PENGARUH IMPLEMENTASI PROGRAM P5, KECINTAAN BUDAYA, DAN KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR
Abstract
This study aims to analyze the influence of the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Program (P5), love for culture, and local wisdom on the learning outcomes of Madrasah Ibtidaiyah students in Tiris District, Probolinggo Regency. This study uses a quantitative approach with a survey method. The population in this study is around 111 students who were taken as samples using purposive sampling techniques. Data was collected through questionnaires to measure the variables of the P5 Program, cultural love, and local wisdom, as well as student learning outcomes. In addition, data is also obtained through documentation techniques. Data analysis was carried out using multiple linear regression to test the influence simultaneously and partially. These findings indicate that a learning approach that integrates local culture and traditional wisdom can improve academic understanding while shaping students' character that is in harmony with the values of Pancasila. This research provides important implications for education managers, especially in the context of implementing the Independent Curriculum. The integration of culture and local wisdom in learning can not only improve student learning outcomes, but also strengthen identity and love for national values. Therefore, it is recommended that educators and policy makers prioritize a culturally based approach and local wisdom in designing and implementing learning, in order to realize a holistic and characterful education.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), kecintaan terhadap budaya, dan kearifan lokal terhadap hasil belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini berkisar 111 siswa yang diambil sebagai sampel menggunakan teknik sampling purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur variabel Program P5, kecintaan budaya, dan kearifan lokal, serta hasil belajar siswa. Selain itu, data juga diperoleh melalui teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh secara simultan dan parsial. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan budaya lokal dan kearifan tradisional dapat meningkatkan pemahaman akademik sekaligus membentuk karakter siswa yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengelola pendidikan, khususnya dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka. Integrasi budaya dan kearifan lokal dalam pembelajaran tidak hanya dapat meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga memperkuat identitas dan rasa cinta terhadap nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, disarankan agar pendidik dan pemangku kebijakan lebih memprioritaskan pendekatan berbasis budaya dan kearifan lokal dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, guna mewujudkan pendidikan yang holistik dan berkarakter.
Downloads
References
Andriani. S. dkk (2022) Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila :Sebuah Orientasi Baru Pendidikan dalam meningkatkan Karakter Siswa Indonesia. Jurnal Basicedu Nomor 4 Volume 6.
Hermanto, B. (2020). Perekayasaan sistem pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Foundasia, 11(2).
Kemendikbudristek. (2022). Buku Saku: Tanya Jawab Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.
Khoirurrijal dkk. (2022), PengembanganKurikulum Merdeka. Malang: Cv.Literasi Nusantara. Abadi.
Kurniawati, D., & Sari, R. P. (2023). Efektivitas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Menumbuhkan Karakter Tangguh dan Kolaboratif Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Karakter, *13*(2), 145-160.
Lestari, E. Y. (2019). Menumbuhkan kesadaran nasionalisme generasi muda di era globalisasi melalui penerapan nilai-nilai Pancasila. ADIL Indonesia Journal, 1(1).
Mahendra, A., & Fitriani, W. (2022). Peningkatan Kemampuan Bernalar Kritis dan Kreativitas Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Proyek di Era Merdeka Belajar. Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran, *8*(1), 88-102.
Pratiwi, I., Hidayat, R., & Soleh, A. M. (2021). Integrasi Nilai Karakter dalam Pembelajaran Berbasis Proyek dan Dampaknya terhadap Hasil Belajar Siswa SMA. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, *11*(3), 278-289.
Rahim, A., & Fauzi, A. (2021). Pendidikan Karakter dan Kearifan Lokal dalam Membentuk Identitas Budaya Siswa di Era Globalisasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 145-160.
Sari, D. P., & Hidayat, R. (2023). Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Identitas Budaya Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 7(1), 512-525.
Supatminingsih, T. dkk., 2020, Belajar dan Pembelajaran, CV Media Sains Indonesia.
Wahono, dkk. (2016). Mahir Berbahasa Indonesia Jilid 1 Kelas VII SMP/MTs. Jakarta: Erlangga.
Wijaya, A., Setiawan, B., & Pratiwi, E. (2024). Pengaruh Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Lokal terhadap Kompetensi Sosial-Emosional Siswa Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(1), 78-95.











