ALIH MEDIA SUMBER BELAJAR SEJARAH MORFOLOGI CANDI PENATARAN SEBAGAI INSPIRASI KARYA WASTRA: INTEGRASI MIXED MEDIA DAN TEKNIK EKSPERIMENTAL
Abstract
This study aims to develop a textile art creation (wastra) inspired by the morphology of Penataran Temple, which embodies the evolution of culture over time through modifications of its structure and architectural framework. The creation of this textile artwork applies a mixed-media and experimental technique approach, resulting in a creative and high-value piece that allows greater freedom of expression while still adhering to the principles of traditional textile art. The research method used is qualitative with a practice-based research approach, focusing on direct artistic practice. The findings of this study show that Penataran Temple demonstrates that a temple is not merely an architectural structure with visual appeal, but also a form of civilizational development aimed at passing down culture through symbols, stories, values, and art embedded within it. The promotion of culture through textile art combines local potential with the development of local identity, serving as a strategic approach that can positively influence the success of regional potential development — in this case, in Penataran Village, Blitar Regency, where Penataran Temple is located. Therefore, preserving the architecture of Penataran Temple as a historical heritage is a shared responsibility, as the preservation of historical artifacts represents one of the nation's most valuable assets.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengembangkan karya seni wastra yang terinspirasi dari morfologi Candi Penataran yang menjadi perwujudan dari perkembangan budaya dari masa ke masa dengan modifikasi pada struktur dan kerangka bangunannya. Pembuatan Karya Wastra ini menggunakan pendekatan dari penggabungan mixed media dan teknik eksperimental yang menghasilkan karya yang kreatif dan bernilai tinggi bernilai tinggi dengan lebih bebas berekspresi dalam pembuatannya namun tetap berpijak pada kaidah dalam seni wastra tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan practice based research, berfokus pada praktik seni secara langsung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa candi penataran bisa membuktikan bahwa sebuah candi tidak hanya membangun sebuah arsitektur ruang dengan visualisasi semata namun sebagai pembangunan peradaban yang memiliki tujuan untuk mewariskan budaya melalui simbol, cerita, nilai, dan seni yang ada di dalamnya. Promosi kebudayaan melalui karya wastra menggabungkan antara potensi lokal dengan pengembangan identitas lokal yang merupakan salah satu pendekatan strategis dan dapat digunakan untuk memberikan pengaruh terhadap keberhasilan pengembangan potensi di suatu wilayah salah satunya di Desa Penataran Kabupaten Blitar yang terdapat Candi Penataran. Hal tersebut menjadi kewajiban bersama untuk melestarikan arsitektur Candi Penataran sebagai warisan sejarah karena pelestarian artefak sejarah menjadi salah satu aset bangsa yang tak ternilai harganya
Downloads
References
Adharani, D. B., Ratnawati, I., & Rini, D. R. (2024). Penciptaan Karya Seni Lukis Surealisme pada Media Kayu dengan Ide Penciptaan Ikan Asin. Journal of Language Literature and Arts, 5(1), 74–92. https://doi.org/10.17977/um064v5i12025p74-92
Ahdiati, T. (2020). Kearifan lokal dan pengembangan identitas untuk promosi wisata budaya di Kabupaten Banyumas. Jurnal Pariwisata Terapan, 4(1), 25-34.
Aji, N. J., & Wirasanti, N. (2024). Peran Masyarakat Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Warisan Budaya Candi Sawentar Kabupaten Blitar. Jambura History and Culture Journal, 6(1), 40-56.
Akbar, M. F. (2024). Kronologi Bangunan dalam Kompleks Candi Panataran Berdasarkan Studi Arkeoastronomi. Archaeology Nexus: Journal of Conservation and Culture, 1(1). https://doi.org/10.61511/arc-jcc.v1i1.2024.629.
Andito, T. (2017). Perancangan Komik Andhe Andhe Lumut Berdasarkan Relief Kisah Panji Di Kompleks Candi Penataran. DeKaVe, 10(2). https://doi.org/https://doi.org/10.24821/dkv.v10i2.1993
Anggraini, R. D., Ratnawati, I., & Rini, D. R. (2023). Ornamen Candi Bajang Ratu sebagai Ide Kreasi Penciptaan Motif Batik Tulis Sandang. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 3(10), 1485–1503. https://doi.org/10.17977/um064v3i102023p1485-1503
BPKW XI. (2020, December 10). Petirtaan Penataran. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpkw11/petirtan-panataran/
Dyahwati, W., Lodra, I. N., & Supranto, H. (2020). Transformasi Candi Rimbi Dalam Motif Batik Sebagai Edukasi Budaya Lokal Kabupaten Jombang. HALUAN SASTRA BUDAYA, 4(1), 2020. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/hsb.v4i1.40867
Eni, S. P. (2019). Memahami Relief-Relief Candi-Candi Kerajaan-Kerajaan Kediri, Singasari dan Majapahit di Jawa Timur. Jurnal SCALE, 6(2). https://doi.org/https://doi.org/10.33541/SCALE.V6I2.41
Febrianto, Y., Apriyanto, M. F., & Rozaq, M. K. A. (2019). Visualisasi Tiga Wastra Etnik Nusantara Pada Karya Busana Oerip Indonesia Dalam Fotografi Fashion Editorial. SPECTA: Journal of Photography, Art, and Media, 3(2), 80–88. https://doi.org/https://doi.org/10.24821/specta.v3i2.2832
Hayati, S. (2023). Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Dalam Melukis Melalui Teknik Finger Painting Pada Pelajaran Seni Rupa Di SD. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 9(4). https://doi.org/https://doi.org/10.36989/didaktik.v9i04.1708
Ingkir, Y., Wondal, R., & Arfa, U. (2020). Kegiatan membatik dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud, 2(2), 92-105.
