TRADISI ARISAN MACUL: ANALISIS BUDAYA LOKAL DAN PERSEPSI GENERASI MUDA DESA TORONGREJO KOTA BATU

  • Diah Ambarumi Munawaroh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Zika Fahira Lazuardi MAN 2 Kota Malang
Keywords: Tradition, Arisan Macul, Young Generation, Local Culture

Abstract

The Arisan Macul tradition is a form of mutual cooperation in agriculture that has developed from generation to generation in Torongrejo Village, Batu City. This tradition is characterized by the exchange of labor in turns between farmers in land cultivation, without involving financial transactions. As a manifestation of local culture, Arisan Macul contains social values ​​such as togetherness, solidarity, and social cohesion. However, in the midst of modernization and globalization, the sustainability of this tradition faces serious challenges, especially related to the declining interest and participation of the younger generation. This study aims to analyze the implementation of the Arisan Macul tradition and explore the perceptions of the younger generation towards its existence, including the factors that influence their involvement. The research method used is a mixed methods approach, with data collection techniques in the form of questionnaires, in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. The results of the study show that although the majority of the younger generation recognizes the importance of Arisan Macul as part of the local cultural heritage, their level of involvement tends to be passive. Factors that influence low participation include changes in lifestyle, the influence of digital technology, shifts in social values, and lack of education and appreciation of local traditions. Therefore, efforts to preserve Arisan Macul require an adaptive strategy that involves cultural education, technology-based innovation, and cross-generational collaboration to maintain the sustainability of cultural values ​​in the lives of agrarian communities.

ABSTRAK

Tradisi Arisan Macul merupakan bentuk gotong royong dalam pertanian yang berkembang secara turun-temurun di Desa Torongrejo, Kota Batu. Tradisi ini memiliki kekhasan berupa pertukaran tenaga kerja secara bergiliran antar petani dalam pengolahan lahan, tanpa melibatkan transaksi finansial. Sebagai manifestasi budaya lokal, Arisan Macul memuat nilai-nilai sosial seperti kebersamaan, solidaritas, dan kohesi sosial. Namun, di tengah arus modernisasi dan globalisasi, keberlangsungan tradisi ini menghadapi tantangan serius, terutama terkait menurunnya minat dan partisipasi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tradisi Arisan Macul serta mengeksplorasi persepsi generasi muda terhadap eksistensinya, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods), dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner, wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mayoritas generasi muda mengakui pentingnya Arisan Macul sebagai bagian dari warisan budaya lokal, tingkat keterlibatan mereka cenderung pasif. Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi antara lain perubahan gaya hidup, pengaruh teknologi digital, pergeseran nilai-nilai sosial, serta kurangnya edukasi dan apresiasi terhadap tradisi lokal. Oleh karena itu, upaya pelestarian Arisan Macul memerlukan strategi adaptif yang melibatkan edukasi budaya, inovasi berbasis teknologi, serta kolaborasi lintas generasi untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat agraris.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriansyah, A., Sari, W. W., & Sukmayadi, T. (2024). The" Panjang Jimat" Tradition of Kasepuhan Cirebon in Strengthening National Identity. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 5(2), 114–132.

Anwar, M. K., & Mulawarman, A. D. (2014). Dari Ketergantungan Petani Menuju Net Farm Income Berkeadilan (Etnografi Kritis Ketergantungan Petani Tembakau Temanggung Terhadap PT. Bentoel International Investama). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 3(1).

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.

Gulo, A. (2023). Revitalisasi budaya di era digital dan eksplorasi dampak media sosial terhadap dinamika Sosial-Budaya di tengah masyarakat. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan (JURDIKBUD), 3(3), 172–184.

Hakim, Nasution F., Syahran Jailani, M., & Junaidi, R. (2024). Kombinasi (Mixed-Methods) Dalam Praktis Penelitian Ilmiah. Journal Genta Mulia, 15(2), 251–256.

Hua, C. (2023). Presenting a Systematic Literature Review Method Using a Mixed-Methods Design and Its Application to Mind Map Research. The University of Alabama.

Ibrahim, I. S., & Akhmad, B. A. (2014). Komunikasi dan komodifikasi: Mengkaji media dan budaya dalam dinamika globalisasi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Ismail, N., & Muhaimin, A. G. (2011). Konflik umat beragama dan budaya lokal. Lubuk Agung.

Khairani, M. (2013). Psikologi umum. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Leavitt, H. J. (1978). Psikologi manajemen. Jakarta: Erlangga.

Legowo, M. B., Subanidja, S., & Sorongan, F. A. (2020). Model of Sustainable Development Based on FinTech in Financial and Banking Industry: A Mixed-Method Research. 2020 3rd International Conference on Computer and Informatics Engineering, IC2IE 2020, 194–199. https://doi.org/10.1109/IC2IE50715.2020.9274605

Mundayat, A. A. (1989). Dinamika sosial ekonomi politik di sebuah pedukuhan jawa. 62.

Nahak, H. M. I. (2019). Upaya melestarikan budaya indonesia di era globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76.

Rannu, D. A., Santoso, E., Cherieshta, J., Natasha, M. B., & Young, J. (2023). Perlindungan warisan budaya: Peran hukum adat dalam pemeliharaan budaya lokal. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(5), 543–553.

Rofiq, A. (2019). Tradisi slametan Jawa dalam perpektif pendidikan Islam. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 15(2), 93–107.

Sabarini, S. S., Liskustyawati, H., Satyawan, B., Nugroho, D., & Putra, B. N. (2021). Persepsi dan Pengalaman Akademik Dosen Keolahragaan Mengimplementasikan E-Learning pada Masa Pandemi Covid-19. Deepublish.

Salamah, U. (2021). Kontribusi generasi muda dalam pertanian Indonesia.

Samani, D. R. M. (2019). Konsep dan model pendidikan karakter.

Sumarandak, M. E. N., Tungka, A. E., & Egam, P. P. (2021). Persepsi Masyarakat Terhadap Kawasan Monumen Di Manado. Spasial, 8(2), 255–268.

Wijiningsih, N., Wahjoedi, W., & Sumarmi, S. (2017). Pengembangan bahan ajar tematik berbasis budaya lokal. State University of Malang.

PlumX Metrics

Published
2025-08-26