10.58258/jime.v7i1.1636
Marzuki, M., Kun Prasetyo, Z., Jumadi, J., Marsigit, M., Samsuri, S., Ajat, S., AM, S., Slamet, P. H., Sukadiyanto, S., Effendie, T., Setyaning, K., Mardapi, D., Suyata, S., Suharjana, S., Noeng, M., Wahab, R., Suwarsih, M., Herminarto, S., Zamroni, Z., & Kristiyan, H. S. (2011). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Teori dan Praktik (P. E. D. Darmiyati Zuchdi, Ed.). UNY Press. http://library.fis.uny.ac.id/elibfis/index.php?p=show_detail&id=1795
Noor, S. S. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ips Kelas Vii Di Smp Negeri Bakalang Kabupaten Alor.
Ria Anita Ekselsa. (2023). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Sistem Dan Kesadaran Berkelanjutan Siswa Melalui Pengembangan Pembelajaran Berbasis Proyek Bermuatan Education For Sustainable Development [Masters, Universitas Pendidikan Indonesia]. http://repository.upi.edu
Siswanto, A. H., Haniza, N., & Rosyad, A. (2023). Media Massa Online Dan Kesadaran Sosial Generasi Milenial. DE FACTO : Journal Of International Multidisciplinary Science, 1(02), Article 02. https://doi.org/10.62668/defacto.v1i02.779
Wahid, L. (2023). Peran Guru Agama Dalam Menanamkan Kesadaran Sosial Pada Siswa Di Sekolah Menengah. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran (JRPP), 6(2), 605–612. https://doi.org/10.31004/jrpp.v6i2.18431