Jalmur, N. (2016). Media dan sumber pembelajaran. Kencana.
Kristiawan, A. P. (2021). Pengembangan Wisata Berbasis Cagar Budaya di Kompleks Percandian Penataran Kabupaten Blitar. Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia, 3(2), 67-76.
Munawati, R. (2021). Biodiversitas Kapang Pada Proses Biodeteriorasi Batuan Candi Borobudur. Jurnal Konservasi Cagar Budaya, 15(2), 1-17.
Narottama, N., Arun, A. A., & Arianty, S. (2017). Proses pembentukan identitas budaya nasional Dan promosi pariwisata indonesia di eropa (studi kasus diaspora bali di perancis). Jurnal Kepariwisaatan Dan Hospitalitas, 1(2), 180-195.
Nizam, A., Nugraha, W., & Gustami, SP. (2018). Eksistensi Ragam Hias Sulur Gelung Teratai. Journal of Urban Society’s Arts, 5(1). https://doi.org/https://doi.org/10.24821/jousa.v5i1.2416
Pandanwangi, A., Dewi, B. S., Aryani, D. I., Darmayanti, T. E., Effendi, I. Z., & Nuraeni, D. (2022). Wastra Kreatif: Sosialisasi Dan Pelatihan Teknik Cabut Warna. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 8(2), 1011-1022.
Resiyani, W. (2020). Seni Kriya Batu Panil Dan Medalion Yang Di Stirilisasi Di Masjid Mantingan Jepara : Tinjauan Arkeologi Kognitif. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 4(2). https://doi.org/https://doi.org/10.22437/titian.v4i2.11336
Rianingrum, C. J., Pandanwangi, A., Damayanti, R. A., Ariani, & Ardynata, MT. (2024). Eksplorasi Wastra Batik Sebagai Media Komplen Pada Produk Home Decor Berbahan Bonggol Jagung. Jurnal Seni Dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain, 7(2), 231–240. https://doi.org/10.25105/jsrr.v7i2.20883
Rissandy, A. A., Ciptandi, F., & Sekar, A. Y. (2024). Eksplorasi Material Serat Wol Menggunakan Teknik Mixed Media Menjadi Karya Tekstil Kontemporer. EProceedings of Art & Design, 11(6). https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/25083
Rizqiyah, A. A., Wahyuningsih, S. E., Nurmasitah, S., & Woddiyanti. (2024). Penciptaan Motif Batik Dengan Sumber Ide Relief Candi Ngempon. FFEJ: FASHION AND FASHION EDUCATION JOURNAL, 13(2). https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/ffe/index
Roostin, E. (2020). Upaya Meningkatkan Motorik Halus dan Kreativitas Anak Melalui Teknik Membatik Sederhana. Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(2), 66-79.
Saputri, N. A. (2025). Akuntabilitas Dalam Dimensi Historis : Memaknai Akuntabilitas Dari Cerita Candi Penataran. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(2), 2976–2980. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i2.960
Sari, R. T., & Angreni, S. (2018). Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (Pjbl) Upaya Peningkatan Kreativitas Mahasiswa. Jurnal Varidika, 30(1), 79-83.
Sulaiman, U. A., & Setyawan. (2016). Gaya Berbusana Pria Dan Wanita Pada Relief Candi Penataran. Journal of Textile, 3(1), 1–16.
Supriadi, S. (2017). Pemanfaatan sumber belajar dalam proses pembelajaran. Lantanida Journal, 3(2), 127-139.
Tiarawanti, R., Yatmin, Y., & Widiatmoko, S. (2022, July). Upaya Melestarikan Candi Tegowangi Sebagai Tempat Peninggalan Bersejarah di Kediri. In Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) (Vol. 5, pp. 716-721).
Wibowo, D. D. (2018). Deformasi Motif Batik Dari Relief Ornamen Burung NUri Pada Candi Plaosan. Jurnal SULUH, 1. https://ejournal.unisnu.ac.id/JSULUH/article/view/678/990
Yudha, I. G. A. N. A. (2021). Fotografi Sebagai Media Komunikasi Visual Dalam Promosi Budaya. Danapati: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2), 126-138.
Yudianto, A. M., & Ratyaningrum, F. (2023). Ikonografi Medalion Binatang Mitologi Pada Relief Candi Penataran. Sakala Jurnal Seni Rupa Murni, 4(2), 27–41. http://ejournalunesa.ac.id/index.php/sakala











