DINAMIKA KEKUASAAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA (STUDI KASUS DI DESA JATI BLITAR)

Authors

  • Nurul Khotimah Universitas PGRI Madiun
  • Muhammad Hanif Universitas PGRI Madiun
  • Sudarmiani Sudarmiani Universitas PGRI Madiun

DOI:

https://doi.org/10.18860/dsjpips.v4i2.17523

Keywords:

Female Migrant Workers (TKW), Bargaining Position, Power Dynamics in the Family

Abstract

Migration, especially the migration of female workers (TKW) between countries is one of the population studies that is interesting to study. Migration is also one of the options to solve the labor problem. The number of women who decide to work outside the country is financially beneficial for the country and the family. Sending remittances to the homeland increases the country's foreign exchange, while improving the welfare of the families of migrant workers. On the other hand, women's financial independence contributes to changing the power structure in the family. This article explains how changes in women's power in the family, before becoming a TKW and after becoming a TKW. The method used is a qualitative case study with a social behavior paradigm based on Peter M. Blau's social exchange perspective. The results of the study state that becoming a migrant worker makes women financially independent. This raises the dynamics of power in the family, where men are no longer the final decision makers. Women dynamically become the final decision maker in the family. Women's mastery of the economic base increases their bargaining position in the family. In this case, economic factors become the main determinant of social exchange with husbands and power dynamics in the family. Meanwhile, the experience and knowledge of women while working abroad are the supporting factors.

ABSTRAK

Migrasi, khususnya migrasi tenaga kerja wanita (TKW) antar negara merupakah salah satu studi kependudukan yang menarik untuk dikaji. Migrasi juga merupakan  salah satu opsi untuk menyelesaikan masalah ketenagakerjaan. Banyaknya perempuan yang memutuskan untuk bekerja di luar negeri secara finansial menguntungkan bagi negara dan keluarga. Pengiriman remitan ke tanah air meningkatkan devisa negeri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga para TKW. Di sisi lain kemandirian perempuan dalam finansial berkontribusi merubah stuktur kekuasaan dalam keluarga. Artikel ini menjelaskan tentang bagaimana perubahan kekuasaan perempuan dalam keluarga, sebelum menjadi TKW dan setelah menjadi TKW. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan paradigma perilaku sosial yang berpijak pada perspektif pertukaran sosial Peter M.Blau. Hasil penelitian menyatakan menjadi TKW membuat perempuan menjadi mandiri secara finansial. Hal ini memunculkan dinamika kekuasaan dalam keluarga, dimana laki-laki tidak lagi menjadi pembuat keputusan akhir. Perempuan berdinamika menjadi pembuat keputusan akhir dalam keluarga. Penguasaan basis ekonomi oleh perempuan meningkatkan posisi tawar dalam keluarga. Dalam hal ini faktor ekonomi menjadi penentu utama pertukaran sosial dengan suami dan dinamika kekuasaan dalam keluarga. Sedangkan pengalaman dan pengetahuan perempuan selama bekerja di luar negeri menjadi faktor penunjangnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-06-30